Pegadaian menegaskan seluruh produk investasi emasnya, baik Tabungan Emas maupun Cicil Emas, dijamin sepenuhnya dengan emas fisik sebagai underlying asset dengan rasio 1:1. Penegasan ini disampaikan menyusul viralnya keluhan nasabah terkait kekosongan stok emas di aplikasi TRING!, Jumat (6/2/2026).
Setiap gram transaksi produk investasi emas di Pegadaian dipastikan memiliki jaminan emas fisik yang setara.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.
Penyimpanan Vault Berstandar Internasional dan Diawasi OJK
Pegadaian memastikan emas milik nasabah disimpan dalam brankas penyimpanan (vault) berstandar internasional.
Seluruh aset emas tersebut diaudit secara berkala oleh regulator dan pengawas, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mekanisme pengawasan ini menjadi jaminan bahwa setiap gram emas yang tercatat dalam sistem Pegadaian benar-benar tersedia secara fisik.
Lonjakan Permintaan Picu Antrean Cetak Emas
Pegadaian menjelaskan, tingginya lonjakan permintaan emas fisik dalam waktu bersamaan menyebabkan antrean panjang pada proses pengajuan cetak dan pengambilan emas.
Saat ini, perusahaan terus mengoptimalkan pencetakan emas fisik sesuai permintaan denominasi atau gramasi dari nasabah.
Proses tersebut membutuhkan waktu untuk produksi dan distribusi.
“Lonjakan permintaan emas fisik secara bersamaan berdampak pada antrean proses cetak dan pengambilan emas. Saat ini Pegadaian terus mengoptimalkan produksi dan distribusi, dengan target seluruh permintaan tertunda dapat dipenuhi paling lambat akhir Februari 2026,” tulis Pegadaian melalui akun Instagram resmi @pegadaian_id.
Target Pemenuhan Permintaan Akhir Februari 2026
Sebagai bentuk komitmen, Pegadaian meningkatkan kapasitas produksi serta mempercepat distribusi.
Perusahaan menargetkan seluruh permintaan emas fisik yang tertunda dapat diserahterimakan kepada nasabah paling lambat akhir Februari 2026.
Pegadaian juga memastikan likuiditas emas nasabah tetap aman dan terjamin.
Nasabah yang membutuhkan dana segera dapat memanfaatkan layanan gadai maupun buyback Tabungan Emas melalui outlet Pegadaian dan aplikasi TRING!.
Berikut opsi yang tersedia bagi nasabah selama menunggu proses cetak emas fisik:
| Layanan | Keterangan | Akses |
|---|---|---|
| Gadai Tabungan Emas | Mendapatkan dana tunai dengan jaminan saldo emas | Outlet Pegadaian dan Aplikasi TRING! |
| Buyback Tabungan Emas | Menjual kembali saldo emas ke Pegadaian | Outlet Pegadaian dan Aplikasi TRING! |
Perusahaan mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan bijak serta berinvestasi emas sesuai kebutuhan dan profil finansial masing-masing.
Kronologi Keluhan Nasabah di Media Sosial
Penegasan tersebut muncul setelah nasabah mengeluhkan kesulitan mencetak emas digital menjadi emas fisik melalui aplikasi TRING! by Pegadaian.
Keluhan itu diunggah akun @eskepalmilosatu di media sosial X pada Selasa (3/2/2026).
Dalam unggahannya, akun tersebut menyertakan tangkapan layar notifikasi aplikasi yang menyebutkan stok emas fisik tidak tersedia di berbagai denominasi.
Berikut rincian notifikasi yang muncul di aplikasi TRING!:
| Denominasi | Ketersediaan Stok |
|---|---|
| 1 gram | 0 (Tidak tersedia) |
| 2 gram | 0 (Tidak tersedia) |
| 5 gram | 0 (Tidak tersedia) |
| 10 gram | 0 (Tidak tersedia) |
| 25 gram | 0 (Tidak tersedia) |
Notifikasi tersebut meminta nasabah untuk memilih denominasi lainnya karena seluruh pilihan gramasi tidak tersedia.
Kekhawatiran Muncul di Tengah Kasus Emas Digital China
Kekosongan stok emas fisik di aplikasi TRING! memicu kekhawatiran di tengah mencuatnya kasus perusahaan emas digital di China yang gagal bayar.
Dalam kasus tersebut, diperkirakan lebih dari 150.000 nasabah terancam tidak bisa mencairkan dana yang mereka setorkan untuk membeli emas digital.
Total nilai kerugian diperkirakan mencapai sekitar 10 miliar yuan atau setara Rp24,1 triliun.
Pegadaian menegaskan kondisi serupa tidak akan terjadi karena setiap gram transaksi produk investasi emas di Pegadaian dijamin dengan emas fisik yang setara.
Seluruh aset emas nasabah juga tersimpan di vault berstandar internasional dan diawasi langsung oleh OJK.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.

