Beranda » Pasar Modal » Indeks Harga Saham Gabungan Melonjak Lebih dari 1 Persen, Kiwoom Sekuritas Berikan Rekomendasi Investasi Terbaru

Indeks Harga Saham Gabungan Melonjak Lebih dari 1 Persen, Kiwoom Sekuritas Berikan Rekomendasi Investasi Terbaru

Indeks harga gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada Kamis (17/), menguat lebih dari 1%. Penguatan ini terjadi seiring optimisme investor terhadap sentimen pasar yang mulai membaik, terutama di tengah ketenangan pasar global dan meredanya tekanan terhadap inflasi.

Saham-saham unggulan kembali menjadi andalan pergerakan IHSG. Investor mencari saham-saham dengan fundamental kuat, terutama yang memiliki rasio PER (Price to Earning Ratio) menarik. Dalam hal ini, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi investasi yang bisa dijadikan pertimbangan, khususnya untuk saham-saham LQ45 yang memiliki PER terendah dan tertinggi.

Rekomendasi Investasi dari Kiwoom Sekuritas

Kiwoom Sekuritas, salah satu perusahaan sekuritas terpercaya di Indonesia, selalu memantau pergerakan pasar modal secara cermat. Dalam analisis terbarunya, mereka menyarankan investor untuk fokus pada saham-saham dengan valuasi rendah namun memiliki prospek pertumbuhan yang baik.

Langkah ini diambil untuk meminimalkan dan memaksimalkan potensi return. Saham dengan PER rendah biasanya dianggap lebih murah relatif terhadap laba perusahaan, sehingga memiliki potensi apresiasi harga di masa depan.

1. Pilih Saham dengan PER Terendah di LQ45

PER menjadi salah satu indikator penting dalam menilai apakah saham layak dibeli atau tidak. Saham dengan PER rendah bisa jadi belum sepenuhnya dihargai pasar, padahal kinerjanya stabil.

Berikut beberapa saham LQ45 dengan PER terendah per 17 Maret 2026:

No Kode Saham PER (x)
1 9.2
2 UNVR 10.5
3 TLKM 11.0
4 BBRI 11.3
5 JSMR 12.1

Saham-saham ini layak menjadi pilihan utama investor jangka panjang yang mencari nilai intrinsik yang belum sepenuhnya tercermin di harga pasar.

2. Waspadai Saham dengan PER Tertinggi

Di sisi lain, ada juga saham LQ45 yang memiliki PER tinggi. Ini bisa menandakan bahwa saham tersebut sedang "mahal" atau sudah terlalu optimis diprediksi pasar.

Baca Juga:  Update Harga Emas Galeri 24 Serta UBS di Pegadaian Hari Ini 28 Mei 2026 Sedang Turun

Berikut daftar saham dengan PER tertinggi:

No Kode Saham PER (x)
1 EMDE 28.7
2 ADRO 26.3
3 INCO 24.9
4 KLBF 23.5
5 SMGR 22.8

Investor perlu berhati-hati terhadap saham-saham ini. Meski bisa jadi memiliki prospek baik, risiko koreksi harga juga lebih tinggi jika ekspektasi tidak terpenuhi.

3. Fokus pada Emiten dengan Fundamental Kuat

Kiwoom Sekuritas menyarankan agar investor tidak hanya melihat PER, tapi juga memperhatikan aspek lain seperti pertumbuhan laba, margin, dan struktur utang perusahaan. Saham yang memiliki fundamental kuat cenderung lebih tahan terhadap volatilitas pasar.

Beberapa indikator tambahan yang bisa diperhatikan antara lain:

  • ROE (Return on Equity) di atas 15%
  • Debt to Equity Ratio di bawah 1
  • Pertumbuhan earnings konsisten di atas 10% per tahun

Strategi Investasi Jangka Panjang ala Kiwoom Sekuritas

Investasi saham bukan soal beli dan jual . Apalagi saat IHSG sedang menguat, banyak investor pemula yang tergoda untuk langsung masuk tanpa analisis mendalam.

Kiwoom Sekuritas menyarankan pendekatan yang lebih sistematis dan disiplin. Berikut beberapa langkah yang bisa diikuti:

1. Tentukan Tujuan Investasi

Setiap investor punya tujuan berbeda. Ada yang ingin pensiun lebih cepat, ada yang menabung untuk anak kuliah. Tujuan ini akan menentukan strategi dan jenis saham yang dipilih.

2. Lakukan Diversifikasi Portofolio

Jangan terlalu fokus pada satu sektor. Campurkan saham dari berbagai sektor seperti perbankan, konsumsi, dan infrastruktur. Ini akan mengurangi risiko jika salah satu sektor sedang melemah.

Baca Juga:  Kinerja Saham Booking di Tahun 2026 Buktikan Dominasi OTA dengan Margin EBITDA Capai 37%

3. Gunakan Pendekatan Dollar Cost Averaging (DCA)

Alih-alih beli banyak dalam sekali transaksi, lebih baik alokasikan dana secara berkala. Misalnya, beli saham tiap bulan dengan jumlah nominal yang sama. Ini bisa meratakan harga beli dan mengurangi risiko timing market.

4. Evaluasi Portofolio Secara Berkala

Saham yang bagus hari ini belum tentu tetap bagus bulan depan. Evaluasi rutin membantu mengetahui apakah saham masih layak dipegang atau sudah saatnya dilepas.

Potensi Pasar Saham Indonesia ke Depan

Dengan kondisi makro ekonomi yang relatif stabil dan prospek sektor riil yang masih menjanjikan, masih memiliki ruang untuk tumbuh. Apalagi dengan semakin banyaknya investor ritel yang mulai sadar pentingnya investasi.

Namun, tetap perlu diingat bahwa investasi saham memiliki risiko. Kinerja saham bisa terpengaruh oleh faktor internal perusahaan maupun eksternal seperti atau geopolitik global.

Disclaimer

dan informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. PER dan rekomendasi saham merupakan hasil analisis sementara berdasarkan kondisi pasar hingga tanggal 17 Maret 2026. Investasi selalu memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Sebaiknya konsultasikan dengan konsultan keuangan sebelum membuat keputusan investasi.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.