Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi mulai mendistribusikan 19.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk hewan ternak di seluruh wilayah kabupaten sebagai langkah antisipasi jelang Ramadan dan Idul Fitri.
Vaksinasi masif ini menyasar sapi, kambing, dan domba yang menjadi komoditas utama menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi daging masyarakat.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai detail program vaksinasi, langkah biosecurity, hingga pengawasan lalu lintas ternak yang dilakukan Dispertan Banyuwangi.
Ribuan dosis vaksin PMK yang telah tersedia diaplikasikan secara bertahap ke seluruh kecamatan di Banyuwangi.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan langsung oleh petugas kesehatan hewan dengan mendatangi kandang-kandang peternak guna memastikan seluruh ternak sasaran mendapatkan perlindungan optimal.
Berikut rincian sasaran dan mekanisme vaksinasi PMK di Banyuwangi.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Jumlah Dosis | 19.000 dosis |
| Jenis Ternak Sasaran | Sapi, kambing, dan domba |
| Cakupan Wilayah | Seluruh kecamatan di Banyuwangi |
| Mekanisme | Door-to-door oleh petugas kesehatan hewan |
| Pelaksanaan | Bertahap dan berkelanjutan |
Data di atas berdasarkan keterangan resmi Dispertan Banyuwangi dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.
Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto, menegaskan bahwa program vaksinasi PMK terus dilakukan secara intensif, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hewan ternak.
“Menjelang bulan Ramadan, Dispertan terus menggencarkan vaksinasi PMK pada hewan ternak dan kegiatan ini terus berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, momen Ramadan dan Idul Fitri identik dengan lonjakan konsumsi daging sehingga peredaran dan lalu lintas ternak juga mengalami peningkatan signifikan.
Peningkatan lalu lintas ternak menjelang Ramadan dan Idul Fitri menjadi salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan risiko penularan PMK.
Pergerakan ternak antardaerah, baik untuk keperluan perdagangan maupun distribusi, membuka peluang kontak antarternak dari berbagai wilayah dengan status kesehatan yang berbeda.
Danang menegaskan bahwa langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini agar Banyuwangi tetap terbebas dari kasus PMK.
“Seiring meningkatnya lalu lintas ternak dan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami berharap tidak ada kejadian PMK di Banyuwangi,” tegasnya.
Selain vaksinasi, Dispertan Banyuwangi juga mengingatkan pentingnya penerapan biosecurity secara ketat di tingkat peternak.
Langkah ini meliputi beberapa aspek penting, antara lain:
- Menjaga kebersihan kandang secara rutin
- Mengendalikan keluar masuk orang dan ternak di area peternakan
- Melakukan sanitasi peralatan peternakan secara berkala
- Memastikan pakan dan air minum ternak terjaga kebersihannya
Penerapan biosecurity menjadi garda pertama dalam meminimalkan risiko penularan penyakit sebelum vaksin memberikan perlindungan penuh.
Tak hanya biosecurity, pembatasan dan pengawasan lalu lintas ternak juga menjadi perhatian utama Dispertan Banyuwangi.
Pengawasan dilakukan terhadap pergerakan ternak, baik yang masuk maupun keluar wilayah Banyuwangi, sebagai bagian dari upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan PMK.
“Kami berharap dengan adanya vaksin PMK ini, ternak menjadi lebih sehat. Dengan dukungan penerapan biosecurity dan pengawasan lalu lintas ternak, kejadian PMK dapat dicegah dan ditanggulangi,” pungkas Danang.
Dengan kombinasi vaksinasi masif, penguatan biosecurity, dan pengawasan lalu lintas ternak, Dispertan Banyuwangi optimistis ketersediaan hewan ternak menjelang Ramadan dan Idul Fitri tetap aman, sehat, dan layak konsumsi bagi masyarakat.***
Sumber: https://radarbanyuwangi.jawapos.com/ekonomi/757178099/jelang-ramadan-dispertan-banyuwangi-gencarkan-vaksinasi-pmk-siapkan-19-ribu-dosis-untuk-ternak
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.


