Bisnis bancassurance di Indonesia terus menunjukkan sinyal positif, terutama dari sisi kontribusi premi terhadap total pendapatan perusahaan asuransi. PT Zurich Topas Life (Zurich Life) mencatatkan pertumbuhan Annual Premium Equivalent (APE) dari kanal bancassurance yang melonjak lebih dari 50% pada awal tahun 2026. Angka ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan asuransi dan bank masih menjadi tulang punggung distribusi produk asuransi di Tanah Air.
Finance Director Zurich Life, Fred Chan, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan dinamika industri asuransi jiwa secara nasional. Ia menegaskan bahwa kualitas bisnis dari kanal bancassurance tetap terjaga berkat sinergi yang kuat dengan mitra perbankan. Saat ini, kontribusi premi bancassurance mencapai sekitar 20% dari total pendapatan premi Zurich Life, sebuah angka yang dinilai seimbang dalam strategi diversifikasi distribusi perusahaan.
Pertumbuhan Bancassurance dan Strategi Zurich Life
Zurich Life tidak hanya mengandalkan pertumbuhan premi yang tinggi, tetapi juga memperkuat fondasi kolaborasi dengan mitra bank. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa layanan dan produk yang ditawarkan tetap relevan dengan kebutuhan nasabah. Dengan pendekatan ini, perusahaan optimistis bisa menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun.
Menariknya, meski tidak merinci jumlah premi secara spesifik, Fred Chan menyatakan bahwa bancassurance tetap menjadi salah satu pilar penting dalam strategi jangka panjang Zurich Life. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk keberlanjutan bisnis.
1. Penguatan Kolaborasi dengan Bank
Salah satu langkah konkret yang diambil Zurich Life adalah memperkuat kolaborasi dengan mitra perbankan. Melalui sinergi ini, perusahaan bisa menjangkau lebih banyak nasabah potensial yang sebelumnya belum tersentuh oleh produk asuransi.
2. Pengembangan Produk yang Relevan
Zurich Life juga terus mengembangkan produk-produk yang sesuai dengan tren dan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa meningkatkan daya tarik produknya di kanal bancassurance, yang notabene menjadi salah satu saluran distribusi paling efektif saat ini.
3. Peningkatan Kapabilitas Layanan
Selain produk, Zurich Life juga fokus pada peningkatan kapabilitas layanan. Ini mencakup pelatihan mitra bank, peningkatan sistem distribusi digital, hingga optimalisasi pengalaman pelanggan di setiap titik interaksi.
Kinerja Keuangan Zurich Life di Tahun 2025
Dari sisi kinerja keuangan, Zurich Life mencatatkan premi bruto sebesar Rp 952,8 miliar pada tahun 2025, naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 865,7 miliar. Meski pertumbuhan premi terlihat moderat, peningkatan klaim dan manfaat yang dibayarkan cukup signifikan, yakni meningkat 49,59% menjadi Rp 246 miliar dari Rp 164,4 miliar di tahun 2024.
Kenaikan klaim ini bisa menjadi cerminan dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat asuransi, terutama di masa ketidakpastian ekonomi seperti saat ini. Namun, Zurich Life tetap mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan pengelolaan risiko klaim.
Perbandingan Kinerja Premi Bancassurance Zurich Life dan Industri
Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi melalui kanal bancassurance pada periode Januari hingga September 2025 mencapai Rp 55,28 triliun. Meski secara tahunan mengalami penurunan sebesar 4,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, kontribusi Zurich Life tetap menunjukkan tren positif.
Berikut adalah perbandingan kinerja premi bancassurance:
| Perusahaan / Indikator | Premi Bancassurance (Jan-Sep 2025) | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| Zurich Life | 20% dari total premi | Lebih dari 50% APE |
| Industri Nasional | Rp 55,28 triliun | -4,2% |
Catatan: Data bersifat agregat dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar.
Tantangan dan Prospek di Tahun 2026
Meski pencapaian Zurich Life tergolong positif, industri asuransi secara umum masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah penurunan kontribusi premi bancassurance di level industri yang tercatat turun 4,2% secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa tidak semua perusahaan bisa mempertahankan momentum pertumbuhan yang sama.
Namun, Zurich Life tampaknya berhasil memanfaatkan kolaborasi yang kuat dengan bank untuk tetap tumbuh di tengah kondisi tersebut. Ini menjadi bukti bahwa strategi yang tepat dan eksekusi yang solid bisa menghasilkan kinerja yang berbeda di tengah tantangan industri.
Strategi Jangka Panjang Zurich Life
Ke depannya, Zurich Life akan terus mengandalkan bancassurance sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan. Perusahaan juga terus mengembangkan strategi digital dan inovasi produk untuk memperluas jangkauan dan efisiensi distribusi. Dengan kombinasi ini, Zurich Life berharap bisa menjaga konsistensi pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya di pasar asuransi jiwa nasional.
Melihat tren saat ini, Zurich Life tampaknya berada di jalur yang tepat. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi dan digitalisasi di sektor keuangan, peluang untuk memperluas jangkauan melalui bancassurance akan semakin besar.
Penutup
Dengan kontribusi premi bancassurance mencapai 20% dan pertumbuhan APE yang melonjak lebih dari 50%, Zurich Life berhasil membuktikan bahwa kolaborasi dengan sektor perbankan bisa menjadi katalisator pertumbuhan yang kuat. Meski industri menghadapi tantangan, Zurich Life tetap mampu menjaga performa dan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar dan kebijakan perusahaan.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.




