BNBR resmi mendapat lampu hijau dari pemegang saham untuk menjalankan right issue senilai hingga Rp6,5 triliun. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat posisi keuangan perusahaan dan mendukung rencana akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Dalam RUPSLB yang digelar akhir pekan ini, sejumlah poin penting disetujui termasuk penerbitan saham baru Seri E sebanyak maksimal 90 miliar lembar.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memperbaiki rasio keuangan, tapi juga membuka peluang ekspansi di sektor infrastruktur. Meski ada potensi dilusi kepemilikan, manajemen optimistis langkah ini akan memberi dampak positif jangka panjang.
Rencana Right Issue dan Penggunaan Dana
1. Besaran Dana yang Dihimpun
BNBR menargetkan pengumpulan dana melalui right issue sebesar Rp4 triliun hingga Rp6,5 triliun. Dana ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan korporasi, termasuk pelunasan utang dan pengembangan bisnis.
2. Penerbitan Saham Baru
Perseroan berencana menerbitkan hingga 90 miliar saham baru Seri E. Saham ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari proses penambahan modal.
3. Penggunaan Dana Right Issue
Dana hasil right issue akan dialokasikan untuk:
4. Proyeksi Perbaikan Rasio Keuangan
Secara proforma, right issue ini diproyeksikan menurunkan rasio total pinjaman terhadap total aset dari 84,28% menjadi 67,9%. Sementara rasio pinjaman terhadap ekuitas juga turun drastis dari 536,02% menjadi 211,57%.
Potensi Dilusi dan Dampak bagi Pemegang Saham
1. Risiko Dilusi Kepemilikan
Pemegang saham yang tidak mengeksekusi hak memesan saham baru berisiko mengalami dilusi kepemilikan hingga 33,33%. Ini merupakan konsekuensi umum dari right issue yang memberikan hak terlebih dahulu kepada investor lama.
2. Perlindungan Hak Investor
Investor yang tidak menggunakan haknya masih memiliki opsi untuk menjual hak tersebut di pasar sekunder, sehingga tetap bisa memperoleh nilai dari hak yang dimiliki.
Kinerja Keuangan BNBR di Tahun 2025
1. Pendapatan Bersih
Pendapatan bersih BNBR pada tahun 2025 mencapai Rp3,74 triliun, sedikit turun 3,28% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi meskipun laba bersih justru meningkat tajam.
2. Laba Bersih
Laba bersih melonjak 49,6% menjadi Rp502,74 miliar dari Rp336,04 miliar di tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan efisiensi biaya dan peningkatan kinerja operasional.
3. Kontributor Pendapatan Utama
| Grup Bisnis | Kontribusi Pendapatan |
|---|---|
| Bakrie Metal Industries Group | Rp2,18 triliun |
| VKTR Teknologi Mobilitas Group | Rp1,08 triliun |
| Bakrie Indo Infrastructure Group | Rp464,21 miliar |
Strategi Bisnis dan Ekspansi
1. Fokus pada Infrastruktur dan Mobilitas
BNBR terus mengembangkan portofolio bisnisnya di sektor infrastruktur dan teknologi mobilitas. Akuisisi CCT menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kehadiran di bisnis jalan tol.
2. Diversifikasi Bisnis
Selain infrastruktur, grup Bakrie juga mengembangkan bisnis manufaktur dan teknologi melalui anak usaha seperti VKTR dan Bakrie Metal Industries.
Perbandingan Right Issue Emiten Lain
| Emiten | Dana Terkumpul | Tujuan Right Issue | Tanggal |
|---|---|---|---|
| BNBR | Rp4–6,5 triliun | Modal kerja & akuisisi | Februari 2026 |
| Matahari Putra Prima | Tidak disebutkan | Akuisisi aset & modal kerja | Februari 2026 |
| Widodo Makmur Unggas | Tidak disebutkan | Penguatan modal & kinerja keuangan | Februari 2026 |
| Anabatic Technologies | Tidak disebutkan | Pelunasan obligasi | Februari 2026 |
Catatan Penting
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini per Februari 2026. Namun, kondisi pasar dan kebijakan korporasi dapat berubah sewaktu-waktu. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi emiten dan otoritas pasar modal untuk informasi terbaru.
Langkah right issue BNBR menjadi cerminan dari upaya adaptasi terhadap dinamika pasar yang terus berubah. Dengan dana segar yang dihimpun, BNBR berpotensi mempercepat pertumbuhan bisnis dan memperkuat struktur keuangan jangka panjang.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.





