Beranda » Ekonomi Bisnis » Lonjakan Transaksi QRIS Cross Border di Sepanjang Tahun 2026 yang Semakin Diminati Luas

Lonjakan Transaksi QRIS Cross Border di Sepanjang Tahun 2026 yang Semakin Diminati Luas

Tren pembayaran digital kini telah melintasi batas negara, membawa kemudahan baru bagi para pelancong maupun pebisnis. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS lintas negara kini semakin diminati dan mencatatkan pertumbuhan transaksi yang sangat impresif.

Mobilitas masyarakat yang kembali pulih serta kenyamanan bertransaksi tanpa tunai menjadi pendorong utama tren ini. Bank Indonesia mencatat jumlah QRIS telah menyentuh angka 60,77 juta hingga Februari 2026, yang kemudian diikuti dengan lonjakan pemanfaatan fitur antarnegara.

Dinamika Transaksi QRIS Lintas Negara

Pemanfaatan QRIS antarnegara mencakup dua sisi, yakni outbound bagi masyarakat Indonesia di luar negeri dan inbound bagi wisatawan asing yang berkunjung ke tanah air. menunjukkan bahwa transaksi inbound mendominasi dengan capaian 5,89 juta transaksi sepanjang 2025, sementara transaksi outbound tercatat sebesar 1,68 juta transaksi.

Konektivitas ini menjadi bukti nyata komitmen dalam mewujudkan regional yang lebih efisien. Berikut adalah rincian performa antarnegara berdasarkan data hingga Februari 2026:

Negara Mitra Jumlah Transaksi Nominal Transaksi
Malaysia 10,66 juta Rp 2,75 triliun
Thailand 1,64 juta Rp 656,27 miliar
Singapura 554.510 Rp 179,28 miliar
Jepang 5.088 Rp 428,80 juta

Data di atas menunjukkan bahwa Malaysia menjadi kontributor terbesar dalam ekosistem QRIS lintas negara. Kedekatan geografis serta tingginya mobilitas warga menjadi faktor utama mengapa transaksi di negara tersebut sangat dominan dibandingkan mitra lainnya.

Baca Juga:  Cara Cerdas Bank Menghemat Biaya Operasional Lewat Layanan Payroll Efektif Tahun 2026

Perkembangan ini tidak berhenti di sana karena Bank Indonesia terus memperluas jangkauan kerja sama internasional. Langkah terbaru melibatkan konektivitas dengan Korea Selatan yang memungkinkan masyarakat bertransaksi langsung dengan mata uang lokal tanpa perlu repot menukar valuta asing.

Peran Perbankan Nasional dalam Akselerasi Digital

nasional turut merasakan positif dari tren ini dengan mencatatkan pertumbuhan volume transaksi yang signifikan. Strategi yang dijalankan perbankan mencakup perluasan titik akseptasi di lokasi strategis seperti bandara, hotel, hingga pusat perbelanjaan.

Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dilakukan perbankan untuk meningkatkan adopsi QRIS lintas negara:

  1. Perluasan akseptasi di titik strategis seperti bandara dan kawasan wisata.
  2. Pemasangan signage QRIS Accepted Here untuk memudahkan wisatawan.
  3. Pemberian program promosi berupa cashback bagi pengguna.
  4. Peningkatan edukasi nasabah mengenai keamanan transaksi digital.
  5. Pengembangan sistem agar transaksi berjalan lancar dan aman.

Adopsi ini terbukti mampu mengubah perilaku nasabah yang kini lebih memilih kemudahan digital dibandingkan membawa uang tunai. BNI, misalnya, mencatat pertumbuhan transaksi QRIS cross border mencapai 240 persen secara tahunan pada akhir 2025.

Sementara itu, BTN juga melaporkan tren positif dengan pertumbuhan transaksi bulanan sebesar 31 persen hingga Maret 2026. Fokus perbankan ke depan adalah terus memperluas cakupan negara mitra, termasuk rencana ekspansi ke China guna mengikuti arahan regulator.

Proyeksi dan Masa Depan Pembayaran Digital

Pertumbuhan transaksi lintas negara diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya literasi digital masyarakat. pertumbuhan yang dipasang oleh perbankan nasional mencerminkan optimisme terhadap ekosistem pembayaran non-tunai ini.

Baca Juga:  Strategi BTN Kembangkan Sektor UMKM dan KPR di Tapanuli Utara Sepanjang Tahun 2026

Keberhasilan QRIS dalam menembus pasar internasional memberikan manfaat nyata bagi perekonomian domestik. Dengan kemudahan yang ditawarkan, hambatan dalam bertransaksi saat berada di luar negeri perlahan mulai terkikis oleh inovasi teknologi.

Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan laporan per Februari hingga Maret 2026 dan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan regulator serta perkembangan pasar. Pastikan selalu memeriksa informasi terbaru melalui kanal resmi perbankan atau Bank Indonesia sebelum melakukan transaksi.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.