Beranda » Ekonomi Bisnis » Transaksi Digital BRI Melesat, Dorong Pertumbuhan Dana Murah Sampai Akhir 2025

Transaksi Digital BRI Melesat, Dorong Pertumbuhan Dana Murah Sampai Akhir 2025

Pertumbuhan transaksi di Bank BRI terus menunjukkan tren positif hingga akhir 2025. Lonjakan aktivitas di segmen ritel hingga korporasi berkontribusi besar pada penguatan . Langkah ini sejalan dengan strategi BRIVolution Reignite yang berfokus pada efisiensi dan stabilitas bank.

Sebagai salah satu bank terbesar di , BRI terus mengoptimalkan layanan digitalnya untuk menopang struktur funding yang kuat. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren, tapi kebutuhan agar tetap relevan dan kompetitif di era modern.

Peningkatan Transaksi Digital di Segmen Ritel

Salah satu andalan utama BRI dalam mendorong transaksi digital adalah aplikasi SuperApp BRImo. Platform ini terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan akses layanan sekaligus mendukung ekosistem pembayaran yang inklusif.

1. Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta

Hingga akhir Desember 2025, jumlah pengguna aktif BRImo mencapai 45,9 juta. Angka ini naik 18,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini membuktikan bahwa masyarakat semakin nyaman menggunakan layanan digital BRI.

2. Nilai Transaksi BRImo Capai Rp7.076,9 Triliun

Tak hanya jumlah pengguna, nilai transaksi melalui BRImo juga melonjak. Total transaksi mencapai Rp7.076,9 triliun, naik 26,4% secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya aktif, tapi juga sering melakukan transaksi bernilai tinggi.

Peran Qlola di Segmen Menengah dan Korporasi

Di sisi bisnis, BRI mengandalkan platform cash management bernama Qlola. Platform ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan transaksi end-to-end bagi pelaku usaha menengah hingga korporasi.

1. Pengguna Aktif Qlola Capai 113.000

Akhir 2025 mencatat jumlah pengguna aktif Qlola sebanyak 113.000. Angka ini melonjak 48,1% dibanding tahun sebelumnya, menandakan adopsi teknologi digital di kalangan pelaku bisnis terus meningkat.

Baca Juga:  Cara Manulife Indonesia Tingkatkan 5 Target Utama Layanan Nasabah Menengah Tahun 2026

2. Volume Transaksi Qlola Tembus Rp13.456 Triliun

Volume transaksi melalui Qlola juga naik signifikan, yaitu 36,2% menjadi Rp13.456 triliun. Ini menunjukkan bahwa Qlola berhasil memfasilitasi kebutuhan transaksi bisnis yang besar dan kompleks.

Peningkatan Ekosistem Pembayaran Melalui QRIS

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi salah satu pilar penting dalam ekspansi . BRI terus memperluas jaringan merchant yang menerima pembayaran QRIS.

1. Sales Volume QRIS Naik 100%

Volume transaksi melonjak hingga 100% secara tahunan, mencapai Rp85,6 triliun. Lonjakan ini menunjukkan semakin banyak merchant dan konsumen yang menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran utama.

2. Jumlah Transaksi QRIS Tembus 782,8 Juta

Jumlah transaksi QRIS juga melonjak drastis, mencatat lebih dari 782,8 juta transaksi. Ini membuktikan bahwa QRIS bukan hanya populer di kalangan pelaku usaha, tapi juga digunakan secara masif oleh masyarakat umum.

Dampak Positif pada Dana Murah dan Struktur Pendanaan

Lonjakan transaksi digital berimbas langsung pada peningkatan dana giro dan tabungan. Hal ini membuat rasio Current Account Saving Account (CASA) tetap tinggi, yang merupakan indikator penting dalam menjaga efisiensi biaya dana.

1. Rasio CASA Stabil di 70,6%

Per Desember 2025, rasio tercatat di angka 70,6%. Angka ini cukup tinggi dan menunjukkan bahwa mayoritas dana berasal dari sumber murah, yakni tabungan dan giro, bukan dari pinjaman mahal.

Baca Juga:  Pencapaian Pembiayaan Multiguna iB Hijrah Bank Muamalat Melonjak 37,1 Persen di 2026

2. Biaya Dana Turun Menjadi 2,9%

Seiring dengan penguatan CASA, biaya dana (cost of fund) BRI juga membaik. Di akhir 2025, angka ini turun menjadi 2,9%, dari sebelumnya 3,1% di akhir 2024. Penurunan ini memberikan ruang bagi BRI untuk menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif kepada nasabah.

Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI Tembus Rp1.467 Triliun

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga tumbuh positif sepanjang tahun 2025. Hingga akhir Desember, DPK mencapai Rp1.467 triliun, naik 7,4% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh loyalitas nasabah dan ekspansi layanan digital.

Strategi Lanjutan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Manajemen BRI menyatakan bahwa pengembangan platform digital dan layanan merchant akan terus dilakukan. Tujuannya adalah menjaga momentum pertumbuhan dana murah dan memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif.

Langkah-langkah ini bukan hanya soal angka, tapi juga tentang memberikan nilai tambah bagi nasabah dan mitra usaha. Dengan terus berinovasi, BRI berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di Indonesia.

Disclaimer: Data yang disajikan bersifat simulatif dan berdasarkan informasi hingga akhir tahun 2025. Angka dan kondisi bisa berubah seiring perkembangan regulasi, , dan strategi korporasi BRI ke depannya.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.