Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan sinyal ketidakpastian di awal pekan perdagangan Rabu (11/3/2026). Meski sehari sebelumnya berhasil menguat sebesar 1,41% ke level 7.440, tekanan jual masih terus menghiasi pergerakan pasar. Bursa saham saat ini sedang dalam fase konsolidasi, dan potensi koreksi belum sepenuhnya tertutup.
Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG saat ini berada dalam gelombang [y] dari wave 4 atau wave (2) berdasarkan analisis teknikal. Artinya, pasar masih dalam fase koreksi dari tren sebelumnya. Area kritis yang perlu diperhatikan adalah di kisaran 7.140 sebagai potensi titik koreksi selanjutnya. Sementara itu, peluang rebound atau penguatan jangka pendek masih terbuka di kisaran 7.573 hingga 7.701.
Dari sisi teknikal, level support IHSG saat ini berada di 7.071 dan 7.226. Sedangkan resistance atau tekanan jual berada di rentang 7.481 hingga 7.712. Investor dan trader perlu waspada terhadap pergerakan harga di area-area ini, karena bisa menjadi titik balik atau pemicu volatilitas lebih lanjut.
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Hari Ini
Mengingat kondisi pasar yang masih rentan terhadap koreksi, MNC Sekuritas mengeluarkan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai memiliki potensi performa baik di tengah situasi ini. Saham-saham berikut dipilih berdasarkan analisis teknikal dan volume perdagangan yang menunjukkan aktivitas beli yang cukup tinggi.
1. AMMN – Buy on Weakness
Saham AMMN mencatat kenaikan 2,19% ke level 5.825 pada perdagangan sebelumnya. Peningkatan volume pembelian menjadi sinyal positif bagi kelanjutan tren bullish. Secara teknikal, AMMN saat ini berada dalam gelombang iv dari wave (c) dari wave [y].
- Buy on Weakness: 5.700–5.825
- Target Price: 6.125, 6.425
- Stoploss: below 5.600
2. BBYB – Spec Buy
BBYB menguat 2,76% ke level 298, didukung oleh peningkatan volume transaksi. Saham ini diperkirakan sedang memasuki awal gelombang [a] dari wave B, selama mampu bertahan di atas level 276.
- Spec Buy: 286–294
- Target Price: 326, 356
- Stoploss: below 276
3. NCKL – Buy on Weakness
NCKL mencatat kenaikan cukup signifikan sebesar 6,69% ke level 1.355. Volume pembelian yang tinggi menunjukkan adanya minat investor jangka pendek. Analisis teknikal menunjukkan bahwa NCKL sedang berada dalam gelombang [ii] dari wave C.
- Buy on Weakness: 1.295–1.330
- Target Price: 1.400, 1.445
- Stoploss: below 1.280
4. WIFI – Buy on Weakness
WIFI melonjak 7,46% ke level 2.090, menunjukkan penguatan yang cukup kuat. Saham ini diperkirakan sedang dalam gelombang 5 dari wave (A), yang menandakan fase akhir dari tren saat ini.
- Buy on Weakness: 1.760–1.965
- Target Price: 2.390, 2.690
- Stoploss: below 1.690
Perbandingan Potensi Saham Rekomendasi
Berikut tabel ringkasan rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk perdagangan Rabu (11/3/2026):
| Kode Saham | Strategi | Range Harga Beli | Target Price | Stoploss |
|---|---|---|---|---|
| AMMN | Buy on Weakness | 5.700–5.825 | 6.125, 6.425 | below 5.600 |
| BBYB | Spec Buy | 286–294 | 326, 356 | below 276 |
| NCKL | Buy on Weakness | 1.295–1.330 | 1.400, 1.445 | below 1.280 |
| WIFI | Buy on Weakness | 1.760–1.965 | 2.390, 2.690 | below 1.690 |
Tabel di atas menunjukkan strategi yang berbeda sesuai dengan posisi teknikal masing-masing saham. Investor bisa memilih saham berdasarkan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.
Pentingnya Manajemen Risiko di Tengah Volatilitas
Di tengah situasi pasar yang masih fluktuatif, manajemen risiko menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Setiap rekomendasi saham di atas sudah dilengkapi dengan level stoploss untuk meminimalkan potensi kerugian jika tren bergerak melawan ekspektasi.
Investor juga disarankan untuk tidak terlalu agresif dalam mengambil posisi. Mengingat potensi koreksi masih terbuka, pendekatan yang lebih selektif dan disiplin akan memberikan hasil yang lebih konsisten dalam jangka panjang.
Disclaimer
Data dan analisis yang disajikan dalam artikel ini bersifat prediktif dan berdasarkan asumsi teknikal pasar. Nilai harga saham, target, serta level support dan resistance dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makro ekonomi, sentimen pasar, dan faktor eksternal lainnya. Keputusan investasi sebaiknya tetap mempertimbangkan kondisi pribadi dan tujuan finansial masing-masing investor.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.

