Beranda » Perbankan » Calon Pengganti ADK OJK yang Mengikuti Fit and Proper Test di DPR Jumlahnya Sepuluh Orang

Calon Pengganti ADK OJK yang Mengikuti Fit and Proper Test di DPR Jumlahnya Sepuluh Orang

Suasana ruang sidang DPR RI terasa tegang namun penuh antisipasi saat serangkaian fit and proper test digelar untuk sepuluh calon pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses uji kepatutan dan kelayakan ini digelar pada Rabu, 11 Maret 2026, dan hasilnya langsung diumumkan pada hari yang sama. Ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan penting di lembaga pengawas sektor jasa keuangan nasional.

Fit and proper test bukan sekadar formalitas. Ini adalah momen evaluasi mendalam atas integritas, kapabilitas, serta rekam jejak para kandidat yang bakal memegang kendali regulasi di tengah dinamika industri keuangan yang makin kompleks. Salah satu peserta yang mencuri adalah Friderica Widyasari Dewi, yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara Ketua DK OJK sekaligus Wakil Ketua DK OJK dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK.

Selain itu, juga masuk dalam daftar peserta. Ia yang saat ini menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Infrastruktur Teknologi (ITSK), Aset , dan Aset Kripto OJK, serta Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal dan Bursa Karbon OJK. Kehadiran mereka dalam daftar calon menunjukkan bahwa OJK ingin menjaga kontinuitas pengawasan di bidang digital dan pasar modal yang sedang berkembang pesat.

Daftar Calon Pengganti ADK OJK yang Ikut Fit and Proper Test

Proses seleksi ini melibatkan sepuluh tokoh dari berbagai institusi keuangan strategis. Mereka berasal dari institusi seperti Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, hingga internal OJK sendiri. Berikut adalah daftar lengkap calon pengganti ADK OJK yang menjalani fit and proper test di Komisi XI DPR RI.

1. Adi Budiarso

Mantan Direktur Pengembangan Perbankan Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya di Ditjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan. Memiliki pengalaman luas dalam pengembangan dan pembiayaan inklusif.

2. Agus Sugiarto

Seorang praktisi keuangan yang menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Danantara Asset Management. Rekam jejaknya di investasi dan manajemen aset memberikan kontribusi penting dalam pengawasan sektor modal ventura dan reksa dana.

Baca Juga:  Maybank Indonesia Salurkan Dana Kredit Sebesar Rp123,64 Triliun Pada Tahun 2025

3. Anton Daryono

Berasal dari Bank Indonesia, Anton menjabat sebagai Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI. Pengalamannya dalam pengawasan sistem pembayaran dan perlindungan konsumen sangat relevan dengan tugas ADK OJK.

4. Ary Zulfikar

Menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ary memiliki latar belakang kuat di bidang legal dan compliance, yang menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan fungsi pengawasan.

5. Danu Febrianto

Senior Executive Vice President di Lembaga Penjamin Simpanan. Danu memiliki pengalaman di bidang operasional dan kelembagaan LPS, termasuk penanganan risiko bank umum.

6. Darmansyah

Pejabat struktural di OJK, menjabat sebagai Deputi Komisioner Perencanaan Strategis, Keuangan, Sekretariat Dewan Komisioner dan Logistik. Pengalamannya langsung di lingkungan OJK memberikan pemahaman mendalam tentang mekanisme kerja lembaga.

7. Dicky Kartikoyono

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran di Bank Indonesia. Dicky dikenal sebagai ahli dalam kebijakan dan pengembangan infrastruktur pembayaran nasional.

8. Friderica Widyasari Dewi

Saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara Ketua DK OJK sekaligus Wakil Ketua DK OJK dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK. Namanya sudah tidak asing lagi di kalangan pelaku industri karena aktif menyuarakan perlindungan konsumen dan edukasi literasi keuangan.

9. Hasan Fawzi

Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK. Ia juga menjabat sebagai Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal dan Bursa Karbon OJK. Kehadirannya mencerminkan fokus OJK pada inovasi teknologi dan aset digital.

10. Hernawan Bekti Sasongko

Anggota Badan Supervisi OJK. Ia memiliki pengalaman langsung dalam pengawasan institusi jasa keuangan non-bank, termasuk dan lembaga pembiayaan.

Profil Singkat Para Kandidat

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut tabel profil singkat para calon pengganti ADK OJK yang menjalani fit and proper test:

No Nama Jabatan Terakhir
1 Adi Budiarso Direktur Pengembangan Perbankan Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya, Kemenkeu
2 Komisaris Independen, PT Danantara Asset Management
3 Anton Daryono Direktur Eksekutif Surveilans SP dan Pelindungan Konsumen, BI
4 Ary Zulfikar Direktur Eksekutif Hukum, LPS
5 Danu Febrianto Senior EVP, LPS
6 Darmansyah Deputi Komisioner Perencanaan Strategis dan Sekretariat DK OJK
7 Dicky Kartikoyono Kepala Departemen Kebijakan SP, BI
8 Friderica Widyasari Dewi Pjs Ketua DK OJK dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku dan Edukasi Konsumen
9 Hasan Fawzi Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Digital dan Kripto
10 Hernawan Bekti Sasongko Anggota Badan Supervisi OJK

Mengenal Fit and Proper Test Secara Lebih Mendalam

Fit and proper test bukanlah prosedur biasa. Ini adalah bagian dari prinsip good governance yang diterapkan secara ketat dalam institusi publik, terutama lembaga pengawas seperti OJK. Tujuannya adalah memastikan bahwa individu yang akan menempati posisi strategis memiliki integritas, kompetensi, dan independensi yang tinggi.

Baca Juga:  Proyeksi Posisi Saham Indonesia di Indeks MSCI Tetap Solid Sepanjang Tahun 2026 Ini

1. Apa Itu Fit and Proper Test?

Fit and proper test adalah uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan oleh DPR kepada calon pejabat publik. Tes ini mencakup aspek moral, etika, rekam jejak profesional, serta kemampuan teknis untuk menjalankan tugas dengan baik.

2. Kenapa Fit and Proper Test Penting?

Uji ini menjadi pagar pengaman bagi kualitas kepemimpinan di lembaga negara. Dengan adanya tes ini, diharapkan tidak ada pihak yang menggunakan posisi strategis untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

3. Bagaimana Prosesnya?

Proses dimulai dengan presentasi singkat dari masing-masing kandidat, diikuti dengan sesi tanya jawab intensif dari anggota Komisi XI DPR. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup rekam jejak, transparansi harta kekayaan, hingga tanggapan publik.

4. Apa yang Dinilai?

Beberapa parameter utama yang dinilai antara lain:

  • Integritas dan etika pribadi
  • Kompetensi profesional
  • Rekam jejak kepemimpinan
  • Kemampuan mengambil keputusan independen
  • Transparansi dan akuntabilitas

Harapan dan Tantangan Ke depan

Keberhasilan proses regenerasi di tubuh OJK sangat bergantung pada kualitas sosok yang nantinya akan menduduki kursi Dewan Komisioner. Dengan semakin banyaknya tantangan baru seperti perkembangan fintech, aset kripto, dan platform digital, dibutuhkan figur yang adaptif dan visioner.

Para kandidat yang lolos fit and proper test diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, tetapi juga mendorong transformasi yang inklusif dan berkelanjutan. Termasuk memperkuat perlindungan konsumen serta meningkatkan literasi keuangan di tengah masyarakat.

Namun, tantangan besar juga datang dari sisi implementasi. Regulasi yang ketat harus tetap fleksibel untuk mengakomodasi inovasi. Di sinilah peran ADK menjadi sangat krusial. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam menjaga ekuilibrium antara kontrol dan pertumbuhan.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini didasarkan pada data resmi yang dirilis oleh Komisi XI DPR RI terkait pelaksanaan fit and proper test pada 11 Maret 2026. Data dan hasil tes dapat berubah tergantung pada keputusan akhir DPR. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai acuan resmi atau rekomendasi.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.