Beranda » Pasar Modal » Daftar 10 Saham Pilihan Investor Asing dengan Total Net Buy Rp 380 Miliar di Tahun 2026

Daftar 10 Saham Pilihan Investor Asing dengan Total Net Buy Rp 380 Miliar di Tahun 2026

Aktivitas di Bursa Efek Indonesia kembali menunjukkan dinamika menarik pada perdagangan Senin, 20 . Meski Indeks Harga Gabungan (IHSG) sempat tertekan, justru mencatatkan posisi bersih yang cukup signifikan.

Data dari RTI Business mencatat total nilai beli bersih atau net foreign buy mencapai Rp 380,73 miliar. Angka tersebut terbagi ke dalam dua segmen utama, yakni Rp 124,5 miliar di pasar reguler dan Rp 265 miliar di pasar negosiasi.

Dinamika Pasar dan Pergerakan Indeks

Kondisi pasar saham domestik memang sedang berada dalam fase konsolidasi yang menantang. IHSG harus rela ditutup melemah 0,52 persen ke level 7.594,11 di tengah fluktuasi harga komoditas dan sentimen global.

Menariknya, akumulasi beli yang dilakukan investor asing tidak selalu berbanding lurus dengan penguatan harga saham secara instan. Beberapa berkapitalisasi besar justru mengalami tekanan jual atau berakhir stagnan meski menjadi target utama pembelian asing.

Berikut adalah rincian saham dengan nilai beli bersih tertinggi pada perdagangan kemarin:

1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Saham ini memimpin daftar dengan nilai beli bersih mencapai Rp 269,74 miliar. Namun, pergerakan harganya justru terkoreksi tipis 0,38 persen ke level Rp 6.600 per lembar.

2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Investor asing mengakumulasi saham telekomunikasi ini dengan nilai Rp 138,37 miliar. Pergerakan harga saham TLKM terpantau stabil atau flat di angka Rp 3.100.

3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

Produsen ini mencatatkan beli bersih sebesar Rp 135,66 miliar. Berbeda dengan emiten lainnya, saham BRMS berhasil menguat signifikan sebesar 6,47 persen ke level Rp 905.

4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Saham perbankan ini tetap menjadi primadona dengan nilai beli bersih Rp 55,49 miliar. Harga saham BBCA ditutup menguat 0,78 persen ke level Rp 6.475.

Baca Juga:  Update Harga Emas Galeri 24 Serta UBS di Pegadaian Hari Ini 28 Mei 2026 Sedang Turun

5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Perusahaan logam ini mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp 49,77 miliar. Meski begitu, harga saham MDKA ditutup melemah 0,59 persen ke level Rp 3.350.

Tabel di bawah ini merangkum perbandingan kinerja saham yang paling banyak diakumulasi asing beserta perubahan harganya:

Kode Saham Net Buy (Rp) Perubahan Harga
BREN 269,74 Miliar -0,38%
TLKM 138,37 Miliar 0,00%
BRMS 135,66 Miliar +6,47%
BBCA 55,49 Miliar +0,78%
MDKA 49,77 Miliar -0,59%

Data di atas menunjukkan bahwa asing tidak selalu menjadi indikator tunggal pergerakan harga jangka pendek. Faktor fundamental perusahaan dan sentimen pasar secara keseluruhan tetap memegang peranan krusial dalam menentukan arah harga saham.

Daftar Saham dengan Tekanan Jual Asing

Selain mencatatkan aksi beli, investor asing juga melakukan aksi lepas atau net sell pada beberapa emiten. Fenomena ini sering kali dipicu oleh aksi ambil untung atau rebalancing portofolio oleh manajer investasi asing.

Berikut adalah daftar saham yang mencatatkan nilai jual bersih atau net sell terbesar:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Saham perbankan ini menjadi sasaran jual asing dengan nilai Rp 141,38 miliar. Uniknya, harga saham BBRI justru ditutup menguat 0,29 persen ke level Rp 3.440.

2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Emiten sektor batubara ini mencatatkan jual bersih sebesar Rp 94,44 miliar. Harga saham BUMI tertekan 2,42 persen ke level Rp 242, melanjutkan tren pelemahan selama empat hari berturut-turut.

3. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)

Saham sektor pelayaran ini dilepas asing dengan nilai Rp 68,34 miliar. Harga saham BULL ditutup turun 0,41 persen ke level Rp 490.

Baca Juga:  Daftar Pilihan Saham Unggulan BRI Danareksa Sekuritas Saat IHSG Melemah Rabu 25/3/2026

4. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)

Emiten energi ini mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 51,67 miliar. Seiring dengan aksi jual tersebut, harga saham ADRO terkoreksi 1,17 persen ke level Rp 2.530.

5. PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR)

Saham infrastruktur ini masuk dalam daftar jual bersih asing dengan penurunan harga yang cukup dalam. Saham KETR merosot 8,11 persen ke level Rp 510 per lembar.

Pergerakan arus modal asing di pasar saham memang memberikan gambaran mengenai sentimen investor global terhadap emiten tertentu. Namun, perlu dipahami bahwa keputusan investasi yang bijak harus didasarkan pada analisis mendalam, bukan sekadar mengikuti jejak aliran dana asing.

Setiap keputusan jual maupun beli saham memiliki risiko yang melekat pada masing-masing instrumen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, sehingga diversifikasi dan pemahaman profil risiko menjadi kunci utama dalam mengelola portofolio investasi.

Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan catatan pasar pada tanggal 20 April 2026 dan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Informasi ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Segala bentuk keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pelaku pasar.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.