Beranda » Perbankan » BNI Imbau Masyarakat Waspada terhadap Modus Kejahatan Digital saat Transaksi Keuangan Meningkat Jelang Idul Fitri

BNI Imbau Masyarakat Waspada terhadap Modus Kejahatan Digital saat Transaksi Keuangan Meningkat Jelang Idul Fitri

Gedung BNI. | Foto: BNI

Penulis: Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA– Melonjaknya selama Ramadan dan Idulfitri menjadi momentum tingginya modus kejahatan siber, khususnya phishing. Hal ini seiring dengan pencairan Tunjangan Hari Raya () yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk menguras tabungan masyarakat.

Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk () atau BNI Okki Rushartomo mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber yang terjadi. Ia menyebut peningkatan transaksi keuangan pada periode Ramadan membuat serangan siber ikut meningkat.

Modus Phishing Masih Jadi Ancaman Utama

Phishing masih menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling umum terjadi. Dalam modus ini, pelaku menyamar sebagai institusi resmi atau pihak tepercaya untuk mencuri data pribadi, seperti username, kata sandi, , hingga informasi kartu kredit.

Serangan phishing biasanya dilakukan melalui email, pesan singkat (SMS), panggilan telepon, maupun media sosial. Pelaku mengirimkan pesan yang tampak meyakinkan agar korban mengklik tautan palsu, membuka lampiran berbahaya, atau memberikan informasi sensitif tanpa disadari.

1. Ciri-Ciri Email atau Pesan Phishing yang Harus Diwaspadai

Beberapa ciri yang patut diwaspadai antara lain alamat email pengirim yang mencurigakan. Penggunaan sapaan umum seperti ‘Pelanggan yang Terhormat’ juga bisa jadi indikator. Bahasa bernada mendesak dan tautan yang menyerupai situs resmi namun memiliki alamat berbeda juga perlu dicurigai.

2. Dampak Serangan Phishing yang Bisa Terjadi

Phishing dapat menjadi pintu masuk kejahatan yang lebih serius. Mulai dari pencurian identitas hingga pengambilalihan akun dan transaksi ilegal yang merugikan nasabah. Bahkan, tren menunjukkan serangan semakin tertarget dan sulit dikenali karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Baca Juga:  Bank Jago Catat Kenaikan Laba 115 Persen hingga Rp276 Miliar pada Tahun 2025

3. Cara Mencegah Serangan Phishing

BNI mengimbau nasabah untuk selalu memeriksa alamat pengirim dan memastikan pesan berasal dari sumber resmi. Masyarakat juga diminta menghindari membuka lampiran dari pengirim tidak dikenal. Mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) serta menggunakan kata sandi yang kuat dan unik juga sangat penting.

4. Langkah yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Aktivitas Mencurigakan

Nasabah juga tidak boleh membagikan data pribadi, PIN, password, maupun kode kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank. Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau dugaan phishing, masyarakat dapat melaporkannya melalui email [email protected].

Tabel: Perbandingan Modus Phishing dan Cara Menghindarinya

Ciri Phishing Cara Menghindari
Alamat email mencurigakan Periksa alamat pengirim
Sapaan umum seperti ‘Pelanggan’ Waspadai sapaan tidak personal
Bahasa mendesak Jangan panik, verifikasi dulu
Tautan palsu klik sembarangan
Lampiran mencurigakan Jangan buka lampiran dari pengirim tak dikenal

Tips Tambahan untuk Keamanan Digital

Selain menghindari phishing, ada beberapa langkah tambahan yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan digital. Pertama, pastikan perangkat selalu diperbarui dengan versi sistem operasi dan terbaru. Kedua, gunakan aplikasi resmi dari sumber terpercaya. Ketiga, aktifkan notifikasi transaksi agar bisa langsung mendeteksi aktivitas mencurigakan.

5. Pentingnya Edukasi Diri dan Keluarga

Kejahatan siber tidak hanya menargetkan individu, tapi juga keluarga. Edukasi diri dan keluarga tentang bahaya phishing serta cara menghindarinya sangat penting. Terutama menjelang Idulfitri, ketika aktivitas transaksi digital meningkat.

Baca Juga:  Bank Muamalat dan BMM Bagikan Rp 240 Juta untuk Lebih dari 2.000 Anak Yatim di Ramadan 2026

6. Peran Teknologi dalam Mencegah Kejahatan Digital

Teknologi juga berperan penting dalam mencegah kejahatan digital. Banyak bank, termasuk BNI, telah mengembangkan sistem keamanan canggih yang mampu mendeteksi dan memblokir aktivitas mencurigakan secara real-time. Namun, peran pengguna tetap sangat penting dalam menjaga keamanan akun.

7. Pentingnya Laporan jika Menemukan Aktivitas Mencurigakan

Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau dugaan phishing, segera laporkan ke pihak terkait. BNI menyediakan email khusus untuk pelaporan yaitu [email protected]. Laporan ini akan ditindaklanjuti oleh tim keamanan siber bank.

Kesadaran Bersama Kunci Utama Keamanan Digital

Kejahatan siber tidak bisa dicegah sepenuhnya hanya dengan teknologi. Kesadaran dan kewaspadaan bersama dari pengguna adalah kunci utama. Terutama di masa-masa seperti Ramadan dan Idulfitri, ketika transaksi digital meningkat tajam.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data dan kondisi terkini sebaiknya diverifikasi langsung melalui sumber resmi terkait.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.