Beranda » Perbankan » Pencapaian 12 persen pertumbuhan portofolio pembiayaan hijau Maybank Indonesia di 2026

Pencapaian 12 persen pertumbuhan portofolio pembiayaan hijau Maybank Indonesia di 2026

Sektor perbankan nasional kini menunjukkan komitmen serius dalam mendukung transisi rendah karbon melalui akselerasi pembiayaan berkelanjutan. PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatatkan capaian impresif dengan lonjakan pembiayaan hijau sebesar 92,9 persen secara tahunan, yang membawa total penyaluran mencapai Rp8,24 triliun sepanjang 2025.

Pencapaian ini menjadi sinyal bahwa sektor keuangan semakin adaptif terhadap kebutuhan pendanaan ramah lingkungan. Langkah strategis tersebut sekaligus memperkokoh posisi bank dalam mendukung target emisi nol bersih di masa depan.

Strategi Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia

Mobilisasi dana sebesar Rp8,24 triliun tersebut bukan sekadar angka, melainkan hasil dari penerapan kerangka kerja yang ketat dan terukur. Bank mengacu pada Sustainable Product Framework (SPF) serta Transition Finance Framework (TFF) yang selaras dengan standar global untuk memastikan setiap yang disalurkan memiliki dampak nyata bagi lingkungan.

Secara akumulatif, sejak tahun 2021 hingga 2025, Maybank Indonesia telah memobilisasi total Rp17,31 triliun untuk berbagai proyek berkelanjutan. Angka ini mencerminkan konsistensi dalam menangkap peluang di tengah transisi ekonomi hijau yang sedang berlangsung di Indonesia.

Berikut adalah rincian alokasi pembiayaan berkelanjutan berdasarkan yang menjadi fokus utama bank:

1. Transportasi Ramah Lingkungan

Sektor ini menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi mencapai Rp4,6 triliun. Dukungan ini menyasar , mulai dari pembiayaan unit kendaraan hingga rantai pasok pendukungnya.

2. Investasi Instrumen Hijau

Bank menempatkan dana sebesar Rp1,5 triliun pada instrumen seperti Green Bonds atau Sukuk. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat investasi yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan.

3. Sustainability-Linked Financing

Penyaluran pembiayaan berbasis mencapai Rp1,1 triliun. Instrumen ini dirancang untuk memberikan insentif bagi debitur yang berhasil mencapai target kinerja keberlanjutan tertentu.

4. Pengelolaan Sumber Daya Alam

Alokasi sebesar Rp500 miliar disalurkan untuk sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan. Fokus ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Baca Juga:  Strategi BTN Kembangkan Sektor UMKM dan KPR di Tapanuli Utara Sepanjang Tahun 2026

5. Energi Terbarukan

Pembiayaan pada sektor energi terbarukan tercatat sebesar Rp315 miliar. Dana ini difokuskan untuk mendukung proyek-proyek yang mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Transisi menuju ekonomi rendah karbon memerlukan sinergi dari berbagai lini bisnis agar dampaknya terasa secara luas. Maybank Indonesia memanfaatkan jaringan entitas anak untuk menjangkau segmen ritel yang lebih spesifik dalam mendukung adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Perbandingan Kinerja Pembiayaan Hijau

Peningkatan signifikan pada sektor transportasi menunjukkan pergeseran perilaku konsumen dan pelaku bisnis yang mulai beralih ke kendaraan . Tabel di bawah ini merangkum perbandingan nilai pembiayaan pada sektor transportasi ramah lingkungan dalam dua tahun terakhir.

Kategori Sektor Nilai Pembiayaan 2024 Nilai Pembiayaan 2025 Pertumbuhan
Transportasi Ramah Lingkungan Rp2,1 Triliun Rp4,6 Triliun Signifikan
Energi Terbarukan Terbatas Rp315 Miliar
Instrumen Green Bonds/Sukuk Data Terbatas Rp1,5 Triliun

Data di atas menunjukkan bahwa sektor transportasi menjadi kontributor terbesar dalam portofolio pembiayaan hijau. Peningkatan dari Rp2,1 triliun menjadi Rp4,6 triliun menegaskan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia mendapatkan dukungan pendanaan yang sangat masif.

Peran Entitas Anak dalam Ekosistem Hijau

Keberhasilan penyaluran pembiayaan di segmen ritel tidak lepas dari peran strategis anak perusahaan. Maybank Finance dan WOM Finance menjadi ujung tombak dalam menyediakan akses pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid.

Keterlibatan entitas anak ini memudahkan masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Baik kendaraan roda empat maupun roda dua kini memiliki opsi pembiayaan yang lebih fleksibel melalui jaringan yang luas.

Baca Juga:  Kebijakan Free Float 15% Masih Mengambang, Bank Tahan Langkah Menunggu Regulasi Resmi OJK

Berikut adalah tahapan dukungan yang diberikan oleh entitas anak dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik:

  1. Penyediaan skema kredit khusus untuk pembelian kendaraan listrik baru.
  2. Integrasi layanan pembiayaan dengan mitra dealer kendaraan listrik terpercaya.
  3. Edukasi kepada nasabah mengenai manfaat penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
  4. Pemantauan dampak keberlanjutan dari setiap unit yang dibiayai.

Langkah-langkah tersebut membuktikan bahwa dukungan terhadap ekonomi hijau tidak hanya menyasar korporasi besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat luas. Dengan ekosistem yang semakin matang, transisi menuju transportasi yang lebih bersih diharapkan dapat berjalan lebih cepat.

Ke depan, tantangan dalam pembiayaan berkelanjutan akan semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi dan regulasi global. Bank dituntut untuk terus berinovasi dalam menciptakan instrumen keuangan yang tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi iklim dan lingkungan hidup.

Konsistensi dalam menjalankan kerangka kerja berkelanjutan menjadi kunci utama. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan komitmen dari berbagai pihak, target ekonomi rendah karbon bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang sedang dibangun secara bertahap.

Disclaimer: Data yang tercantum dalam artikel ini berdasarkan laporan kinerja perusahaan pada periode terkait. Informasi mengenai nilai pembiayaan, alokasi dana, dan target keberlanjutan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan internal bank, kondisi pasar, serta regulasi yang berlaku. Pembaca disarankan untuk merujuk pada laporan tahunan resmi atau kanal komunikasi resmi Maybank Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.