Beranda » Ekonomi Bisnis » Pengguna Jago Syariah Tembus 2,4 Juta di Akhir 2025, Didorong Ekonomi Halal yang Makin Ngetrend

Pengguna Jago Syariah Tembus 2,4 Juta di Akhir 2025, Didorong Ekonomi Halal yang Makin Ngetrend

Pertumbuhan ekonomi syariah di Tanah Air terus menunjukkan tren positif, sejalan dengan semakin banyaknya masyarakat yang tertarik pada solusi keuangan berbasis prinsip syariah. Salah satu pilar penting dalam ekosistem ini adalah Jago Syariah, yang mencatat jumlah pengguna hingga akhir 2025 mencapai 2,4 juta nasabah. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 16,5%, sebuah pencapaian yang tidak bisa diabaikan.

Capaian ini mencerminkan bagaimana layanan syariah mampu menembus segmen masyarakat yang lebih luas. Tidak hanya dan transparan, solusi keuangan berbasis syariah juga semakin relevan dengan gaya hidup modern, terutama di kalangan yang mengutamakan kejelasan nilai dan tujuan finansial.

Pertumbuhan Jago Syariah dan Ekosistem Ekonomi Halal

Peningkatan jumlah pengguna Jago Syariah tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini, mulai dari meningkatnya kepercayaan masyarakat hingga dukungan ekosistem ekonomi halal yang semakin kuat. Berikut beberapa poin penting yang menjelaskan fenomena ini.

1. Meningkatnya Minat terhadap Keuangan Syariah

Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya menggunakan keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Jago Syariah menawarkan layanan yang mudah diakses melalui aplikasi, memungkinkan pengguna mengelola keuangan harian sekaligus merencanakan kebutuhan ibadah seperti dan umrah.

2. Dukungan Ekosistem Ekonomi Halal

memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi syariah global. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia menempati posisi ketiga dunia dalam ekonomi syariah global. Keunggulan ini terutama terlihat di sektor fashion modest, farmasi halal, dan kosmetik halal.

3. Kontribusi Sektor Halal terhadap PDB

Sektor halal value chain (HVC) memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada kuartal III-2025, HVC menyumbang 27,34% dari total PDB atau setara Rp 4.832 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama di 2024 yang hanya mencapai 26,53% atau Rp 4.368 triliun.

4. Pertumbuhan Sertifikasi Produk Halal

Jumlah sertifikat halal yang terakumulasi hingga akhir 2025 mencapai 3,32 juta. Ini merupakan peningkatan sekitar satu juta sertifikat dibandingkan akhir 2024. Artinya, semakin banyak produk yang tersertifikasi halal, menunjukkan semakin tingginya kesadaran pelaku usaha dan konsumen terhadap standar syariah.

Baca Juga:  Program Tabungan Haji Bank Muamalat Kini Fasilitasi 700.000 Jemaah Daftar Antrean 2026

Indikator Keuangan Syariah Nasional

Selain pertumbuhan jumlah pengguna, beberapa indikator makro ekonomi syariah juga menunjukkan perkembangan positif. Berikut data penting yang mencerminkan kondisi ekonomi syariah di Indonesia.

1. Indeks Ekonomi Syariah Indonesia

Bank Indonesia mencatat indeks ekonomi syariah pada 2025 sebesar 50,18%. Angka ini menunjukkan bahwa sektor syariah terus berkembang dan menjadi bagian penting dari perekonomian nasional.

2. Literasi Keuangan Syariah

(OJK) melaporkan bahwa indeks keuangan syariah mencapai 43,42%, naik dari 39,11% pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan berbasis syariah.

3. Inklusi Keuangan Syariah

Meski literasi meningkat, inklusi keuangan syariah masih berada di level 13,41%. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan keuangan syariah, sehingga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi bank digital.

Fitur Unggulan Jago Syariah yang Mendukung Pertumbuhan

Jago Syariah tidak hanya tumbuh dalam jumlah pengguna, tetapi juga dalam inovasi layanan. Salah satu kekuatan utama adalah fitur perencanaan keuangan berbasis tujuan (goal-based ) yang selaras dengan prinsip syariah.

1. Kantong untuk Perencanaan Ibadah

Fitur “Kantong” memungkinkan pengguna menyimpan dana untuk tujuan tertentu, termasuk ibadah. Tercatat lebih dari 40.000 nasabah telah menggunakan Kantong Haji dan Kantong Umrah, menunjukkan bahwa fitur ini sangat relevan dengan kebutuhan spiritual pengguna.

2. Transaksi Zakat dan Sedekah di Waktu Subuh hingga Dhuha

Selama Ramadan, lebih dari 68% nasabah menunaikan zakat dan sedekah pada waktu subuh hingga dhuha. Ini menunjukkan bahwa pengguna Jago Syariah sangat aktif dalam praktik ibadah keuangan. Sebanyak 53% transaksi sedekah disalurkan untuk anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal.

3. Transaksi di Luar Negeri Meningkat Signifikan

Transaksi kartu debit Jago Syariah di Arab Saudi tumbuh 205% pada 2024. Ini menunjukkan bahwa layanan Jago Syariah tidak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga diakui dan digunakan oleh jamaah haji dan umrah di luar negeri.

Baca Juga:  Laba CIMB Niaga Naik Tajam di Awal 2026, Dana Murah Jadi Penopang Kuat Pertumbuhan

Tantangan dan Peluang di Depan

Meski pencapaian Jago Syariah sangat menggembirakan, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan syariah. Literasi mencapai 43,42%, tetapi inklusi baru 13,41%. Artinya, masih banyak masyarakat yang memahami pentingnya keuangan syariah, tetapi belum bisa mengaksesnya.

Namun, ini juga menjadi peluang besar bagi platform digital seperti Jago Syariah. Dengan digitalisasi, layanan keuangan syariah bisa lebih mudah dijangkau, efisien, dan relevan dengan gaya hidup modern. Terlebih lagi, dengan fitur yang dirancang khusus untuk tujuan ibadah dan perencanaan keuangan, Jago Syariah berhasil menarik minat generasi muda yang mengutamakan nilai-nilai syariah.

Rangkuman Data Pertumbuhan Jago Syariah dan Ekonomi Syariah Nasional

Berikut adalah rangkuman data penting terkait pertumbuhan Jago Syariah dan ekosistem ekonomi halal nasional:

Indikator Nilai 2024 Nilai 2025 Kenaikan
Pengguna Jago Syariah 2,06 juta 2,4 juta 16,5% YoY
Kontribusi HVC terhadap PDB 26,53% 27,34% +0,81%
Sertifikat Halal 2,32 juta 3,32 juta +1 juta
Indeks Ekonomi Syariah BI 49,85% 50,18% +0,33%
Literasi Keuangan Syariah OJK 39,11% 43,42% +4,31%
Inklusi Keuangan Syariah 12,15% 13,41% +1,26%

Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan ekonomi dan kebijakan nasional.

Pertumbuhan Jago Syariah hingga mencapai 2,4 juta pengguna pada akhir 2025 adalah cerminan dari semakin tingginya minat masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Dengan dukungan ekosistem ekonomi halal yang kuat dan inovasi teknologi, platform ini tidak hanya tumbuh dalam jumlah, tetapi juga dalam kualitas layanan dan dampak sosial.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.