Aksi jual masif oleh investor asing mewarnai pergerakan pasar modal pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Tercatat nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp 1,28 triliun di seluruh pasar.
Meski tekanan jual mendominasi, arus modal asing tidak sepenuhnya keluar dari bursa domestik. Sejumlah saham justru mendapatkan akumulasi beli yang cukup signifikan di tengah sentimen negatif yang sedang berlangsung.
Dinamika Saham Pilihan Asing
Fenomena menarik muncul ketika investor asing tetap mempertahankan posisi beli pada beberapa emiten berkapitalisasi besar. Pemilihan saham-saham ini sering kali menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan di tengah fluktuasi indeks yang tajam.
Sektor konsumer primer menjadi salah satu primadona yang tetap dilirik meski pasar sedang dalam tekanan jual. Berikut adalah daftar lima saham dengan nilai beli bersih atau net buy terbesar yang mencuri perhatian sepanjang perdagangan kemarin.
1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Saham ini memimpin daftar dengan catatan net buy mencapai Rp 62,47 miliar. Pergerakan harga INDF cukup impresif dengan kenaikan sebesar 6,72 persen ke level Rp 6.350 per lembar.
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Sektor perbankan tetap menjadi jangkar bagi portofolio asing dengan mencatatkan net buy sebesar Rp 39,32 miliar. Harga saham BMRI ditutup menguat tipis 0,43 persen ke posisi Rp 4.720.
3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
Emiten produsen emas ini berhasil mengumpulkan net buy sebesar Rp 23,67 miliar. Walaupun mendapat akumulasi, harga sahamnya sempat terkoreksi 2,38 persen ke level Rp 8.200.
4. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Jaringan ritel Alfamart ini menjadi pilihan favorit dengan net buy sebesar Rp 22,46 miliar. Saham ini mencatatkan performa positif dengan kenaikan harga 5,34 persen ke level Rp 1.480.
5. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Sektor kesehatan melalui KLBF turut mencatatkan net buy sebesar Rp 19,37 miliar. Harga sahamnya merespons positif dengan kenaikan 3,19 persen ke level Rp 970.
Pergerakan arus modal asing di atas memberikan gambaran mengenai sektor mana yang dianggap tahan banting atau memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Untuk mempermudah pemantauan, berikut adalah ringkasan data transaksi bersih asing pada saham-saham tersebut.
Tabel di bawah ini menyajikan rincian nilai beli bersih serta perubahan persentase harga saham pada penutupan perdagangan kemarin.
| Kode Saham | Net Buy (Rp) | Perubahan Harga (%) |
|---|---|---|
| INDF | 62,47 Miliar | +6,72% |
| BMRI | 39,32 Miliar | +0,43% |
| EMAS | 23,67 Miliar | -2,38% |
| AMRT | 22,46 Miliar | +5,34% |
| KLBF | 19,37 Miliar | +3,19% |
Data tersebut mencerminkan preferensi investor asing terhadap emiten dengan fundamental yang solid. Perlu dicatat bahwa angka-angka di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti sentimen pasar global maupun domestik.
Strategi Menghadapi Aksi Asing
Mengikuti jejak investor asing memang sering kali menjadi strategi yang menarik bagi pelaku pasar. Namun, keputusan untuk masuk ke dalam sebuah saham sebaiknya tidak hanya didasarkan pada data net buy semata.
Ada beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan agar keputusan investasi tetap objektif dan terukur. Berikut adalah langkah-langkah bijak dalam menelaah saham pilihan asing sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.
-
Lakukan Analisis Fundamental
Pastikan kinerja keuangan emiten, seperti laba bersih dan pendapatan, menunjukkan tren pertumbuhan yang sehat. Jangan hanya terpaku pada arus modal asing yang sifatnya bisa berubah sewaktu-waktu. -
Perhatikan Valuasi Saham
Cek apakah harga saat ini masih tergolong murah atau sudah terlalu mahal dibandingkan dengan nilai intrinsiknya. Membeli saham di harga premium hanya karena asing sedang memborong bisa meningkatkan risiko kerugian. -
Sesuaikan dengan Profil Risiko
Setiap investor memiliki toleransi risiko yang berbeda terhadap volatilitas harga. Pastikan porsi investasi pada saham-saham tersebut sesuai dengan rencana keuangan pribadi. -
Gunakan Analisis Teknikal
Gunakan indikator teknikal untuk menentukan titik masuk atau entry point yang ideal. Hal ini membantu dalam menghindari pembelian di pucuk harga saat saham sedang mengalami lonjakan drastis. -
Tentukan Target Keuntungan
Susun rencana keluar atau exit strategy yang jelas sebelum melakukan pembelian. Mengetahui kapan harus mengambil keuntungan atau melakukan cut loss adalah kunci dalam menjaga modal tetap aman.
Penting untuk diingat bahwa data yang disajikan dalam artikel ini merujuk pada kondisi pasar per tanggal 31 Maret 2026. Perubahan kebijakan ekonomi, rilis laporan keuangan emiten, serta situasi makro global dapat memengaruhi pergerakan harga saham secara signifikan di masa depan.
Seluruh informasi ini disediakan untuk tujuan edukasi dan referensi semata. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pelaku pasar, sehingga disarankan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil langkah investasi.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.


