Beranda » Ekonomi Bisnis » Bank bjb Bagikan Dividen Sebesar 900 Miliar Rupiah dari Hasil RUPST Tahun Buku 2026

Bank bjb Bagikan Dividen Sebesar 900 Miliar Rupiah dari Hasil RUPST Tahun Buku 2026

PT Bank Daerah dan Banten Tbk atau bank bjb baru saja merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025. Agenda utama yang menjadi sorotan adalah kesepakatan pembagian tunai senilai Rp 900 miliar bagi para pemegang saham.

Langkah strategis ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi investor. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 85,54 per lembar saham yang akan didistribusikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perubahan Struktur Manajemen

Selain keputusan mengenai pembagian laba, RUPST juga menetapkan perombakan jajaran pengurus perseroan. Perubahan ini dilakukan untuk memperkuat transformasi bisnis, akselerasi teknologi informasi, serta penerapan tata kelola perusahaan yang lebih baik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali menekankan pentingnya integritas dalam jajaran manajemen baru. Penunjukan figur-figur kredibel diharapkan mampu memberikan masukan strategis dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan ke depan.

1. Susunan Direksi Baru

Berikut adalah jajaran direksi yang dipercaya untuk memimpin operasional bank bjb:

  • Direktur Utama: Ayi Subarna
  • Direktur Kepatuhan: Asep Dani Fadillah
  • Direktur Keuangan: Hana Dartiwan
  • Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana
  • Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini
  • Direktur Teknologi Informasi: Muhammad As’adi Budiman
  • Direktur Operasional: Herfinia

2. Susunan Dewan Komisaris

Perubahan juga terjadi pada jajaran pengawas, termasuk masuknya nama baru yang cukup menyita publik. Berikut rincian dewan komisaris hasil RUPST:

  • Komisaris Utama Independen: Susi Pudjiastuti
  • : Novian Herodwijanto
  • Komisaris Independen: Eydu Oktain Panjaitan
  • Komisaris: Rudie Kusmayadi
  • Komisaris: Herman Suryatman
  • Komisaris: Tomsi Tohir
Baca Juga:  Cegah Penipuan Siber 2026 Lewat 5 Langkah Antisipasi Link Palsu yang Incar Rekening BRI

Catatan: Penunjukan Susi Pudjiastuti dan Eydu Oktain Panjaitan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui mekanisme .

Transformasi kepemimpinan ini menjadi sinyal bagi pasar mengenai arah kebijakan bank bjb di masa depan. Fokus utama manajemen baru mencakup penguatan digitalisasi layanan dan ekspansi pasar yang lebih agresif.

Kinerja Keuangan dan Aset

Sepanjang tahun 2025, bank bjb berhasil mencatatkan performa yang solid dengan total aset mencapai Rp 221,3 triliun. Angka tersebut mengukuhkan posisi perseroan sebagai dengan aset terbesar di Indonesia.

Pertumbuhan aset ini didorong oleh penguasaan pasar yang konsisten serta dukungan penuh dari pemegang saham utama. Berikut adalah ringkasan data perseroan selama periode tersebut:

Indikator Kinerja Nilai Capaian
Total Aset Rp 221,3 Triliun
Total Rp 900 Miliar
Dividen per Saham Rp 85,54
Laba Bersih (per Q3 2025) Rp 1,14 Triliun
Laba Bersih (Full Year 2025) Rp 1,58 Triliun

Data di atas menunjukkan stabilitas fundamental perusahaan di tengah tantangan ekonomi yang dinamis. Manajemen optimistis bahwa strategi transformasi yang sedang berjalan akan menjaga tren pertumbuhan laba di tahun-tahun mendatang.

Proyeksi Strategis Masa Depan

Ke depan, fokus utama perseroan terletak pada keberlanjutan bisnis melalui penguatan teknologi informasi. Transformasi digital menjadi kunci agar layanan perbankan tetap relevan bagi nasabah di era modern.

Baca Juga:  Bank Jakarta Bagi Santunan Rp1,7 Miliar untuk 8.500 Anak Yatim dan Dhuafa di Ramadan 2026

Dukungan dari jajaran komisaris baru, termasuk Susi Pudjiastuti, diharapkan mampu memberikan perspektif segar dalam pengambilan kebijakan strategis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan agar tetap transparan dan akuntabel.

Disclaimer: Data keuangan dan susunan pengurus yang tercantum dalam artikel ini merujuk pada hasil RUPST Tahun Buku 2025. Perubahan regulasi, kebijakan OJK, atau kondisi pasar di masa depan dapat memengaruhi informasi terkait dividen dan efektivitas jabatan komisaris. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.