Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menunjukkan performa positif pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 8.322,23. Penguatan ini berbarengan dengan aktivitas beli asing yang cukup signifikan di pasar modal Indonesia. Investor asing tampaknya kembali percaya diri dengan potensi pasar lokal dan memborong sejumlah saham besar.
Nilai beli bersih asing mencapai total Rp 2,74 triliun. Rinciannya, pembelian di pasar reguler menyumbang Rp 1,18 triliun, sedangkan pasar negosiasi menyumbang Rp 1,56 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa minat investor global terhadap aset-aset domestik masih tinggi meski dalam kondisi pasar yang dinamis.
Lima Saham dengan Net Buy Asing Tertinggi
Transaksi asing tidak tersebar merata di semua saham. Beberapa emiten unggulan justru menjadi favorit utama. Saham-saham ini mencatatkan nilai beli bersih tertinggi dan sebagian besar di antaranya juga mengalami kenaikan harga di akhir perdagangan.
1. BBRI Catat Beli Bersih Asing Rp 641 Miliar
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham paling banyak diborong oleh investor asing. Nilai beli bersihnya mencapai Rp 641 miliar. Saham ini juga ditutup menguat 2,58% ke level Rp 3.970 per saham. Kinerja bank pelat merah ini masih menarik perhatian investor, terutama di tengah optimisme sektor perbankan menjelang tahun politik.
2. BBCA Raup Minat Asing Sebesar Rp 231 Miliar
Bank Central Asia (BBCA) juga masuk daftar lima besar saham dengan net buy asing tertinggi. Saham ini dibeli bersih sebesar Rp 231 miliar. Di akhir perdagangan, harga sahamnya naik 1,38% ke Rp 7.325. Stabilitas kinerja BBCA membuatnya tetap diminati, baik oleh investor lokal maupun asing.
3. BIPI Naik Tajam Usai Rencana Proyek WTE
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mencatatkan lonjakan harga yang cukup dramatis. Saham ini melonjak 17,78% ke level Rp 318 per saham. Nilai beli bersih asing mencapai Rp 147 miliar. Lonjakan ini dipicu oleh rencana pengumuman proyek Waste to Energy (WTE) bersama Danantara. Investor asing pun langsung bereaksi cepat.
4. BUVA Naik 14,88%, Jadi Sorotan Investor Hotel
Saham perhotelan BUVA juga masuk radar investor asing. Nilai beli bersihnya mencapai Rp 127 miliar. Saham yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro ini ditutup naik 14,88% ke Rp 1.660. Sektor properti dan perhotelan kembali menarik minat investor setelah beberapa waktu terakhir kurang bersinar.
5. UNTR Lanjutkan Tren Positif di Level Rp 31.500
United Tractors (UNTR) juga tidak ketinggalan. Saham ini mencatat beli bersih asing sebesar Rp 78 miliar. Di akhir perdagangan, harganya naik 2,27% ke Rp 31.500. Saham emiten alat berat ini sempat menyentuh level tertinggi awal Februari di kisaran Rp 24.500 dan terus menunjukkan tren positif.
Faktor-Faktor yang Dorong Minat Investor Asing
Investor asing tidak serta merta membeli saham begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendukung peningkatan aktivitas belanja mereka di pasar saham lokal.
1. Stabilitas Makro Ekonomi Domestik
Indonesia masih dianggap sebagai negara dengan ekonomi yang relatif stabil. Meskipun ada tantangan global, fundamental ekonomi dalam negeri memberikan keyakinan tersendiri bagi investor asing untuk terus berinvestasi.
2. Prospek Emiten yang Kuat
Emiten-emiten besar seperti bank dan infrastruktur memiliki prospek bisnis yang kuat. Ini membuat mereka menjadi pilihan utama investor asing yang mencari portofolio aman namun tetap menguntungkan.
3. Sentimen Positif Pasca-Rencana Proyek Strategis
Beberapa saham mendapat dorongan dari rencana proyek strategis nasional. Contohnya BIPI yang disebut bakal terlibat dalam proyek energi terbarukan. Hal ini langsung memicu antusiasme investor.
Tips Melihat Saham Favorit Investor Asing
Bagi pemodal lokal, melihat saham mana yang diborong asing bisa menjadi indikator penting. Namun, bukan berarti harus ikut-ikutan secara mentah-mentah.
-
Perhatikan Fundamental Emiten
Cek kinerja keuangan, prospek usaha, dan manajemen perusahaan. Saham yang dibeli asing belum tentu cocok untuk semua orang. -
Lihat Tren Harga Jangka Panjang
Jangan hanya terpaku pada pergerakan harian. Analisis grafik dan tren jangka panjang bisa memberikan gambaran lebih jelas. -
Pertimbangkan Risiko Investasi
Semua investasi memiliki risiko. Saham yang populer pun bisa mengalami volatilitas tinggi.
Data Perbandingan Saham Net Buy Asing Tertinggi
| No | Kode Saham | Nilai Net Buy Asing | % Change Harga | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | BBRI | Rp 641 Miliar | +2,58% | Rp 3.970 |
| 2 | BBCA | Rp 231 Miliar | +1,38% | Rp 7.325 |
| 3 | BIPI | Rp 147 Miliar | +17,78% | Rp 318 |
| 4 | BUVA | Rp 127 Miliar | +14,88% | Rp 1.660 |
| 5 | UNTR | Rp 78 Miliar | +2,27% | Rp 31.500 |
Catatan: Data di atas merupakan hasil transaksi pada Rabu, 25 Februari 2026.
Disclaimer
Data yang disajikan bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis mandiri dan pertimbangan risiko yang matang.
Melihat saham mana yang diborong investor asing bisa jadi langkah awal yang menarik. Tapi ingat, investasi itu soal pilihan, bukan ikutan. Setiap saham punya cerita dan risikonya sendiri. Jadi, pastikan selalu cek dan ricek sebelum ambil langkah.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.

