Beranda » Ekonomi Bisnis » Kapan Waktu Terbaik Beli Emas? Ini Jawaban Pengamat Komoditas dan Certified Financial Planner

Kapan Waktu Terbaik Beli Emas? Ini Jawaban Pengamat Komoditas dan Certified Financial Planner

Harga emas sudah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, lalu kapan sebenarnya momen paling tepat untuk mulai membeli?

Pertanyaan ini menjadi dilema jutaan investor di Indonesia sepanjang awal 2026. Harga yang sempat menyentuh Rp3.168.000 per gram pada akhir Januari 2026, naik hampir 100% secara tahunan, membuat sebagian orang ragu apakah masih layak masuk sekarang atau justru menunggu koreksi.

Pengamat Ekonomi, , dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia bisa meroket hingga USD 6.500 per troy ounce tahun ini, dengan emas Antam berpotensi menyentuh Rp4,2 juta per gram. Sementara itu, Certified Financial Planner dari Universitas Airlangga, Puput Triomalasari, mengingatkan bahwa investasi emas sebaiknya tidak ditujukan untuk keuntungan jangka pendek. Dua perspektif berbeda ini justru saling melengkapi dan menjadi panduan penting sebelum mengambil keputusan.

Artikel ini menyajikan data aktual, proyeksi para ahli, serta strategi investasi emas yang realistis berdasarkan sumber kredibel. Sebagai apresiasi telah membaca hingga akhir, tersedia juga link Dana Kaget di bagian penutup artikel. Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.

Dilema Investor, Harga Emas Sudah di Puncak Tertinggi Sepanjang Sejarah

Memasuki Februari 2026, investor emas menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Harga emas spot dunia sempat menyentuh level USD 5.590 per troy ounce, sementara emas Antam domestik mencetak rekor di kisaran Rp3.168.000 per gram sebelum akhirnya terkoreksi tajam hingga Rp260.000 dalam satu hari.

Koreksi tajam pada awal Februari ini dipicu oleh nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed oleh Presiden Trump pada 30 Januari 2026. Warsh dinilai sebagai figur hawkish yang mendukung kebijakan suku bunga tinggi, sehingga mendorong penguatan AS dan menekan harga emas secara global.

Nah, kondisi seperti ini yang membuat banyak orang bingung. Beli sekarang takut di harga puncak, tapi menunggu terlalu lama justru bisa kehilangan momentum. Pertanyaannya bukan soal “apakah emas masih bagus,” melainkan “kapan dan bagaimana cara belinya yang tepat.”

Proyeksi Harga Emas 2026 Menurut Para Ahli

Sebelum memutuskan waktu beli, penting untuk memahami ke arah mana harga emas bergerak tahun ini. Beberapa analis dan lembaga keuangan global sudah merilis proyeksi mereka.

Ibrahim Assuaibi, Target Emas Antam Rp4,2 Juta per Gram

Pengamat pasar komoditas dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, merevisi target harga emas untuk 2026 secara signifikan. Dalam analisisnya yang dikutip Kompas.com (29/1/2026), Ibrahim menyebut proyeksi harga emas dunia bisa mencapai USD 6.500 per troy ounce, sementara emas Antam berpotensi menembus Rp4,2 juta per gram.

“Kini proyeksi tersebut saya naikkan menjadi Rp4,2 juta per gram di tahun 2026,” ujar Ibrahim dalam wawancara di Metro Hari Ini, Metro TV.

Ibrahim juga memprediksi tren bullish emas ini kemungkinan bertahan setidaknya hingga tahun 2028. Jika rupiah melemah ke level Rp17.500 sampai Rp17.800 per seperti proyeksinya, harga emas domestik bisa terkerek lebih tinggi lagi.

Goldman Sachs dan Deutsche Bank, Emas Masih Bullish

Bukan hanya analis lokal, lembaga keuangan global juga kompak memproyeksikan kenaikan. Goldman Sachs Group Inc. memproyeksikan harga emas bisa mencapai USD 4.000 per ounce pada pertengahan 2026, didorong oleh penurunan suku bunga bank sentral dan permintaan safe haven yang meningkat.

Deutsche Bank juga memberikan pandangan serupa dengan menyoroti ketidakpastian pasar global, terutama terkait isu ekonomi dan politik yang mempengaruhi laju inflasi. Dilansir dari Pegadaian, harga emas di akhir 2025 diproyeksikan sekitar USD 3.675 per ounce, dan konsisten naik memasuki 2026.

Berikut rangkuman proyeksi harga emas 2026 dari berbagai sumber:

Sumber/Lembaga Proyeksi Emas Global Proyeksi Emas Antam
Ibrahim Assuaibi USD 6.500/troy ounce Rp4,2 juta/gram
Goldman Sachs USD 4.000/troy ounce (mid-2026)
Deutsche Bank USD 3.675/troy ounce (akhir 2025)
Lukman Leong (Doo Financial) USD 4.700-4.800/troy ounce (Q1 2026)

Proyeksi di atas bersifat dinamis dan sangat bergantung pada perkembangan kebijakan moneter The Fed, , serta kondisi ekonomi AS. Angka-angka ini bukan rekomendasi investasi dan dapat berubah sesuai situasi terbaru.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas

Memahami apa saja variabel penggerak harga emas sangat krusial sebelum menentukan waktu beli. Setidaknya ada empat faktor utama yang memengaruhi harga logam mulia sepanjang 2026.

Ketegangan Geopolitik Global

Konflik berkepanjangan di Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, dan ketegangan di Laut Asia Timur menjadi pemicu utama lonjakan harga emas. Semakin tinggi tensi geopolitik, semakin besar permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ibrahim Assuaibi bahkan menyebut bahwa konflik di Laut Asia Timur, termasuk tensi antara China dan Taiwan, bisa menjadi gelombang pemicu kenaikan harga emas berikutnya.

Baca Juga:  Jangan Beli Emas Digital Sebelum Tahu 7 Fakta Penting Ini!

Kebijakan Suku Bunga The Fed

Pergantian kepemimpinan The Fed menjadi salah satu variabel paling sensitif. Jika suku bunga diturunkan, emas cenderung menguat karena biaya memegang aset non-bunga (seperti emas) menjadi lebih rendah. Sebaliknya, sinyal hawkish seperti nominasi Kevin Warsh langsung memicu koreksi tajam.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Ini variabel krusial untuk investor domestik. Emas Antam dihargai berdasarkan harga emas dunia (troy ounce) yang dikonversi ke rupiah. Setiap pelemahan Rp100 terhadap dolar AS bisa menambah Rp20.000 hingga Rp30.000 per gram harga emas lokal, bahkan saat harga internasional stagnan.

Permintaan Bank Sentral Global

Berdasarkan data World Gold Council, pembelian bersih bank sentral global pada 2025 mencapai 1.037 ton, tertinggi dalam satu dekade. Tren ini diprediksi berlanjut di 2026 dan memberikan support kuat terhadap harga.

Waktu Terbaik Beli Emas Menurut Data Historis dan Sinyal Pasar

Jadi, kapan sebenarnya momen paling tepat? Jawaban jujurnya, tidak ada yang bisa memprediksi titik terendah harga emas dengan pasti. Tapi ada beberapa pola dan sinyal yang bisa dijadikan acuan.

Secara historis, harga emas sering mengalami koreksi pada periode awal tahun (Januari sampai Februari) dan pertengahan tahun (Juli sampai Agustus). Meski tidak selalu pasti, pola ini cukup konsisten muncul di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Beberapa sinyal teknikal yang bisa dicermati sebagai momen masuk pasar:

  • Harga sudah mendekati level support teknikal dan mulai menunjukkan stabilisasi
  • Indeks dolar AS (DXY) mulai melemah kembali setelah fase penguatan
  • Muncul sinyal pemangkasan suku bunga dari pejabat The Fed atau data inflasi menunjukkan penurunan
  • Volume pembelian emas dari bank sentral global kembali meningkat secara konsisten

Singkatnya, waktu terbaik membeli emas bukan soal menebak harga terendah. Menurut Okezone yang mengutip pandangan sejumlah pakar, waktu terbaik adalah ketika memiliki dana lebih dan dilakukan secara konsisten, bukan berdasarkan emosi atau FOMO.

Benarkah Tunggu Harga Turun Dulu Baru Beli Itu Efektif?

Salah satu isu yang banyak beredar di media sosial dan forum investasi: “Lebih baik tunggu harga turun dulu beli.” Secara logika memang masuk akal, tapi kenyataannya strategi waiting game ini justru sering membuat banyak orang tidak pernah eksekusi sama sekali.

Data menunjukkan hal yang menarik. Investor yang menunggu “harga turun lebih dalam” pada 2020 akhirnya justru membeli di harga yang jauh lebih tinggi saat emas reli pada 2021. Pola serupa terjadi lagi pada akhir 2025, ketika banyak yang menunda beli karena merasa harga sudah terlalu mahal, padahal harga terus naik memasuki 2026.

Isu lain yang perlu diluruskan adalah klaim “emas selalu untung, tidak mungkin rugi.” Faktanya, emas bisa mengalami koreksi tajam dalam jangka pendek. Pada periode 2013 hingga 2015, harga emas Antam turun dari Rp500.000 ke Rp450.000 per gram. Investor yang panic selling pada saat itu justru mengalami kerugian. Berdasarkan data OJK dan historis perdagangan emas Antam, keuntungan investasi emas baru optimal jika dipegang minimal 3 sampai 5 tahun untuk melewati siklus volatilitas.

Strategi Investasi Emas dari Pakar Keuangan

Setelah memahami proyeksi dan faktor penggerak harga, langkah selanjutnya adalah menentukan strategi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing. Berikut dua pendekatan yang paling banyak direkomendasikan oleh para ahli.

Dollar Cost Averaging (DCA) untuk Pemula

Strategi DCA artinya membeli emas secara rutin dengan nominal yang sama setiap bulan, tanpa mempedulikan harga sedang naik atau turun. Dalam jangka panjang, rata-rata harga pembelian akan menjadi optimal karena efek averaging.

Ibrahim Assuaibi sendiri menyarankan strategi ini bagi investor yang baru ingin masuk pasar. “Bagi yang belum punya, ini kesempatan terbaik meski harga terlihat tinggi. Jika dana terbatas, masyarakat bisa mencicil melalui emas digital mulai dari Rp100 ribu,” ujarnya.

Pakar ekonomi Universitas Mulawarman, Felisitas Defung, juga menekankan hal serupa. Investasi emas sifatnya jangka panjang, bukan untuk mengejar keuntungan sesaat. Kehadiran platform digital memang mempermudah pembelian mulai dari nominal kecil, tapi literasi keuangan tetap harus menjadi fondasi utama.

Buy on Weakness untuk Investor Berpengalaman

Strategi buy on weakness berarti membeli emas saat harga sedang terkoreksi atau melemah. Pendekatan ini populer di kalangan investor berpengalaman, tapi penerapannya butuh disiplin dan pemahaman .

Saat ini, level support kunci yang perlu dipantau adalah sekitar USD 4.400 per troy ounce untuk emas dunia, atau sekitar Rp2.700.000 per gram untuk emas Antam. Area ini menjadi titik di mana tekanan jual sebelumnya mulai tertahan.

Satu hal penting yang diingatkan Certified Financial Planner Puput Triomalasari: jangan menempatkan seluruh dana hanya pada satu instrumen. “Untuk jangka panjang, sebaiknya setiap orang memiliki sebagian portofolionya di emas. Namun sebagian dana tetap perlu dialokasikan ke instrumen lain seperti reksa dana atau investasi berbasis pasar modal,” tegasnya.

Perbandingan Jenis Investasi Emas di Indonesia

Sebelum memilih, pahami dulu perbedaan antara emas fisik, emas digital, dan tabungan emas. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta profil risiko investor.

Kriteria Emas Fisik (Antam/UBS) Emas Digital Tabungan Emas Pegadaian
Modal Awal Mulai dari 0,5 gram (±Rp1,4 juta) Mulai dari Rp5.000 Mulai dari 0,01 gram (±Rp28.000)
Likuiditas Sedang (perlu ke toko/butik) Tinggi (jual kapan saja via app) Tinggi (jual via app/outlet)
Keamanan Risiko penyimpanan fisik Bergantung platform Dijamin BUMN (Pegadaian)
Sertifikasi LBMA + CertiEye Tergantung penyedia Sertifikat Antam (saat cetak)
Spread (Selisih Beli-Jual) 10%-15% 1,75%-3% 3%-5%
Cocok Untuk Jangka panjang 5-10 tahun Jangka pendek-menengah 0-5 tahun Nabung rutin jangka panjang
Regulasi PT Antam (BUMN) Wajib terdaftar OJK/BAPPEBTI PT Pegadaian (BUMN)
Baca Juga:  Tren Harga Emas di Pasar Global Terus Menguat pada 2026 Setelah Koreksi Akhir Pekan

Informasi spread dan harga di atas berdasarkan data Logam Mulia PT Antam dan platform terkait per Februari 2026, dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti harga pasar.

Checklist Keamanan Sebelum Membeli Emas

Maraknya penawaran investasi emas di media sosial membuat kewaspadaan ekstra sangat diperlukan. Sebelum mengeluarkan uang, pastikan beberapa hal berikut sudah terpenuhi.

Yang Harus Dipastikan:

  • Beli hanya di platform atau toko yang terdaftar resmi di OJK atau BAPPEBTI
  • Pastikan emas Antam memiliki sertifikat dengan hologram, nomor seri unik, dan berat yang tertera
  • Hindari membeli dari reseller tidak jelas atau tawaran “diskon besar-besaran” di media sosial
  • Jika harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar, patut dicurigai sebagai penipuan
  • Simpan bukti dan sertifikat emas sebagai dokumen penting jangka panjang
  • Gunakan platform dengan sistem keamanan berlapis seperti verifikasi OTP dan enkripsi

Kontak Resmi dan Layanan Pengaduan Entitas Terkait:

Lembaga/Platform Kontak/Website Fungsi
OJK (Otoritas Jasa Keuangan) 157 / [email protected] / ojk.go.id Pengaduan investasi , cek legalitas platform
BAPPEBTI bappebti.go.id Regulasi perdagangan berjangka komoditi, cek izin platform emas digital
PT Antam Logam Mulia logammulia.com / Gedung Graha Dipta, Jl. Pemuda No.1, Pulo Gadung, Jakarta 13250 Pembelian dan buyback emas resmi, cek harga -time
PT Pegadaian 1500569 / pegadaian.co.id / sahabat.pegadaian.co.id Tabungan Emas, gadai emas, buyback
Satgas Waspada Investasi OJK waspadainvestasi.ojk.go.id Pengecekan investasi bodong dan penipuan

Jika menemukan indikasi penipuan investasi emas, segera laporkan ke OJK melalui hotline 157 atau melalui laman waspadainvestasi.ojk.go.id. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang kerugian bisa diminimalkan.

Penutup

Investasi emas di 2026 memang penuh tantangan sekaligus peluang. Harga yang sudah di level tertinggi sepanjang sejarah bukan berarti tidak bisa masuk, selama strategi yang digunakan tepat dan tujuan keuangannya jelas. Beli bertahap dengan metode DCA, pahami faktor penggerak harga, dan jangan pernah menempatkan seluruh dana di satu instrumen saja.

Seluruh data dan proyeksi dalam artikel ini bersumber dari pengamat komoditas, lembaga keuangan global, serta regulator resmi Indonesia seperti OJK dan BAPPEBTI. Informasi harga dan proyeksi bersifat dinamis, bukan merupakan rekomendasi investasi, dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar serta kebijakan terbaru. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikasi sebelum mengambil keputusan investasi.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir, semoga informasi ini bermanfaat untuk pengambilan keputusan yang lebih bijak. Jika link Dana Kaget di bawah sudah habis atau tidak aktif, silakan cek artikel terbaru, karena di setiap artikel tiap hari selalu tersedia link Dana Kaget baru. Jangan lupa juga bergabung di channel Telegram desakarangbendo.id agar tidak ketinggalan informasi berita terbaru dan link Dana Kaget harian.

https://link.dana.id/danakaget?c=sf67s5kpj&r=hHrDkq&orderId=20260206101214573915010300166003762352707


FAQ Seputar Investasi Emas 2026

Menurut pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi, harga emas masih berpotensi naik hingga Rp4,2 juta per gram. Strategi terbaik adalah membeli secara bertahap (DCA), bukan sekaligus dalam jumlah besar, agar risiko masuk di harga yang kurang tepat bisa diminimalkan.

Melalui platform emas digital yang terdaftar di OJK atau BAPPEBTI, investasi emas bisa dimulai dari Rp5.000. Sementara Tabungan Emas Pegadaian memungkinkan pembelian mulai dari 0,01 gram atau sekitar Rp28.000.

Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi membeli emas secara rutin dengan nominal yang sama setiap bulan, tanpa mempedulikan harga naik atau turun. Dalam jangka panjang, rata-rata harga pembelian akan menjadi optimal dan risiko membeli di harga puncak berkurang.

Ya, emas bisa mengalami koreksi tajam dalam jangka pendek. Pada periode 2013-2015, harga emas Antam sempat turun signifikan. Spread antara harga beli dan buyback juga bisa mencapai 10%-15%, sehingga keuntungan baru optimal jika emas dipegang minimal 3-5 tahun.

Cek legalitas melalui website resmi OJK di ojk.go.id atau BAPPEBTI di bappebti.go.id. Bisa juga menghubungi hotline OJK di 157 atau mengunjungi laman waspadainvestasi.ojk.go.id untuk memastikan platform tersebut bukan investasi bodong.

Emas fisik (Antam/UBS) ideal untuk jangka panjang 5-10 tahun dengan sertifikasi LBMA, tapi memiliki spread lebih tinggi (10%-15%) dan butuh penyimpanan aman. Emas digital lebih fleksibel, bisa dibeli mulai Rp5.000, spread lebih rendah (1,75%-3%), dan bisa dijual kapan saja via aplikasi.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.