Kabar menggembirakan datang dari sektor perbankan nasional bagi para pemegang saham PT Bank Permata Tbk (BNLI). Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Selasa, 7 April 2026, perusahaan resmi mengumumkan pembagian dividen tunai dengan nilai yang cukup fantastis.
Keputusan ini menjadi bukti nyata komitmen manajemen dalam memberikan nilai tambah bagi para investor setelah mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Langkah strategis ini sekaligus mempertegas posisi Bank Permata sebagai salah satu institusi keuangan yang stabil dan mampu menjaga pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi.
Rincian Pembagian Dividen Bank Permata
Dalam agenda RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp 3,6 triliun. Sebagian dari laba tersebut, yakni sebesar Rp 1,266 triliun, dialokasikan sebagai dividen tunai final bagi pemegang saham yang berhak.
Secara teknis, nilai dividen yang akan diterima oleh investor adalah sebesar Rp 35 per lembar saham. Angka ini mencerminkan rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio sebesar 35% dari total laba bersih yang berhasil dikantongi perusahaan selama periode tahun 2025.
Berikut adalah ringkasan data keuangan terkait pembagian dividen Bank Permata:
| Keterangan | Nominal / Data |
|---|---|
| Total Laba Bersih 2025 | Rp 3,6 Triliun |
| Total Dividen Tunai | Rp 1,266 Triliun |
| Dividen per Saham | Rp 35 |
| Rasio Pembagian Dividen | 35% |
| Pertumbuhan Aset (YoY) | 3,6% |
Perlu dicatat bahwa data di atas bersifat final berdasarkan keputusan RUPST, namun jadwal pembayaran dividen serta tanggal cum date dan ex date akan diumumkan lebih lanjut melalui keterbukaan informasi resmi perusahaan. Investor diharapkan selalu memantau kanal resmi Bursa Efek Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal pencairan dana.
Perubahan Struktur Manajemen dan Kinerja Operasional
Selain membahas pembagian dividen, RUPST juga menjadi momentum penting bagi Bank Permata untuk melakukan penyegaran dalam jajaran direksi. Salah satu agenda utama adalah pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai direktur baru yang akan memperkuat tim manajemen.
Sorakrit membawa pengalaman panjang selama lebih dari 27 tahun berkarier di Bangkok Bank. Penunjukan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru serta memperkuat sinergi antara Bank Permata dengan pemegang saham pengendali, yakni Bangkok Bank, guna mendukung ekspansi bisnis di masa depan.
Berikut adalah tahapan proses pengangkatan direksi baru di Bank Permata:
- Pengajuan kandidat dalam RUPST untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham.
- Pemenuhan persyaratan administratif dan kualifikasi profesional.
- Pelaksanaan uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh pihak regulator.
- Penetapan efektif masa jabatan setelah seluruh persyaratan dari regulator terpenuhi secara sah.
Transisi kepemimpinan ini berjalan beriringan dengan upaya perusahaan dalam menjaga kesehatan fundamental keuangan. Sepanjang tahun 2025, Bank Permata berhasil mencatatkan peningkatan total aset sebesar 3,6% secara tahunan menjadi Rp 268,3 triliun.
Kekuatan permodalan juga menjadi sorotan utama dalam laporan tahunan tersebut. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat di angka 34,6%, sementara rasio CET-1 berada pada level 26,6%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki bantalan modal yang sangat kuat untuk menghadapi tantangan bisnis maupun peluang ekspansi di masa mendatang.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza Musa Rusli, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan tetap pada inovasi layanan dan efisiensi operasional. Strategi ini dirancang untuk membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah dari berbagai segmen, mulai dari perorangan, bisnis, hingga keluarga lintas generasi.
Dukungan penuh dari Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali menjadi katalisator penting bagi Bank Permata untuk terus memberikan layanan terbaik. Dengan fondasi yang telah dibangun sepanjang tahun 2025, manajemen optimistis dapat menjaga kesinambungan pertumbuhan di seluruh lini bisnis serta memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data RUPST Bank Permata per 7 April 2026. Kebijakan dividen, jadwal pembayaran, dan susunan direksi dapat mengalami perubahan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan keputusan perusahaan di masa depan. Investasi saham memiliki risiko, sehingga disarankan untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.





