Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), didorong oleh data ekonomi positif dan penguatan sektor teknologi. Simak penjelasan lengkap dari Jenar.id berikut ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 129,47 poin atau 0,26 persen menjadi 49.662,66.
Indeks S&P 500 bertambah 38,09 poin atau 0,56 persen ke level 6.881,31.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan tertinggi, melonjak 175,25 poin atau 0,78 persen menjadi 22.753,63.
Data Ekonomi AS Jadi Katalis Positif
Penguatan Wall Street ditopang oleh sejumlah data ekonomi AS yang dirilis positif.
Produksi manufaktur AS naik 0,6 persen pada Januari 2026, kenaikan terbesar sejak Februari 2025.
“Pertumbuhan sektor manufaktur menunjukkan ketahanan ekonomi AS di tengah ketidakpastian global,” ujar analis pasar dalam laporan yang dikutip Xinhua, Kamis (19/2/2026).
Lebih lanjut, Departemen Perdagangan AS melaporkan pertumbuhan positif dalam izin pembangunan maupun pembangunan perumahan baru untuk Desember 2025.
Data-data tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa ekonomi AS masih dalam jalur pertumbuhan yang solid.
Delapan dari 11 Sektor S&P 500 Menguat
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup di zona hijau.
Berikut rincian pergerakan sektor S&P 500:
| Sektor | Perubahan | Status |
|---|---|---|
| Energi | +2,00% | Naik Tertinggi |
| Barang Konsumsi Non-Esensial | +1,00% | Naik |
| Utilitas | -1,70% | Turun Terbesar |
| Real Estat | -1,45% | Turun |
Sektor energi dan barang konsumsi non-esensial memimpin penguatan, sementara utilitas dan real estat menjadi sektor dengan penurunan terbesar.
Saham Teknologi Mega Cap Pimpin Kenaikan
Saham-saham teknologi menjadi motor penggerak utama penguatan Wall Street pada Rabu.
Nvidia mencatat kenaikan 1,63 persen setelah Meta mengumumkan kesepakatan besar untuk membeli jutaan chip Nvidia guna mendukung infrastruktur AI-nya.
Amazon turut menguat 1,81 persen meskipun Berkshire Hathaway melaporkan hampir menyelesaikan penjualan saham lamanya di perusahaan e-commerce tersebut.
Saham teknologi berkapitalisasi besar lainnya seperti Apple, Alphabet, Microsoft, dan Meta juga mencatat kenaikan moderat.
Permintaan terhadap chip AI dan optimisme sektor teknologi terus menjadi pendorong sentimen positif di pasar.
Risalah The Fed Tunjukkan Perbedaan Pandangan
Kenaikan Wall Street sempat melambat pada perdagangan sore hari setelah Federal Reserve merilis risalah dari pertemuan kebijakan Januari.
Risalah tersebut menunjukkan para pembuat kebijakan memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang arah kebijakan moneter ke depan.
Catatan rapat menyebutkan beberapa peserta berkomentar penyesuaian lebih lanjut ke bawah terhadap kisaran target suku bunga dana federal kemungkinan akan tepat jika inflasi menurun sesuai harapan.
Di sisi lain, sebagian pejabat The Fed masih bersikap hati-hati mengingat tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
Pasar saat ini memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sepanjang 2026, dengan ekspektasi langkah selanjutnya pada Juni.
Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi PCE
Perhatian investor kini beralih ke rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Desember yang dijadwalkan pada Jumat.
PCE merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Data ini akan menjadi katalis penting yang menentukan sentimen pasar dalam beberapa pekan ke depan.
Jika inflasi PCE menunjukkan penurunan, ekspektasi penurunan suku bunga pada Juni akan semakin menguat.
Sumber: https://www.metrotvnews.com/read/koGCaGJ0-data-ekonomi-as-dongkrak-kenaikan-saham-as-nasdaq-bawa-kabur-cuan-paling-banyak
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.
