Beranda » Pasar Modal » Analisis Pergerakan IHSG Serta 5 Pilihan Saham Potensial untuk Perdagangan 10 April 2026

Analisis Pergerakan IHSG Serta 5 Pilihan Saham Potensial untuk Perdagangan 10 April 2026

Indeks Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif dengan potensi kelanjutan penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat, 10 2026. Momentum kenaikan ini diharapkan mampu menjaga tren optimisme pasar setelah penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada Kamis (9/4), IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0,39% ke level 7.307,59. Pencapaian tersebut menandai penguatan selama dua hari berturut-turut di tengah dinamika pasar yang cukup menantang.

Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar

Meskipun terjadi kenaikan indeks, aksi jual oleh investor asing tercatat cukup signifikan dengan nilai net sell mencapai Rp 1,77 triliun. Kondisi ini menjadi khusus bagi pelaku pasar dalam memetakan arah pergerakan harga ke depan.

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas , Liza Camelia Suryanta, mengungkapkan bahwa secara teknikal, posisi IHSG saat ini telah mengukuhkan diri di atas garis MA20. Level 7.230 kini ditetapkan sebagai titik support terdekat yang krusial untuk dipantau.

Proyeksi teknikal menunjukkan adanya upaya untuk mempertahankan level support tersebut hingga penghujung pekan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan apabila sentimen pasar berubah menjadi kurang kondusif, sehingga pengurangan posisi menjadi langkah mitigasi risiko yang disarankan.

Faktor Penggerak Pasar Global dan Domestik

Dinamika pasar global saat ini masih sangat dipengaruhi oleh ketegangan di Timur Tengah. Harapan akan adanya de-eskalasi seringkali berbenturan dengan realitas ketidakpastian yang masih tinggi di lapangan.

Pernyataan dari pihak Amerika Serikat mengenai keberadaan pasukan di sekitar Iran hingga tercapainya kesepakatan nyata memberikan tekanan tersendiri. Di sisi lain, aktivitas militer yang masih berlangsung di terus menjadi variabel yang memicu volatilitas harga aset berisiko.

Baca Juga:  Lonjakan harga emas dunia masih berlanjut di hari ke 2 sepanjang awal tahun 2026 ini

Selain isu geopolitik, pasar sedang menantikan data inflasi Amerika Serikat untuk periode Maret. Angka inflasi yang diperkirakan mendekati level 4% dapat memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Berikut adalah ringkasan faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar saat ini:

  • Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi.
  • Antisipasi rilis data inflasi Amerika Serikat bulan Maret.
  • Ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve yang tetap restriktif.
  • Target pertumbuhan ekonomi domestik yang optimis di angka ,5% untuk .

Kondisi ekonomi domestik memberikan secercah harapan di tengah badai sentimen global yang menerjang pasar modal. Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 berada di kisaran 5,4%.

Optimisme tersebut didorong oleh konsumsi domestik yang berkontribusi sebesar 54% terhadap PDB nasional. Selain itu, kinerja fiskal yang solid dengan pertumbuhan pajak mencapai 14,3% secara tahunan serta sektor manufaktur yang tetap ekspansif menjadi fondasi kuat bagi ketahanan ekonomi dalam negeri.

Rekomendasi Saham Pilihan

Memasuki sesi perdagangan hari ini, terdapat beberapa emiten yang masuk dalam radar pantauan berdasarkan analisis teknikal. Pemilihan saham ini didasarkan pada potensi pergerakan harga yang selaras dengan momentum pasar saat ini.

Berikut adalah rincian rekomendasi saham dari Kiwoom Sekuritas Indonesia untuk diperhatikan:

1. ARTO (Bank Jago Tbk)

  • Entry Buy: 1.375 – 1.410
  • Target Price: 1.455 – 1.500
  • Support: 1.355 – 1.375
  • Cut Loss: 1.345

2. BRIS (Bank Syariah Indonesia Tbk)

  • Entry Buy: 2.080 – 2.130
  • Target Price: 2.200 – 2.260
  • Support: 2.050 – 2.080
  • Cut Loss: 2.030
Baca Juga:  Cara Mengatur Strategi Investasi Sektor Saham Amerika Serikat Setelah Data CPI Mei 2026

3. BRPT (Barito Pacific Tbk)

  • Entry Buy: 1.805 – 1.855
  • Target Price: 1.915 – 1.970
  • Support: 1.780 – 1.805
  • Cut Loss: 1.770

4. SCMA (Surya Citra Media Tbk)

  • Entry Buy: 276 – 284
  • Target Price: 294 – 302
  • Support: 272 – 276
  • Cut Loss: 268

Untuk memudahkan dalam memantau target harga dan titik batas risiko, berikut adalah tabel ringkasan teknikal dari saham-saham tersebut:

Saham Entry Buy Target Price Support Cut Loss
ARTO 1.375-1.410 1.455-1.500 1.355-1.375 1.345
BRIS 2.080-2.130 2.200-2.260 2.050-2.080 2.030
BRPT 1.805-1.855 1.915-1.970 1.780-1.805 1.770
SCMA 276-284 294-302 272-276 268

Data di atas disusun sebagai referensi teknikal untuk membantu pengambilan keputusan di pasar modal. Setiap pergerakan harga saham sangat bergantung pada dinamika pasar yang berubah cepat setiap harinya.

Perlu diingat bahwa seluruh rekomendasi yang dipaparkan bukanlah ajakan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham secara spesifik. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pelaku pasar dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.

Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan analisis pasar, bukan jaminan keuntungan. Data pasar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan ekonomi global dan domestik. Pastikan untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.