PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatat penyaluran kredit sebesar Rp123,64 triliun hingga akhir 2025. Angka ini turun 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh rebalancing portofolio kredit korporasi di segmen Global Banking (GB), yang mengalami kontraksi sebesar 18,4 persen secara tahunan.
Namun, tidak semua segmen mengalami tekanan. Kredit GB untuk Large Local Corporates (GB-LLC) justru tumbuh positif sebesar 13,1 persen secara kuartalan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa fokus Maybank Indonesia mulai bergeser ke segmen korporasi lokal yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Penyaluran Kredit Maybank Indonesia di 2025
Penyaluran kredit merupakan salah satu indikator utama kesehatan bank. Di tahun 2025, Maybank Indonesia mencatatkan total aset sebesar Rp193,72 triliun, turun 1,8 persen dari tahun sebelumnya. Meski begitu, kualitas aset justru membaik, terlihat dari penurunan saldo Non-Performing Loan (NPL) sebesar 19,5 persen.
1. Kredit Non-Ritel Naik 5,2 Persen
Kredit non-ritel tumbuh 5,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh kredit komersial (business banking) yang naik 11,6 persen. Kredit Usaha Kecil dan Menengah (SME+) juga naik 6,6 persen. Namun, Retail SME (RSME) justru mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.
2. Kredit Ritel Naik 5,2 Persen
Kredit ritel juga tumbuh sejalan dengan non-ritel, yaitu 5,2 persen. Kredit otomotif menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 8,6 persen. Pembiayaan ritel konsumer seperti kartu kredit dan KTA naik 5,4 persen. Sementara itu, KPR hanya tumbuh tipis 0,2 persen.
3. Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp21,23 Triliun
Maybank melalui Community Financial Services (CFS) juga menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp21,23 triliun. Salah satu yang menonjol adalah pembiayaan transportasi ramah lingkungan yang naik hingga 131 persen secara tahunan.
Kinerja Simpanan dan Likuiditas
Simpanan nasabah atau dana pihak ketiga (DPK) mencatatkan total Rp116,19 triliun, turun 2,4 persen secara tahunan. Meski demikian, komposisi simpanan mengalami perbaikan, terutama dari sisi CASA (Current Account and Savings Account).
1. CASA Naik Jadi 57,6 Persen
Rasio CASA meningkat dari 52,9 persen pada 2024 menjadi 57,6 persen di akhir 2025. Giro naik 12,0 persen seiring dengan meningkatnya transaksi korporasi melalui platform M2E. Tabungan justru turun 3,3 persen, tapi jumlah transaksi ritel melalui M2U naik 23,4 persen.
2. Deposito Turun 12,1 Persen
Deposito berjangka turun 12,1 persen seiring strategi bank untuk mengoptimalkan struktur pendanaan. Penurunan ini juga berlaku untuk unit syariah yang mencatatkan penurunan deposito sebesar 29,9 persen.
3. Likuiditas Tetap Sehat
Likuiditas Maybank Indonesia tetap berada di level sehat. Loan-to-Deposit Ratio (LDR) bank-only sebesar 90,3 persen. LCR bank-only mencapai 175,8 persen, jauh di atas ketentuan minimum 100 persen. NSFR bank-only juga berada di level 112,4 persen.
Perbankan Syariah Catatkan Pertumbuhan Positif
Unit syariah Maybank Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang solid di tahun 2025. PBT naik hingga 104,0 persen menjadi Rp847 miliar. Pendapatan setelah distribusi bagi hasil juga naik 16,5 persen.
1. Pembiayaan Non-Ritel Naik 8,1 Persen
Pembiayaan non-ritel tumbuh 8,1 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh pembiayaan SME+ yang naik 27,7 persen, RSME naik 6,6 persen, dan business banking naik 3,2 persen.
2. Pembiayaan Ritel Naik 13,5 Persen
Pembiayaan ritel naik 13,5 persen, terutama dari pembiayaan kepemilikan properti yang tumbuh 16,5 persen. Total pembiayaan syariah mencapai Rp30,51 triliun, atau 28,1 persen dari total portofolio pembiayaan bank.
3. CASA Syariah Naik Jadi 64,8 Persen
CASA syariah naik dari 55,0 persen menjadi 64,8 persen. Giro naik 13,8 persen, meskipun tabungan turun 1,8 persen. Total simpanan nasabah syariah mencapai Rp32,95 triliun, turun 10,4 persen secara tahunan.
Strategi ROAR30 Jadi Fondasi Pertumbuhan
Maybank Group meluncurkan strategi jangka panjang bernama ROAR30. Strategi ini merupakan rencana lima tahun paling ambisius dalam sejarah grup. ROAR30 dibangun di atas momentum yang diciptakan melalui M25+, yang berfokus pada percepatan pertumbuhan dan penguatan kapabilitas bisnis.
1. Fokus pada Pengalaman Nasabah
Salah satu pilar utama ROAR30 adalah menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah. Ini mencakup penyederhanaan proses, peningkatan layanan digital, dan personalisasi produk.
2. Dampak Positif untuk Masyarakat
Maybank juga ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program-program berkelanjutan seperti pembiayaan transportasi ramah lingkungan menjadi bagian dari komitmen ini.
3. Penguatan Ekonomi Riil
Terakhir, strategi ini bertujuan mendorong penguatan ekonomi riil melalui penyaluran kredit yang tepat sasaran, terutama untuk UMKM dan sektor produktif lainnya.
Kualitas Aset dan Permodalan Tetap Kuat
Kualitas aset Maybank Indonesia terus membaik. Rasio NPL (gross) turun dari 2,7 persen menjadi 2,2 persen. NPL (net) juga turun dari 1,4 persen menjadi 1,3 persen. Saldo NPL secara keseluruhan turun 19,5 persen.
1. CAR Stabil di 27,3 Persen
Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap stabil di level 27,3 persen. Rasio Common Equity Tier 1 (CET1) juga tinggi, yaitu 26,1 persen. Angka ini jauh di atas ketentuan minimum, menunjukkan bahwa permodalan bank tetap kuat.
2. Pendapatan Non-Bunga Naik 2,1 Persen
Other operating income naik 2,1 persen. Gross operating income untuk unit syariah naik 13,9 persen, didukung oleh penurunan beban provisi.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat sesuai dengan laporan tahunan Maybank Indonesia per 31 Desember 2025. Angka-angka bisa berubah seiring dengan perkembangan regulasi, kondisi pasar, dan kebijakan internal bank. Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan informasi umum, bukan sebagai saran investasi atau keuangan.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.

