Pasar modal Indonesia kembali bergeliat setelah menjalani masa libur panjang Lebaran. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dijadwalkan memulai perdagangan kembali pada Rabu, 25 Maret 2026, dengan membawa sentimen yang cukup menantang dari kancah global.
Posisi terakhir IHSG pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, berada di level 7.106 setelah mencatatkan penguatan sebesar 1,2 persen. Kini, perhatian investor tertuju pada bagaimana pasar merespons dinamika geopolitik yang berkembang selama masa libur.
Dinamika Pasar Global dan Sentimen Geopolitik
Ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat menjadi bayang-bayang utama bagi pergerakan indeks. Kondisi ini diperparah dengan pelemahan bursa Wall Street pada perdagangan Selasa, 24 Maret 2026.
Ketegangan meningkat setelah adanya bantahan dari pihak Iran terkait klaim negosiasi untuk mengakhiri konflik. Pelaku pasar kini berada dalam posisi waspada tinggi sembari memantau langkah lanjutan dari kebijakan yang diambil pemerintah Amerika Serikat.
Riset Sinarmas Sekuritas mencatat bahwa sikap hati-hati menjadi pilihan utama bagi investor di tengah situasi yang belum menentu. Fokus utama pasar saat ini adalah memantau perkembangan aksi lanjutan setelah adanya penundaan perang selama lima hari yang sempat diumumkan sebelumnya.
Faktor Domestik dan Proyeksi Ekonomi
Di tengah gejolak eksternal, stabilitas ekonomi dalam negeri tetap menjadi jangkar bagi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Pemerintah terus menunjukkan komitmen untuk menjaga kesehatan fiskal melalui berbagai kebijakan strategis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa defisit APBN akan terus dijaga di bawah level 3 persen terhadap PDB. Langkah efisiensi belanja pada kementerian dan lembaga menjadi instrumen utama untuk mencapai target tersebut.
Selain itu, perputaran uang selama periode mudik Lebaran 2026 memberikan optimisme tersendiri bagi konsumsi domestik. Proyeksi perputaran uang tersebut mencapai angka Rp 135 triliun, yang setara dengan 0,56 persen dari total PDB nasional.
Berikut adalah ringkasan faktor kunci yang mempengaruhi pasar hari ini:
- Ketegangan geopolitik Iran dan Amerika Serikat.
- Pelemahan bursa saham Amerika Serikat (Wall Street).
- Komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3 persen.
- Dampak positif perputaran uang mudik Lebaran terhadap ekonomi nasional.
Rekomendasi Saham Pilihan Sinarmas Sekuritas
Setelah mencermati berbagai sentimen yang ada, terdapat beberapa emiten yang masuk dalam radar pantauan untuk sesi perdagangan hari ini. Strategi yang disarankan cenderung bersifat spekulatif mengingat volatilitas pasar yang masih cukup tinggi.
Berikut adalah rincian teknikal untuk saham-saham pilihan yang direkomendasikan oleh Sinarmas Sekuritas:
1. ADMR (Adaro Minerals Indonesia Tbk)
Saham ini mendapatkan rekomendasi Speculative Buy dengan memperhatikan pergerakan harga terakhir di level 1.965. Investor disarankan untuk masuk pada rentang harga 1.890 hingga 1.970. Target harga berada di kisaran 2.020 hingga 2.080 dengan batasan stop loss di level 1.810.
2. INKP (Indah Kiat Pulp & Paper Tbk)
Rekomendasi Speculative Buy juga diberikan untuk INKP yang ditutup di harga 9.500. Area pembelian ideal berada di rentang 9.075 hingga 9.525. Target harga ditetapkan pada level 9.775 hingga 10.025, sementara stop loss disarankan pada level 8.700.
3. MDKA (Merdeka Copper Gold Tbk)
Untuk MDKA, rekomendasi yang diberikan adalah Speculative Buy dengan harga terakhir 3.310. Posisi masuk yang disarankan adalah di rentang 3.190 hingga 3.320. Target harga dipatok pada level 3.400 hingga 3.500 dengan stop loss di level 3.050.
Tabel di bawah ini merangkum data teknikal rekomendasi saham untuk mempermudah pemantauan:
| Kode Saham | Rekomendasi | Harga Terakhir | Rentang Entry | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| ADMR | Speculative Buy | 1.965 | 1.890 – 1.970 | 2.020 – 2.080 | 1.810 |
| INKP | Speculative Buy | 9.500 | 9.075 – 9.525 | 9.775 – 10.025 | 8.700 |
| MDKA | Speculative Buy | 3.310 | 3.190 – 3.320 | 3.400 – 3.500 | 3.050 |
Data yang disajikan di atas merupakan acuan teknikal berdasarkan analisis pasar terkini. Perlu diingat bahwa dinamika pasar saham sangat dipengaruhi oleh arus informasi yang cepat berubah setiap saat.
Keputusan untuk melakukan transaksi jual maupun beli saham sepenuhnya berada di tangan masing-masing pelaku pasar. Sangat disarankan untuk menyesuaikan setiap langkah investasi dengan profil risiko pribadi dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan akhir.
Seluruh data, harga, dan target yang tercantum dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi riil di lantai bursa. Informasi ini bersifat sebagai panduan dan bukan merupakan ajakan atau perintah untuk melakukan transaksi pada saham tertentu.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.


