Beranda » Perbankan » Jelang Ramadhan 2026, Analis Bocorkan Saham yang Berpotensi Naik Hingga 7%!

Jelang Ramadhan 2026, Analis Bocorkan Saham yang Berpotensi Naik Hingga 7%!

Menjelang bulan suci, apakah portofolio investasi sudah siap meraih momentum terbaik tahun ini?

Pasar saham Indonesia menjelang Ramadhan 2026 menunjukkan potensi menarik bagi para investor. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menyampaikan bahwa ada dua sentimen utama yang perlu dicermati untuk meraih keuntungan optimal, yakni arus dana asing (foreign inflow) dan kepercayaan konsumen (consumer confidence). Berdasarkan data historis 10 tahun terakhir, IHSG cenderung bergerak positif di bulan Februari hingga Maret.

Nah, bagi yang sedang mencari referensi saham potensial jelang Ramadhan, informasi lengkap dan terpercaya bisa ditemukan melalui desakarangbendo.id sebagai sumber edukasi investasi. Penting untuk dipahami bahwa tidak semua saham akan naik secara otomatis saat Ramadhan. Pergerakan harga tetap bergantung pada kondisi makro ekonomi, sentimen pasar global, dan .

Berikut ulasan lengkap mengenai rekomendasi saham, analisis teknikal, hingga tips memaksimalkan cuan jelang Ramadhan 2026.

Mengapa Saham Cenderung Menguat Jelang Ramadhan

Fenomena penguatan saham menjelang Ramadhan bukan sekadar mitos. Ada pola historis dan faktor fundamental yang mendukung tren ini.

Pola Historis IHSG dalam 10 Tahun Terakhir

Data menunjukkan bahwa IHSG memiliki kecenderungan positif selama bulan Ramadhan. Berdasarkan riset dari berbagai analis sekuritas, rata-rata kenaikan IHSG selama Ramadhan dalam 10 tahun terakhir tercatat sekitar +1,31%.

Berikut tabel performa IHSG seminggu sebelum Lebaran dalam satu dekade terakhir:

Tahun Return IHSG (%) Keterangan
2016 +4,82 Tertinggi
2017 +0,92 Positif
2018 +0,17 Positif
2019 +2,92 Positif
2020 -0,18 Pandemi
2021 -0,43 Negatif
2022 -0,65 Negatif
2023 +0,15 Positif
2024 -0,76 Negatif
2025 +2,02 Positif

Data di atas dilansir dari CNBC Indonesia dan dapat berubah sesuai kondisi pasar terkini. Meski tidak selalu positif setiap tahun, mayoritas periode Ramadhan mencatatkan return positif.

Faktor Konsumsi dan THR Sebagai Katalis

Jadi, apa yang mendorong penguatan saham saat Ramadhan?

Faktor utamanya adalah lonjakan konsumsi masyarakat. Selama bulan puasa hingga Lebaran, belanja meningkat signifikan untuk kebutuhan makanan, pakaian, dan keperluan hari raya. Ditambah lagi, penyaluran Tunjangan Hari Raya () kepada pekerja formal maupun informal menjadi katalis tambahan.

Beberapa faktor pendorong konsumsi jelang Ramadhan:

  • Belanja makanan dan minuman meningkat drastis
  • Kebutuhan fashion dan ritel untuk persiapan Lebaran
  • Transaksi perbankan naik karena pengiriman THR
  • Telekomunikasi dan digital aktif untuk silaturahmi virtual
  • Kredit konsumsi meningkat untuk kebutuhan cicilan

Sektor-sektor ini biasanya menjadi primadona investor menjelang Ramadhan.

Sentimen Pasar yang Wajib Dicermati Investor

Sebelum memutuskan untuk membeli saham, ada beberapa sentimen pasar yang perlu diperhatikan. Tidak semua kondisi mendukung kenaikan harga saham.

Arus Dana Asing dan Pergerakannya

Pergerakan (foreign flow) menjadi indikator penting. Setelah Bank Indonesia menahan suku bunga, tren penjualan oleh investor asing masih berlanjut di beberapa periode.

“Namun, jika melihat data musimannya dalam 10 tahun terakhir, IHSG cenderung bergerak positif di Februari,” kata David Kurniawan, Equity Analyst IPOT, dalam keterangan tertulis.

Investor perlu memantau:

  • Net foreign buy/sell harian di BEI
  • Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap AS
  • Sentimen global dari bursa saham Amerika dan Asia

Ketika asing melakukan net buy secara konsisten, biasanya IHSG mendapat dorongan positif.

Indeks Kepercayaan Konsumen Terbaru

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada awal 2025 tercatat di level 127,2. Angka ini menunjukkan optimisme konsumen masih berada di zona positif (di atas 100).

Komponen IKK yang perlu dicermati:

  • Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE): Mengukur persepsi kondisi ekonomi terkini
  • Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK): Mengukur harapan kondisi ekonomi 6 bulan ke depan
Baca Juga:  Potensi Kenaikan IHSG dan 5 Pilihan Saham Menarik dari MNC Sekuritas Selasa 14 Mei 2026

IKK yang tinggi mengindikasikan masyarakat masih percaya diri untuk berbelanja. Kondisi ini mendukung kinerja saham sektor konsumer dan ritel.

Data IKK dapat berubah setiap bulan sesuai rilis resmi Bank Indonesia.

Kebijakan Suku Bunga BI

Bank Indonesia pada Februari 2025 mempertahankan BI-Rate di level 5,75%. Keputusan ini diambil untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5% ±1% serta mendukung stabilitas Rupiah.

Jenis Suku Bunga Level (%)
BI-Rate (Suku Bunga Acuan) 5,75
Deposit Facility 5,00
Lending Facility 6,50

Suku bunga yang stabil cenderung positif bagi pasar saham. Namun, jika ada kenaikan mendadak, sektor perbankan dan properti bisa terdampak.

Rekomendasi Saham Potensial Jelang Ramadhan 2026

Nah, sektor mana saja yang layak dipantau? Berikut rekomendasi berdasarkan analisis berbagai analis sekuritas.

Sektor Konsumer dan Ritel

Sektor ini menjadi primadona saat Ramadhan karena langsung terhubung dengan peningkatan konsumsi masyarakat.

Saham konsumer yang direkomendasikan:

  • ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur) – Produsen mie instan dan makanan olahan
  • INDF (Indofood Sukses Makmur) – Holding company sektor makanan
  • MYOR (Mayora Indah) – Produsen makanan ringan dan biskuit
  • JPFA (Japfa Comfeed Indonesia) – Sektor peternakan dan pakan ternak

Saham ritel yang direkomendasikan:

  • AMRT (Sumber Alfaria Trijaya) – Pemilik jaringan Alfamart
  • LPPF (Matahari Department Store) – Ritel fashion dan lifestyle
  • MAPI (Mitra Adiperkasa) – Ritel multi-brand
  • ACES (Ace Hardware Indonesia) – Ritel peralatan rumah tangga
  • ERAA (Erajaya Swasembada) – Ritel elektronik dan

Sektor Perbankan

Sektor perbankan diuntungkan dari meningkatnya transaksi keuangan, penyaluran THR, dan kredit konsumsi.

Saham perbankan yang direkomendasikan:

  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia) – Bank dengan jaringan terluas
  • BBCA (Bank Central Asia) – terbesar
  • BMRI (Bank Mandiri) – Bank BUMN dengan aset besar
  • BBNI (Bank Negara Indonesia) – Bank BUMN dengan fokus korporasi

Sektor perbankan juga sering memberikan dividen besar di kuartal pertama, sehingga menarik bagi investor jangka menengah.

Sektor Telekomunikasi

Aktivitas komunikasi meningkat selama Ramadhan, terutama untuk silaturahmi virtual dan penggunaan layanan digital.

Saham telekomunikasi yang direkomendasikan:

  • TLKM (Telkom Indonesia) – Operator telekomunikasi terbesar
  • EXCL (XL Axiata) – Operator seluler
  • ISAT ( Ooredoo Hutchison) – Operator seluler

Sektor ini cenderung defensif dan stabil, cocok untuk investor yang menghindari volatilitas tinggi.

Analisis Teknikal Saham Pilihan

Selain analisis fundamental, berikut analisis teknikal untuk tiga saham pilihan dari analis IPOT.

KLBF (Kalbe Farma)

Kalbe Farma merupakan emiten farmasi dan kesehatan terbesar di Indonesia. Saham ini menarik karena sektor kesehatan cenderung stabil sepanjang tahun.

Parameter Nilai
Harga Saat Ini Rp1.220
Target Harga Rp1.310 (+7,38%)
Stop Loss Rp1.180 (-3,28%)
Risk to Reward Ratio 1:2,3

KLBF saat ini berada di area support kuat. Laporan keuangannya solid dengan support yang terkonfirmasi melalui volume permintaan yang meningkat.

Data harga berdasarkan analisis IPOT per Februari 2025 dan dapat berubah sesuai kondisi pasar.

LPPF (Matahari Department Store)

Matahari Department Store merupakan ritel fashion yang sangat diuntungkan menjelang Lebaran. Permintaan pakaian dan kebutuhan fashion melonjak signifikan.

Parameter Nilai
Harga Saat Ini Rp1.620
Target Harga Rp1.745 (+7,72%)
Stop Loss Rp1.575 (-2,78%)
Risk to Reward Ratio 1:2,8

Secara teknikal, LPPF mulai bergerak bullish di atas MA5 dan MA20. Indikator MACD juga menunjukkan potensi bullish continuation.

JPFA (Japfa Comfeed Indonesia)

Japfa Comfeed bergerak di sektor peternakan dan pakan ternak. Konsumsi daging ayam dan telur meningkat drastis saat Ramadhan.

Parameter Nilai
Harga Saat Ini Rp1.965
Target Harga Rp2.120 (+7,89%)
Stop Loss Rp1.900 (-3,31%)
Risk to Reward Ratio 1:2,4

JPFA berada di area support dengan tren positif. Risk-reward ratio yang terukur membuatnya menarik untuk trading jangka pendek.

Tips Memaksimalkan Cuan Saat Ramadhan

Agar investasi lebih optimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Lakukan Riset Mendalam

Jangan hanya mengikuti rekomendasi tanpa memahami fundamental perusahaan. Pelajari laporan keuangan, prospek bisnis, dan valuasi saham.

2. Gunakan Strategi Buy on Weakness

Manfaatkan koreksi harga untuk mengakumulasi saham di harga lebih rendah. Hindari FOMO (Fear of Missing Out) yang bisa menyebabkan beli di harga puncak.

Baca Juga:  Analisis Proyeksi dan Daftar Pilihan Saham Unggulan BNI Sekuritas Edisi 7 Mei 2026

3. Tetapkan Target dan Stop Loss

Disiplin dengan target profit dan stop loss sangat penting. Jangan serakah dan selalu lindungi modal.

4. Diversifikasi Portofolio

Jangan menaruh semua dana di satu saham. Sebarkan ke beberapa sektor untuk meminimalkan risiko.

5. Pantau Sentimen Pasar

Perhatikan berita ekonomi, kebijakan pemerintah, dan sentimen global yang bisa mempengaruhi IHSG.

6. Siapkan Dokumen dan Akun

Pastikan akun sekuritas sudah aktif dan dana sudah tersedia sebelum momentum terjadi.

Syarat membuka akun sekuritas:

  • KTP (asli dan fotokopi)
  • NPWP (jika ada)
  • Buku tabungan atau rekening bank
  • Foto selfie dengan KTP
  • Tanda tangan digital atau basah

Waspada Penipuan Investasi

Di tengah euforia investasi jelang Ramadhan, berkedok saham atau investasi bodong semakin marak. Pastikan hanya berinvestasi melalui sekuritas yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kontak Layanan dan Pengaduan Resmi:

Instansi Kontak
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 157 (Hotline) | [email protected] | www.ojk.go.id
(BEI) (021) 5150515 | [email protected] | www.idx.co.id
Bank Indonesia (BI) 131 (BICARA) | [email protected] | www.bi.go.id
Satgas Waspada Investasi [email protected] | waspadainvestasi.ojk.go.id

Sebelum berinvestasi, cek legalitas perusahaan sekuritas di situs resmi OJK atau hubungi kontak di atas.

Kesimpulan

Ramadhan 2026 membawa peluang menarik bagi investor saham, terutama di sektor konsumer, ritel, perbankan, dan telekomunikasi. Data historis menunjukkan IHSG cenderung positif selama bulan puasa, didukung oleh lonjakan konsumsi dan penyaluran THR.

Beberapa saham yang direkomendasikan analis antara lain KLBF, LPPF, JPFA, ICBP, AMRT, dan saham perbankan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI. Namun, tetap lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi berasal dari analis sekuritas yang dikutip dalam artikel. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Data harga dan target dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Pastikan melakukan riset menyeluruh dan konsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum berinvestasi.

Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu dalam mengambil keputusan investasi yang bijak. Terima kasih sudah membaca, semoga Ramadhan tahun ini membawa berkah dan keberkahan dalam segala aspek kehidupan, termasuk portofolio investasi!

FAQ

 
 
Saham cenderung naik saat Ramadhan karena peningkatan konsumsi masyarakat untuk kebutuhan makanan, pakaian, dan persiapan Lebaran. Ditambah penyaluran THR yang meningkatkan daya beli, sektor konsumer, ritel, dan perbankan biasanya mendapat dampak positif. Data historis 10 tahun terakhir menunjukkan rata-rata return IHSG selama Ramadhan sekitar +1,31%.
 
Sektor yang paling diuntungkan adalah konsumer (ICBP, INDF, MYOR, JPFA), ritel (AMRT, LPPF, MAPI), perbankan (BBRI, BBCA, BMRI), dan telekomunikasi (TLKM). Sektor-sektor ini langsung terhubung dengan peningkatan aktivitas konsumsi dan transaksi keuangan selama Ramadhan hingga Lebaran.
 
Waktu terbaik adalah 2-4 minggu sebelum Ramadhan dimulai, ketika harga belum mengalami kenaikan signifikan. Strategi buy on weakness saat terjadi koreksi juga bisa dimanfaatkan. Hindari membeli di puncak euforia karena risiko profit taking setelah Lebaran cukup tinggi.
 
Tidak. Meskipun data historis menunjukkan tren positif, tidak semua saham akan naik secara otomatis. Pergerakan harga tetap bergantung pada kondisi makro ekonomi, sentimen global, arus dana asing, dan fundamental masing-masing emiten. Pada tahun-tahun tertentu seperti 2020-2022, IHSG justru mencatat return negatif saat Ramadhan.
 
Pastikan sekuritas terdaftar di OJK dengan mengecek di situs resmi ojk.go.id atau idx.co.id. Pilih sekuritas yang sudah memiliki reputasi baik dan memiliki aplikasi trading yang user-friendly. Jangan tergiur tawaran investasi dengan return tidak wajar dan selalu verifikasi legalitas sebelum menyetorkan dana.
 
 

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.