Penurunan biaya dana atau cost of fund (COF) menjadi salah satu fokus utama Bank Tabungan Negara (BTN) di tahun ini. Langkah strategis terus digulirkan untuk meminimalkan ketergantungan pada dana mahal, khususnya melalui penekanan porsi special rate. Targetnya jelas: menurunkan COF ke level di bawah 3% sepanjang 2026.
Upaya ini sejalan dengan arahan regulator yang mendorong perbankan menjaga efisiensi pendanaan. Dengan special rate yang kerap kali memberi beban tinggi pada struktur biaya, BTN mulai membatasi penawaran suku bunga khusus tersebut. Strategi ini dinilai cukup efektif, mengingat COF BTN pada awal tahun ini sudah mencatat 3,1%, turun dari level 4,2% di tahun sebelumnya.
Strategi Penurunan Cost of Fund BTN
Penurunan COF bukan hal yang mudah, apalagi saat suku bunga acuan BI masih berada di kisaran yang relatif tinggi. Namun, BTN tampaknya punya rencana matang. Salah satunya dengan membatasi pemberian special rate, terutama pada nasabah perorangan dan lembaga.
1. Evaluasi dan Pembatasan Special Rate
Special rate biasanya ditawarkan untuk menarik dana besar dari nasabah tertentu, baik individu maupun korporasi. Namun, karena tingginya suku bunga yang ditawarkan, dana ini termasuk dalam kategori high cost fund. BTN kini lebih selektif, bahkan cenderung menolak permintaan nasabah yang menginginkan suku bunga tinggi. Sebagai gantinya, bank menawarkan produk investasi dengan potensi return yang lebih menarik.
2. Peningkatan Dana Murah (Low Cost Fund)
Langkah selanjutnya adalah memperkuat dana murah atau low cost fund. Dengan strategi switching, BTN berhasil menggeser porsi dana dari kategori mahal ke murah. Peningkatan low cost fund ini sebanding dengan penurunan high cost fund, sehingga struktur pendanaan menjadi lebih sehat dan efisien.
3. Fokus pada CASA (Current Account and Savings Account)
BTN menerapkan pendekatan CASA first. Artinya, bank lebih mengutamakan penghimpunan dana dari rekening giro dan tabungan yang umumnya memiliki cost of fund lebih rendah. Pendekatan ini tidak hanya membantu menurunkan COF, tapi juga memperkuat fondasi pendanaan jangka panjang.
Penyebaran Special Rate di BTN
Special rate tidak hanya dimiliki oleh nasabah individu. Data menunjukkan bahwa sekitar 50% dari total dana special rate di BTN berasal dari korporasi swasta. Sementara 23% dari pemerintah dan BUMN, serta 23% lainnya dari individu. Sisanya berasal dari berbagai lembaga lainnya.
Pada segmen korporasi swasta, special rate biasanya diberikan melalui mekanisme bidding. Dalam sistem ini, beberapa bank bersaing untuk menawarkan suku bunga terbaik. Namun, dengan suku bunga BI yang cenderung stabil, ruang gerak kenaikan special rate pun terbatas.
Dinamika Dana Mahal dan Murah di BTN
BTN mencatat penurunan dana high cost atau special rate sebesar 20% dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan peningkatan dana murah, yang menunjukkan efektivitas strategi switching yang digunakan.
| Kategori Dana | Persentase Penurunan/Peningkatan |
|---|---|
| High Cost Fund (Special Rate) | Turun 20% |
| Low Cost Fund | Naik sebanding dengan penurunan high cost fund |
Struktur pendanaan yang lebih seimbang ini membantu BTN menjaga likuiditas tetap stabil, sekaligus menekan beban bunga yang harus ditanggung.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski penurunan COF sudah menunjukkan hasil, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah keterbatasan ruang manuver suku bunga yang bisa membuat penurunan special rate tidak serta merta menurunkan ekspektasi nasabah terhadap return.
Namun, peluang tetap terbuka. Dengan fokus pada produk transaksional dan pengembangan ekosistem digital, BTN bisa terus menarik dana murah dari segmen yang lebih luas. Termasuk melalui inovasi produk seperti paylater dan kartu kredit yang akan diluncurkan tahun ini.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas hingga Februari 2026. Angka dan target yang disebutkan dapat berubah seiring perkembangan kebijakan moneter, regulasi, dan kondisi pasar secara keseluruhan. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi terkini untuk informasi lebih lanjut.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.




