Ilustrasi. | Foto: Bank Jago
Penulis: Fajrul
Media Asuransi, JAKARTA – Jumlah nasabah Bank Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta orang pada akhir Desember 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terjadi meski tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia masih belum merata.
Pertumbuhan yang signifikan ini mencerminkan semakin besar minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang berbasis prinsip syariah. Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, menyebut bahwa hal ini membuktikan masyarakat semakin percaya pada solusi keuangan yang mudah, inovatif, dan kolaboratif.
Perkembangan Nasabah dan Literasi Keuangan Syariah
Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan syariah pada 2025 mencapai 43,42 persen. Namun, inklusi keuangan syariah masih berada di level 13,41 persen. Gap ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi bank syariah digital seperti Bank Jago.
Sutan Emir Hidayat, Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), menyatakan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam menutup gap tersebut. Ia menilai bahwa teknologi membuat layanan keuangan syariah lebih mudah diakses dan relevan bagi generasi muda.
1. Fitur Perencanaan Finansial Berbasis Tujuan
Bank Jago Syariah menghadirkan fitur goal-based saving yang memungkinkan nasabah merencanakan kebutuhan finansial mereka. Salah satu penggunaan populer adalah untuk perencanaan ibadah haji dan umrah. Lebih dari 40 ribu nasabah menggunakan fitur ini, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang terstruktur.
2. Peningkatan Transaksi saat Ramadan
Selama bulan Ramadan, pola transaksi nasabah mengalami perubahan. Lebih dari 68 persen transaksi zakat dan sedekah dilakukan antara waktu subuh hingga dhuha. Sementara itu, 53 persen donasi disalurkan untuk anak yatim piatu melalui aplikasi Bank Jago Syariah. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi mempermudah distribusi dana sosial secara transparan dan tepat sasaran.
Dukungan dari Pertumbuhan Ekonomi Halal
Kontribusi sektor halal value chain terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III/2025 mencapai 27,34 persen atau senilai Rp4.832 triliun. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 26,53 persen atau Rp4.368 triliun. Pertumbuhan ekosistem ekonomi halal ini menjadi salah satu faktor penopang bagi perkembangan perbankan syariah digital.
Tabel Perbandingan Kontribusi Sektor Halal terhadap PDB
| Tahun | Kontribusi terhadap PDB | Nilai (Triliun) |
|---|---|---|
| 2024 | 26,53% | Rp4.368 |
| 2025 | 27,34% | Rp4.832 |
Peningkatan ini menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi halal semakin berkembang dan menarik minat berbagai pihak, termasuk pelaku industri keuangan syariah.
3. Strategi Digitalisasi untuk Meningkatkan Inklusi
Bank Jago Syariah memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses layanan keuangan. Dengan aplikasi yang mudah digunakan dan fitur yang ramah pengguna, bank ini berhasil menjangkau berbagai kalangan, terutama generasi muda yang lebih familiar dengan digital banking.
4. Edukasi dan Literasi Keuangan
Selain menyediakan layanan digital, Bank Jago Syariah juga aktif dalam edukasi keuangan syariah. Melalui berbagai kampanye dan program edukasi, bank ini membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang prinsip dan manfaat keuangan syariah.
Potensi dan Tantangan Ke Depan
Meski telah mencatat pertumbuhan yang solid, tantangan tetap ada. Literasi keuangan syariah masih rendah dan inklusi belum merata. Namun, hal ini juga menjadi peluang besar bagi bank syariah digital untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan.
5. Kolaborasi dengan Ekosistem Halal
Bank Jago Syariah terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam ekosistem ekonomi halal. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas layanan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah.
Kesimpulan
Pencapaian jumlah nasabah Bank Jago Syariah yang hampir mencapai 2,4 juta pada akhir 2025 menunjukkan bahwa minat terhadap keuangan syariah terus meningkat. Dengan memanfaatkan teknologi dan fokus pada edukasi, bank ini berhasil menembus pasar yang sebelumnya belum tersentuh.
Namun, perjalanan masih panjang. Literasi dan inklusi keuangan syariah masih menjadi tantangan utama. Dengan strategi yang tepat dan komitmen yang kuat, Bank Jago Syariah berpotensi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Maret 2026. Angka dan kondisi dapat berubah seiring perkembangan waktu dan kebijakan yang berlaku.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.
