PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI baru saja mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Dalam pengumuman tersebut, BNI menyetujui pembagian dana sebesar Rp13,026 triliun kepada para pemegang sahamnya. Angka ini menunjukkan komitmen BNI sebagai salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia dalam memberikan return kepada investor.
Dividen yang dibagikan sebesar Rp349,41 per lembar saham. Jumlah ini dihitung berdasarkan total saham yang beredar dan tercatat pada tanggal recording date. Pembayaran dividen ini akan dilakukan secara tunai dan akan dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi investor yang memegang saham BNI, ini adalah kabar baik karena menunjukkan kinerja keuangan bank yang solid sepanjang tahun lalu.
Jadwal Pembagian Dividen BNI Tahun Buku 2025
Sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham BNI menjelang pembagian dividen, penting untuk memahami jadwal lengkapnya. Tanggal-tanggal penting ini menentukan siapa saja yang berhak menerima pembagian dividen tunai dari BNI.
1. Tanggal Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi
Tanggal ini ditetapkan pada 17 Maret 2026. Pada hari ini, saham BNI masih memberikan hak kepada pembeli untuk mendapatkan dividen. Artinya, jika seseorang membeli saham BNI sebelum atau pada tanggal ini, maka ia masih berhak atas dividen yang akan dibagikan.
2. Tanggal Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi
Tanggal ex dividen ditetapkan pada 25 Maret 2026. Mulai dari tanggal ini, pembeli saham BNI tidak lagi mendapatkan hak atas dividen tunai yang telah disetujui. Harga saham biasanya mengalami penyesuaian setelah tanggal ini.
3. Tanggal Cum Dividen Pasar Tunai
Untuk pasar tunai, tanggal cum dividen ditetapkan pada 26 Maret 2026. Ini adalah batas akhir pembelian saham di pasar tunai yang masih memberikan hak atas dividen.
4. Tanggal Ex Dividen Pasar Tunai
Tanggal ex dividen di pasar tunai adalah 27 Maret 2026. Setelah tanggal ini, pembeli saham di pasar tunai tidak lagi mendapatkan hak atas dividen.
5. Tanggal Recording Date
Tanggal recording date ditetapkan pada 26 Maret 2026. Hanya pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau dalam sub rekening efek di KSEI pada tanggal inilah yang berhak atas pembagian dividen.
6. Tanggal Pembayaran Dividen
Pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 7 April 2026. Pada tanggal ini, dana akan mulai didistribusikan ke rekening para pemegang saham, baik melalui KSEI maupun secara langsung.
Mekanisme Pembayaran Dividen BNI
Pembagian dividen tidak serta merta langsung masuk ke rekening semua pemegang saham. Ada mekanisme yang harus diikuti agar pembayaran dapat dilakukan dengan lancar dan sesuai aturan.
Bagi pemegang saham yang sahamnya disimpan di KSEI, pembayaran dividen akan dilakukan secara kolektif melalui sistem penitipan saham. Dana akan masuk ke Rekening Dana Nasabah (RDN) masing-masing pemegang saham pada 7 April 2026. Proses ini biasanya dilakukan oleh perusahaan efek atau bank kustodian tempat investor membuka rekening.
Sementara itu, bagi pemegang saham yang tidak menggunakan penitipan kolektif KSEI, pembayaran dilakukan secara langsung ke rekening pribadi. Namun, proses ini bisa memakan waktu lebih lama dan biasanya dilakukan setelah pembayaran kolektif selesai.
Pajak atas Dividen Tunai BNI
Dividen yang diterima pemegang saham akan dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Besaran pajak ini biasanya dipotong langsung oleh KSEI atau bank penyalur dividen. Investor tidak perlu repot mengurus pembayaran pajak secara manual, karena sudah menjadi bagian dari proses distribusi.
Rincian Dividen BNI Tahun Buku 2025
Berikut adalah rincian lengkap terkait pembagian dividen BNI untuk tahun buku 2025:
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Total Dividen Tunai | Rp13.026.457.038.424,30 |
| Dividen per Saham | Rp349,4133654 |
| Tanggal Pembayaran Dividen | 7 April 2026 |
| Tanggal Recording Date | 26 Maret 2026 |
| Tanggal Ex Dividen (Reguler & Negosiasi) | 25 Maret 2026 |
| Tanggal Ex Dividen (Pasar Tunai) | 27 Maret 2026 |
Pentingnya Memahami Jadwal Dividen
Memahami jadwal dividen sangat penting, terutama bagi investor aktif yang ingin memanfaatkan momen pembagian dividen untuk keuntungan jangka pendek. Investor yang ingin mendapatkan dividen harus membeli saham sebelum tanggal ex dividen. Jika membeli setelah tanggal tersebut, maka hak atas dividen sudah tidak berlaku lagi.
Selain itu, fluktuasi harga saham biasanya terjadi menjelang dan sesudah pembagian dividen. Oleh karena itu, pemahaman terhadap mekanisme ini bisa menjadi modal penting dalam pengambilan keputusan investasi.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersumber dari pengumuman resmi BNI dan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 11 Maret 2026. Jadwal dan nominal dividen bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan perusahaan dan regulasi yang berlaku. Data yang disajikan bersifat valid pada tanggal publikasi dan tidak menjamin akurasi di masa mendatang. Pembaca disarankan untuk selalu merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
