Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah menyalurkan pembiayaan rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp185,87 triliun sejak 2010 hingga awal 2026.
Capaian tersebut menjadikan BP Tapera sebagai salah satu motor utama penyediaan rumah terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.
Khusus tahun 2026, lembaga ini memasang target penyaluran pembiayaan untuk 350.000 unit rumah subsidi, meningkat signifikan dari realisasi tahun sebelumnya. Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.
Capaian 2025 dan Penghargaan Anugerah Forwapera 2026
Sepanjang 2025, BP Tapera mencatatkan realisasi penyaluran rumah subsidi sebanyak 278.868 unit.
Angka tersebut melampaui target awal pemerintah yang mematok penyaluran sedikitnya 285.000 unit untuk periode yang sama.
Sejalan dengan pencapaian itu, BP Tapera meraih penghargaan Anugerah Forwapera 2026 dalam kategori Garda Terdepan Rumah Subsidi.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi BP Tapera dalam mendorong percepatan penyediaan rumah layak huni bagi MBR melalui skema FLPP.
Suharso Monoarfa Dorong Sinergi untuk Perumahan Rakyat
Menteri Perumahan Rakyat periode 2010-2011, Suharso Monoarfa, menilai capaian penyaluran tersebut perlu terus ditingkatkan demi memastikan kinerja program perumahan berjalan optimal.
“Mari kita bersama-sama membantu pemerintah, karena persoalan perumahan bukan hanya persoalan individu, melainkan tanggung jawab bersama,” jelas Suharso dalam keterangan resmi, Sabtu (7/2/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan backlog perumahan nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor, bukan semata bergantung pada anggaran pemerintah.
Komitmen BP Tapera untuk 350.000 Unit di 2026
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, menyampaikan komitmen lembaganya untuk merealisasikan target 350.000 unit rumah subsidi pada tahun ini.
“Pentingnya sinergi antara pemerintah, asosiasi pengembang, dan bank penyalur untuk mendukung target penyaluran 350 ribu unit rumah subsidi pada 2026,” ujar Sid.
Lebih lanjut, Sid berharap kerja sama yang lebih solid antar-pemangku kepentingan agar program perumahan subsidi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah.
Rincian Anggaran Rp37,1 Triliun untuk Penyaluran 2026
Dalam laporan terbaru BP Tapera, total kebutuhan anggaran untuk memenuhi rencana penyaluran rumah subsidi sepanjang 2026 mencapai Rp37,1 triliun.
Berikut rincian sumber anggaran penyaluran rumah subsidi BP Tapera tahun 2026.
| Sumber Anggaran | Nominal |
|---|---|
| DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) | Rp25,1 triliun |
| Pengembalian pokok (digulirkan kembali) | Rp10,4 triliun |
| Saldo awal tahun 2026 | Rp1,6 triliun |
| Total Anggaran 2026 | Rp37,1 triliun |
Porsi terbesar anggaran berasal dari DIPA yang mencakup sekitar 67,6% dari total kebutuhan dana, berdasarkan data resmi BP Tapera per Februari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah.
Target Ambisius dan Sinergi Stakeholder
Dengan target 350.000 unit pada 2026, BP Tapera membutuhkan peningkatan realisasi sekitar 25,5% dibandingkan capaian 278.868 unit pada 2025.
Pencapaian target tersebut bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, bank penyalur, asosiasi pengembang seperti REI dan Apersi, serta pemerintah daerah dalam mempercepat perizinan dan penyediaan lahan.
BP Tapera diperkirakan akan terus menggenjot koordinasi lintas lembaga guna memastikan penyaluran pembiayaan FLPP berjalan sesuai rencana sepanjang 2026.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.

