Daftar calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya diumumkan. Sebanyak 20 nama lolos seleksi administrasi dan kini menjadi sorotan publik. Banyak di antara mereka adalah figur lama dari internal OJK atau lembaga terkait seperti Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Meski begitu, muncul pertanyaan besar: apakah mereka punya kapasitas untuk membawa OJK ke arah yang lebih baik?
Tak semua pihak optimis dengan daftar ini. Beberapa pengamat menilai bahwa mayoritas nama yang muncul masih berada dalam lingkaran status quo. Artinya, belum ada sosok yang benar-benar membawa angin segar bagi OJK yang saat ini tengah menghadapi tantangan berat, mulai dari tekanan geopolitik hingga ekspektasi publik terhadap independensi pengawas.
Siapa Saja Nama-Nama yang Lolos Seleksi?
Daftar calon ini menampilkan sejumlah nama yang sudah tidak asing lagi di kalangan pelaku industri keuangan. Dominasi pejabat lama OJK terlihat jelas, begitu juga dengan figur dari BI, Kemenkeu, dan LPS. Ada juga wajah-wajah baru dari sektor swasta, meski jumlahnya masih terbatas.
1. Pejabat OJK yang Kembali Mencalonkan Diri
Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi, yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara Ketua DK dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, masuk dalam daftar. Mereka sudah menjalani peran transisi sejak kepemimpinan Mahendra Siregar berakhir.
2. Pejabat Purnabakti dan Mantan Calon ADK
Lasmaida Gultom, yang pernah mencalonkan diri pada periode sebelumnya, kembali muncul. Begitu juga dengan Hernawan Bekti Sasongko dan Hidayat Prabowo yang juga pernah masuk pencalonan ADK OJK 2022-2027.
3. Wajah dari Badan Pengelola Investasi Danantara
Dua nama dari Danantara, yaitu Agus Sugiarto dan Pahala Nugraha, masuk dalam daftar. Mereka adalah komisaris senior di anak perusahaan investasi milik negara tersebut.
4. Pejabat Senior Kementerian Keuangan
Adi Budiarso dan Bobby Wahyu Hermawan, yang sudah lebih dari 20 tahun berkarier di Kemenkeu, juga menjadi calon. Mereka dikenal memiliki pengalaman di bidang fiskal dan pengelolaan keuangan negara.
5. Representasi dari Bank Indonesia
Tiga nama dari BI lolos seleksi, yaitu Anton Daryono, Dicky Kartikoyono, dan Iskandar Simorangkir. Dicky Kartikoyono bahkan sudah dua kali menjadi calon Deputi Gubernur BI dan pernah lolos tahap wawancara untuk Ketua DK OJK sebelumnya.
6. Calon dari Lembaga Penjamin Simpanan
Ary Zulfikar dan Danu Febrianto, yang juga pernah mencalonkan diri sebagai DK LPS, masuk dalam daftar. Mereka membawa pengalaman di bidang pengawasan perbankan dan sistem penjaminan.
7. Wajah dari Sektor Swasta
Beberapa komisaris utama dari BUMN dan perusahaan swasta juga masuk, seperti Dhani Gunawan Idat dari BPRS HIK Parahyangan dan Orias Petrus Moedak dari PT RJL Maritime Logistics.
Apa Kata Pengamat?
Meski banyak nama yang punya track record panjang, tidak semua pihak yakin bahwa mereka bisa membawa OJK ke level yang lebih tinggi. Bhima Yudhistira Adhinegara dari CELIOS menilai bahwa tidak ada sosok baru yang benar-benar bisa mengguncang status quo OJK saat ini.
Menurut Bhima, OJK butuh pemimpin yang benar-benar independen, profesional, dan punya visi jelas untuk memperbaiki sistem pengawasan. Ia menilai bahwa nama-nama yang muncul masih di bawah standar yang dibutuhkan, terutama jika dibandingkan dengan sosok seperti Mahendra Siregar.
Di sisi lain, Myrdal Gunarto dari Maybank Indonesia melihat sisi positif. Ia menilai bahwa sebagian besar calon memiliki pengalaman kuat dan integritas yang teruji. Terutama Dicky Kartikoyono, yang menurutnya unggul dalam hal pengalaman dan pemahaman sistem pembayaran.
Tantangan yang Akan Dihadapi Ketua OJK Terpilih
OJK saat ini berada di tengah tekanan yang tidak ringan. Inflasi global yang terus mengganjal, ketidakpastian geopolitik, dan eksodus dana asing dari pasar modal membuat situasi semakin rumit. Moody’s dan Fitch bahkan sudah menurunkan outlook utang Indonesia menjadi negatif.
Untuk itu, Ketua DK OJK terpilih nantinya harus mampu:
- Membangun kembali kepercayaan publik terhadap OJK
- Memastikan independensi lembaga dari intervensi politik
- Memperkuat pengawasan terhadap sektor fintech dan pasar modal
- Mendorong inovasi produk keuangan yang aman dan inklusif
Daftar Calon ADK OJK yang Lolos Seleksi Administrasi
| No | Nama Lengkap | Latar Belakang / Jabatan Saat Ini |
|---|---|---|
| 1 | Friderica Widyasari Dewi | Pejabat Sementara Ketua DK OJK |
| 2 | Hasan Fawzi | Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal |
| 3 | Bambang Mukti Riyadi | Deputi Komisioner OJK |
| 4 | Darmansyah | Deputi Komisioner OJK |
| 5 | Hernawan Bekti Sasongko | Mantan Calon ADK OJK |
| 6 | Hidayat Prabowo | Mantan Calon ADK OJK |
| 7 | Lasmaida Gultom | Pejabat Purnabakti OJK, Mantan Calon ADK |
| 8 | Agus Sugiarto | Komisaris Independen Danantara Asset Management |
| 9 | Pahala Nugraha | Komisaris Utama Danantara Investment Management |
| 10 | Adi Budiarso | Pejabat Senior Kemenkeu |
| 11 | Bobby Wahyu Hermawan | Pejabat Senior Kemenkeu |
| 12 | Anton Daryono | Pejabat Senior BI |
| 13 | Dicky Kartikoyono | Mantan Calon Deputi Gubernur BI, Pernah Lolos Wawancara |
| 14 | Iskandar Simorangkir | Pejabat Senior BI, Pernah Lolos Wawancara Calon Ketua DK |
| 15 | Ary Zulfikar | Pejabat Senior LPS |
| 16 | Danu Febrianto | Pejabat Senior LPS |
| 17 | Dhani Gunawan Idat | Komisaris Utama BPRS HIK Parahyangan |
| 18 | Orias Petrus Moedak | Komisaris Utama PT RJL Maritime Logistics |
Disclaimer: Informasi dalam tabel ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring tahapan seleksi berikutnya.
Harapan untuk OJK ke Depan
OJK memang bukan lembaga yang mudah dipimpin. Ia harus seimbang antara menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendorong inovasi. Tantangan besar seperti pengawasan fintech ilegal, risiko geopolitik, dan kebutuhan pasar modal yang lebih likuid, harus dihadapi dengan kepemimpinan yang visioner.
Calon-calon yang lolos seleksi administrasi ini akan melalui tahap wawancara dan verifikasi lebih lanjut. Hasil akhir akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan. Harapannya, dari proses ini akan lahir sosok yang tidak hanya punya pengalaman, tapi juga visi jernih untuk masa depan OJK.
Yang jelas, publik dan pelaku industri tengah menunggu sosok yang bisa membawa OJK ke level yang lebih tinggi. Bukan hanya soal pengawasan, tapi juga soal membangun kembali kepercayaan terhadap sistem jasa keuangan nasional.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.




