Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026. Sentimen positif datang dari rebound teknikal yang terjadi di akhir pekan lalu, seiring dengan aksi beli asing yang cukup masif.
Secara teknis, IHSG kemarin berhasil menguat 0,50% ke level 8.322,23. Penguatan ini terjadi setelah indeks membentuk candle Doji tepat di area support MA10 dan MA20 yang mulai menunjukkan sinyal golden cross. Ini menjadi indikator awal bahwa tekanan jual mulai berkurang dan peluang kenaikan bisa berlanjut.
Sektor-Sektor yang Dorong Penguatan IHSG
Tiga sektor andalan yang menyokong penguatan IHSG kemarin adalah kesehatan, konsumer non-primer, dan industri. Masing-masing naik cukup signifikan, yakni 2,73%, 2,71%, dan 2,21%. Sementara itu, sektor transportasi dan keuangan masih berada di zona merah dengan pelemahan masing-masing 1,69% dan 0,23%.
Sentimen positif ini diperkuat oleh net buy asing yang mencapai Rp 2,74 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa investor asing mulai kembali memandang pasar modal Indonesia dengan optimis, terutama menjelang musim laporan keuangan kuartal IV tahun lalu.
Proyeksi IHSG Menuju Level 8.600
Kiwoom Research memperkirakan bahwa IHSG berpotensi mencapai level 8.600 dalam waktu 1 hingga 2 pekan ke depan. Proyeksi ini didasarkan pada beberapa faktor, seperti penguatan sektor-sektor unggulan, dukungan kebijakan reformasi pasar modal, serta antusiasme investor terhadap saham-saham dengan fundamental kuat.
Namun, tetap perlu diingat bahwa pasar saham punya volatilitas tinggi. Meski tren tampak positif, risiko tetap ada. Investor disarankan untuk tetap waspada dan tidak terjebak pada ekspektasi terlalu tinggi dalam jangka pendek.
Strategi Investasi yang Disarankan
Di tengah situasi seperti ini, strategi average up secara bertahap masih relevan untuk diterapkan. Terutama bagi investor jangka pendek yang ingin memanfaatkan fluktuasi harga untuk menambah portofolio secara bertahap.
Berikut beberapa saham rekomendasi dari Kiwoom Sekuritas yang bisa jadi pertimbangan:
1. ADMR
- Entry Buy: 2.100 – 2.150
- Target Price: 2.220 – 2.280
- Support: 2.070 – 2.100
- Cut Loss: 2.050
2. ADRO
- Entry Buy: 2.310 – 2.370
- Target Price: 2.450 – 2.520
- Support: 2.270 – 2.310
- Cut Loss: 2.250
3. BKSL
- Entry Buy: 139 – 143
- Target Price: 148 – 152
- Support: 137 – 139
- Cut Loss: 135
4. INCO
- Entry Buy: 7.175 – 7.350
- Target Price: 7.575 – 7.800
- Support: 7.075 – 7.175
- Cut Loss: 7.025
Rekomendasi di atas bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan kapasitas masing-masing investor.
Perbandingan Potensi Saham Rekomendasi
Berikut tabel perbandingan potensi return dari saham-saham rekomendasi Kiwoom Sekuritas:
| Saham | Entry Buy (Rp) | Target (Rp) | Potensi Return (%) | Cut Loss (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| ADMR | 2.100 – 2.150 | 2.280 | 6,5% | 2.050 |
| ADRO | 2.310 – 2.370 | 2.520 | 6,7% | 2.250 |
| BKSL | 139 – 143 | 152 | 6,4% | 135 |
| INCO | 7.175 – 7.350 | 7.800 | 6,5% | 7.025 |
Disclaimer: Data dan rekomendasi di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar. Sebelum mengambil keputusan investasi, sebaiknya lakukan analisis mandiri atau konsultasi dengan profesional.
Penutup
IHSG hari ini punya potensi untuk terus menguat, terutama jika sentimen positif dari investor asing dan sektor unggulan tetap terjaga. Namun, tetap penting untuk menjaga kewaspadaan karena pasar saham bisa berubah kapan saja.
Investor yang ingin ikut bermain di tengah tren ini sebaiknya pilih saham dengan fundamental kuat dan tetap gunakan prinsip manajemen risiko. Jangan terlalu bersemangat, tapi juga jangan kelewatan peluang.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.
