Beranda » Perbankan » CIMB Niaga (BNGA) Komitmen Kuat Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

CIMB Niaga (BNGA) Komitmen Kuat Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap keberlanjutan lewat berbagai program yang ramah dan inklusif. Di tahun 2025, bank ini mencatatkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun, atau sekitar 25 persen dari total pembiayaan yang disalurkan.

Fokus utama CIMB Niaga dalam program ini adalah pengembangan terbarukan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini sejalan dengan visi bank untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Pembiayaan Berkelanjutan yang Terus Berkembang

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyampaikan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang. CIMB Niaga terus mengembangkan solusi keuangan yang mendukung tujuan berkelanjutan, termasuk sustainability-linked loan dan berbagai produk pembiayaan non-ritel yang ramah lingkungan.

  1. Peningkatan Portofolio Pembiayaan Kelapa Sawit Berkelanjutan
    Hingga akhir 2025, 70 persen dari portofolio pembiayaan kelapa sawit CIMB Niaga telah tersertifikasi keberlanjutan. Ini menunjukkan bahwa bank ini serius dalam mendorong praktik bisnis yang ramah lingkungan di sektor yang kerap dikritik karena dampak lingkungannya.

  2. Ekspansi ke Sektor Energi Terbarukan dan UMKM
    CIMB Niaga terus memperluas pembiayaan ke sektor energi terbarukan dan UMKM. Ini menjadi bagian penting dari strategi bank untuk mendukung transisi energi nasional serta penguatan ekosistem usaha kecil dan menengah.

Langkah-langkah Operasional untuk Mendukung Keberlanjutan

Selain pembiayaan, CIMB Niaga juga menjalankan berbagai inisiatif operasional untuk mendukung target keberlanjutan. Langkah-langkah ini mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca hingga pemanfaatan energi terbarukan di gedung kantor.

  1. Pemasangan Panel Surya di Gedung Kantor
    CIMB Niaga memasang panel surya di dua gedung kantornya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.

  2. Modernisasi Peralatan Kantor
    Bank ini juga melakukan modernisasi peralatan kantor untuk mengurangi konsumsi energi. Dengan menggunakan teknologi yang lebih energi, CIMB Niaga mampu mengurangi jejak karbon operasionalnya.

  3. Pembelian Sertifikat Energi Terbarukan (REC)
    CIMB Niaga membeli Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificates/REC) untuk mendukung penggunaan energi bersih secara lebih luas. Inisiatif ini membantu bank dalam mencapai target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Scope 1 & 2 sebesar 46 persen dibanding baseline tahun 2019.

Baca Juga:  Addin Jauharudin Menjadi Komisaris Independen Baru di BSI (BRIS)

Dekarbonisasi di Sektor Emisi Tinggi

CIMB Niaga, bersama CIMB Group, secara rutin memantau target dekarbonisasi di sejumlah sektor dengan intensitas emisi karbon tinggi. Ini termasuk:

  • Tambang batu bara termal
  • Kelapa sawit
  • Semen
  • Ketenagalistrikan
  • Real estat
  • Minyak dan gas bumi

Hingga 2024, lebih dari 50 persen atau empat dari enam sektor dengan target Net Zero tahun 2030 telah menunjukkan kinerja yang sesuai dengan skenario acuan. Ini menunjukkan bahwa CIMB Niaga tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga aktif memantau dampak lingkungan dari sektor-sektor strategis.

Dampak Sosial dan Lingkungan Melalui CSR

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJL) CIMB Niaga dirancang untuk mendukung empat pilar utama yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Empat pilar tersebut adalah:

  • Pendidikan
  • Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
  • Pemberdayaan ekonomi
  • Iklim dan lingkungan

Capaian Dampak Sosial di Tahun 2025

Bidang Capaian
Pendidikan Menjangkau lebih dari 10.000
Kesehatan Mendukung sekitar .300 penerima manfaat melalui program #CegahStunting bersama UNICEF
Pemberdayaan Ekonomi Memberdayakan hampir 1.000 UMKM, termasuk usaha milik wanita dan penyandang
Iklim dan Lingkungan Menanam lebih dari 115.000 pohon bambu dengan potensi penyerapan karbon lebih dari 15.000 ton CO₂

Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga mendukung upaya nasional dalam mencapai target pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas hidup.

Baca Juga:  Analisis 3 Faktor Penghambat Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah Sepanjang Tahun 2026

Integrasi Keberlanjutan dalam Strategi Bisnis

Lani Darmawan menekankan bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. CIMB Niaga terus mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnisnya agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tahan banting.

Bank ini percaya bahwa pertumbuhan yang bertanggung jawab tidak hanya menguntungkan secara , tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan pendekatan yang holistik, CIMB Niaga berharap bisa menjadi contoh bagi industri perbankan dalam mendorong ekonomi berkelanjutan.

Disclaimer

Data dan pencapaian yang disebutkan dalam artikel ini bersifat sesuai dengan informasi resmi yang dirilis oleh CIMB Niaga per Desember 2025. Angka dan target dapat berubah seiring waktu dan kebijakan yang berlaku.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.