Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi terus meningkat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mencatat jumlah nasabah bank emas atau bullion bank kini mencapai 5,7 juta orang. Angka ini naik signifikan dari posisi 3,2 juta nasabah pada Februari 2025.
Lonjakan ini terjadi seiring dengan semakin banyaknya lembaga keuangan yang mendapat izin sebagai penyelenggara usaha bullion. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin kepada PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Pegadaian untuk menjalankan layanan tersebut.
Emas Makin Populer, Nasabah Bullion Bank Naik Tajam
Peningkatan jumlah nasabah ini tidak terlepas dari tren masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menyimpan nilai kekayaan dalam bentuk emas. Apalagi, kondisi geopolitik global yang belum stabil membuat emas kembali jadi pilihan utama sebagai aset safe haven.
Salah satu indikator kuatnya minat masyarakat adalah volume emas yang digadaikan di Pegadaian. Dari 94 ton sebelumnya, kini jumlahnya melonjak menjadi 144,7 ton. Selain itu, total nilai pinjaman yang dijamin dengan emas juga meningkat hingga mencapai Rp102 triliun, naik 38,5 ton dari sebelumnya.
Di sisi lain, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga mencatat peningkatan signifikan. Total emas yang dimanfaatkan melalui layanan bullion bank-nya mencapai sekitar 22 ton. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang memanfaatkan emas tidak hanya sebagai tabungan, tapi juga sebagai instrumen pinjaman.
1. Permintaan Emas Naik, Harga Dunia Tembus US$ 5.000 per Ons
Harga emas global mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Saat peluncuran bullion bank, harga emas berada di kisaran US$ 3.000 per ons troi. Kini, angkanya telah melonjak menjadi sekitar US$ 5.000 per ons.
Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian global, terutama akibat konflik geopolitik dan ketegangan di berbagai belahan dunia. Dalam situasi seperti ini, emas menjadi salah satu instrumen yang paling dicari karena dianggap aman dan stabil.
2. Inflasi dan Geopolitik Picu Minat Investasi Emas
Salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih ke emas adalah laju inflasi yang terus meningkat. Banyak orang merasa nilai uang tunai semakin menurun, sehingga mencari alternatif penyimpanan nilai yang lebih aman.
Selain itu, ketidakpastian akibat konflik internasional membuat investor cenderung memilih aset yang tidak mudah terpengaruh oleh gejolak pasar. Emas menjadi salah satu pilihan utama karena sifatnya yang stabil dan memiliki nilai intrinsik tinggi.
3. Bank Syariah dan Pegadaian Dorong Literasi Investasi Emas
BSI dan Pegadaian tidak hanya menyediakan layanan bullion bank, tapi juga aktif dalam program edukasi keuangan. Tujuannya agar masyarakat lebih paham cara berinvestasi emas dengan benar dan aman.
Program ini mencakup pelatihan, seminar, hingga kampanye digital yang menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Dengan literasi yang baik, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan emas secara maksimal sebagai bagian dari portofolio investasi.
Perbandingan Layanan Bullion Bank BSI dan Pegadaian
Berikut adalah perbandingan layanan bullion bank yang ditawarkan oleh BSI dan Pegadaian:
| Aspek | BSI | Pegadaian |
|---|---|---|
| Jenis Layanan | Tabungan emas digital dan fisik | Gadaian emas & tabungan emas |
| Minimum Setoran | 0,01 gram | 0,1 gram |
| Biaya Administrasi | Gratis | Tergantung produk |
| Akses | Aplikasi BSI Mobile & cabang | Aplikasi Pegadaian Digital & cabang |
| Target Pengguna | Investor & nasabah syariah | Masyarakat umum, terutama kelas menengah ke bawah |
4. Cara Membuka Rekening Bullion Bank
Bagi yang tertarik menabung emas melalui bullion bank, berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:
-
Pilih Lembaga Keuangan
Pilih antara BSI atau Pegadaian sesuai dengan kebutuhan dan preferensi. -
Datang ke Cabang atau Gunakan Aplikasi
Bisa langsung ke cabang terdekat atau menggunakan aplikasi resmi dari masing-masing lembaga. -
Lengkapi Dokumen
Siapkan KTP dan dokumen pendukung lainnya seperti NPWP atau bukti alamat. -
Isi Formulir Pendaftaran
Isi data diri dan pilih jenis rekening emas yang diinginkan. -
Lakukan Setoran Awal
Setor emas fisik atau dalam bentuk rupiah sesuai minimum yang ditentukan.
5. Tips Investasi Emas untuk Pemula
Investasi emas bisa sangat menguntungkan jika dilakukan dengan strategi yang tepat. Berikut beberapa tips untuk pemula:
-
Mulai dengan Nominal Kecil
Tidak perlu menabung dalam jumlah besar sejak awal. Mulailah dari yang kecil dan rutin. -
Pahami Jenis Emas yang Tersedia
Ada emas fisik dan emas digital. Pilih yang sesuai dengan gaya investasi. -
Gunakan Aplikasi Resmi
Pastikan transaksi dilakukan melalui platform resmi agar aman dan terpercaya. -
Pantau Harga Emas Global
Harga emas sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar internasional. Pantau secara berkala. -
Diversifikasi Portofolio
Jangan hanya fokus pada emas. Gabungkan dengan instrumen lain seperti reksadana atau saham.
Potensi Emas di Tengah Ketidakpastian Global
Dalam beberapa tahun ke depan, emas diprediksi akan tetap menjadi instrumen investasi yang diminati. Terlebih dengan kondisi ekonomi global yang belum stabil, banyak investor mencari aset yang bisa melindungi nilai kekayaan mereka.
Selain itu, semakin banyaknya layanan digital untuk investasi emas membuat akses semakin mudah. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk ikut berinvestasi, bahkan yang sebelumnya belum pernah melakukannya.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu. Harga emas, jumlah nasabah, serta kebijakan layanan bullion bank bisa berbeda tergantung pada perkembangan pasar dan regulasi yang berlaku. Sebaiknya selalu cek informasi terbaru dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.




