Beranda » Ekonomi Bisnis » Libur Lebaran Rentan Dimanfaatkan, Waspada pada Modus Social Engineering Terbaru 2026

Libur Lebaran Rentan Dimanfaatkan, Waspada pada Modus Social Engineering Terbaru 2026

Menjelang libur Lebaran, masyarakat kembali diingatkan untuk mewaspadai berbagai modus digital yang marak. Waktu libur panjang dan mudik menjadi momen yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya. Bukan cuma soal uang, data pribadi pun bisa jadi sasaran empuk.

Modus yang digunakan pun semakin canggih. Salah satunya adalah social engineering, teknik manipulasi psikologis yang membuat korban secara sadar memberikan informasi sensitif seperti OTP, PIN, hingga password. Pelaku biasanya mengaku sebagai pihak —bank, , kepolisian, atau instansi lain—untuk membangun kepercayaan.

Kenali Ciri-Ciri Penipuan Social Engineering

Tidak semua penipuan bisa langsung terlihat mencurigakan. Banyak korban baru sadar setelah terlanjur kehilangan data atau uang. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda awal agar tidak mudah terjebak.

1. Kontak Tak Terduga dari "Pihak Resmi"

Salah satu ciri utama adalah munculnya panggilan telepon, pesan teks, atau email dari seseorang yang mengaku sebagai pegawai bank atau aparat hukum. Mereka biasanya menyampaikan informasi darurat, seperti adanya mencurigakan di rekening korban.

2. Permintaan Data Rahasia

Pelaku kerap meminta informasi sensitif seperti OTP, PIN, kode transaksi, atau bahkan password. Padahal, pihak bank atau instansi resmi tidak akan pernah meminta data tersebut melalui telepon atau pesan singkat.

3. Tautan atau File Mencurigakan

Dalam pesan yang diterima, sering kali terdapat tautan yang menyerupai situs resmi atau file yang diminta untuk diunduh. Tautan ini bisa mengarah ke situs phishing, sementara file bisa berisi malware yang membahayakan perangkat.

4. Tekanan Waktu dan Rasa Panik

Modus lain yang kerap digunakan adalah memberi tekanan waktu. Misalnya, korban diminta segera melakukan verifikasi atau mengklik tautan dalam waktu singkat, agar tidak terjadi hal buruk. Rasa panik ini membuat korban tidak berpikir jernih.

Baca Juga:  Tren yield SBN bertahan tinggi sepanjang 2026 dan memicu berbagai kekhawatiran pasar

Cara Kerja Social Engineering Saat Libur Lebaran

Libur Lebaran menjadi waktu yang strategis bagi pelaku karena aktivitas digital masyarakat meningkat. Mereka memanfaatkan situasi ini untuk menjalankan skema penipuan yang lebih rapi dan meyakinkan.

1. Membangun Kepercayaan

Pelaku biasanya memulai dengan menyasar informasi pribadi korban dari media sosial atau sumber terbuka. Dengan data ini, mereka bisa menyamar sebagai pihak yang dikenal, seperti teman atau keluarga korban.

2. Memberikan Skenario Darurat

Setelah kepercayaan terbangun, pelaku akan memberikan skenario darurat. Misalnya, mengaku sebagai pegawai bank yang menginformasikan adanya transaksi mencurigakan, atau sebagai polisi yang menyelidiki kasus atas nama korban.

3. Meminta Akses atau Data

Langkah selanjutnya adalah meminta akses ke perangkat korban, seperti meminta untuk share screen, mengunduh aplikasi palsu, atau memberikan . Dengan ini, pelaku bisa mengendalikan akun perbankan atau media sosial korban.

4. Mengambil Alih Akun dan Menyebar

Setelah mendapat akses, pelaku bisa mengganti password, membaca pesan pribadi, hingga mengirim pesan penipuan ke kontak korban. Ini membuat penipuan menyebar lebih luas dan sulit dilacak.

Tips Menghindari Penipuan Social Engineering

Menghindari penipuan tidak selalu soal teknologi. Kesadaran diri dan kebiasaan berdigital yang aman jauh lebih penting. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari social engineering.

1. Jangan Percaya pada Kontak Tak Terduga

Jika menerima panggilan atau pesan dari pihak yang mengaku resmi, segera hentikan komunikasi. Hubungi kembali lewat saluran resmi, seperti nomor telepon yang tercantum di situs web resmi instansi terkait.

2. Jangan Klik Tautan atau Unduh File Mencurigakan

Tautan atau file dari sumber tidak dikenal bisa saja mengandung malware. Selalu pastikan keaslian sumber sebelum mengklik atau mengunduh apa pun.

3. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi

Jangan pernah memberikan data sensitif seperti OTP, PIN, atau password kepada siapa pun. Pihak resmi tidak akan pernah meminta data tersebut secara langsung.

Baca Juga:  Rencana OJK Terbitkan 2 Aturan Baru untuk Mendukung Penerapan PSAK 117 Tahun 2026 Ini

4. Aktifkan Notifikasi Transaksi

Dengan mengaktifkan notifikasi transaksi, pengguna bisa langsung mengetahui aktivitas di rekeningnya. Jika ada transaksi mencurigakan, segera laporkan ke bank.

5. Gunakan Aplikasi Resmi untuk Transaksi

Pastikan semua transaksi dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi. Hindari menggunakan tautan yang dikirimkan melalui pesan atau media sosial.

Perbandingan Modus Penipuan Sebelum dan Sesudah Libur Lebaran

Aspek Sebelum Libur Lebaran Sesudah Libur Lebaran
Frekuensi Penipuan Rendah hingga sedang Tinggi
Target Utama Pengguna e-commerce Semua kalangan
Modus Umum Phishing biasa Social engineering
Jenis Data yang Dicari Data transaksi Data pribadi dan akun
Kecepatan Penyebaran Lambat , melalui kontak korban

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan

Menghadapi social engineering, teknologi keamanan saja tidak cukup. Edukasi dan kesadaran diri menjadi garis pertahanan utama. Masyarakat perlu terus dengan berbagai modus penipuan agar tidak mudah terjebak.

Tidak hanya individu, institusi keuangan juga terus mengingatkan nasabah untuk tidak mudah percaya pada kontak tak dikenal. Bank seperti Maybank misalnya, menyarankan nasabah untuk selalu menggunakan aplikasi resmi dan tidak membagikan data rahasia apa pun.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan modus penipuan terbaru. Selalu waspada dan perbarui pengetahuan terkait untuk melindungi diri dari ancaman siber.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.