Beranda » Pasar Modal » Daftar Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing dengan Total Nilai Rp 484 Miliar di 2026

Daftar Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing dengan Total Nilai Rp 484 Miliar di 2026

Indeks Saham Gabungan () kembali menunjukkan positif pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Indeks ditutup menguat sebesar 0,5 persen ke level 7.092,47 di tengah dinamika pasar yang cukup variatif.

Meski indeks utama mencatatkan kenaikan, arus modal dari asing justru menunjukkan tren yang berbeda. Tercatat aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 484,31 miliar di pasar reguler, menandakan adanya tekanan distribusi pada beberapa emiten berkapitalisasi besar.

Dinamika Aksi Jual Asing di Pasar Modal

Pergerakan investor asing sering kali menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam menentukan arah . Pada sesi perdagangan kali ini, sektor dan emiten di bawah naungan Grup Barito menjadi sasaran utama pelepasan saham oleh pihak asing.

Fenomena ini menarik untuk dicermati karena tidak semua saham yang dilepas asing mengalami koreksi harga secara signifikan. Berikut adalah rincian lima saham dengan nilai jual bersih atau net sell terbesar dari investor asing:

1. Daftar Saham dengan Net Sell Terbesar

  1. PT Bank Mandiri Tbk (): Mencatatkan net sell sebesar Rp 189 miliar, namun harga saham tetap ditutup naik 0,45 persen ke level Rp 4.510 per saham.
  2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Mengalami net sell senilai Rp 122 miliar dengan koreksi harga saham sebesar 0,43 persen ke posisi Rp 2.290 per saham.
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Menjadi salah satu emiten perbankan yang dilepas dengan net sell Rp 90 miliar, sementara harga saham terpantau stagnan di Rp 5.950.
  4. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Mencatatkan net sell Rp 79 miliar dan harga saham merosot tajam sebesar 4,62 persen ke level Rp 1.240 per saham.
  5. PT Petrosea Tbk (PTRO): Mengalami tekanan jual asing sebesar Rp 74 miliar dengan penurunan harga saham mencapai 4,24 persen ke angka Rp 5.650 per saham.
Baca Juga:  Panduan Memahami Tren Kenaikan Harga Saham Pasca Gencatan Senjata AS Iran Tahun 2026

Setelah melihat daftar saham yang dilepas, penting untuk menyeimbangkan perspektif dengan melihat saham-saham yang justru mendapatkan akumulasi. Pergeseran modal asing ini mencerminkan strategi rotasi sektor yang dilakukan oleh para manajer investasi global.

Saham yang Menjadi Incaran Akumulasi Asing

Di balik aksi jual yang masif pada sektor tertentu, terdapat beberapa emiten yang justru mendapatkan aliran dana masuk atau net buy. Sektor komoditas dan telekomunikasi tampak menjadi pilihan utama bagi investor asing dalam sesi perdagangan tersebut.

Berikut adalah tabel perbandingan performa saham yang mendapatkan net buy asing untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai pergerakan modal:

Kode Saham Net Buy (Rp) Perubahan Harga (%) Harga Penutupan (Rp)
TINS 87 Miliar +5,42% 3.890
ANTM 72 Miliar +2,98% 3.800
TLKM 54 Miliar +0,69% 2.900
BBRI 38 Miliar +0,32% 3.160
ENRG 36 Miliar +5,14% 1.840

Tabel di atas menunjukkan bahwa emiten di logam dan energi mendominasi daftar beli bersih. Kenaikan harga yang menyertai aksi beli asing ini mengindikasikan adanya sentimen positif yang cukup kuat pada sektor-sektor tersebut.

2. Analisis Pergerakan Saham Net Buy

  1. PT Timah Tbk (TINS): Memimpin daftar net buy dengan nilai Rp 87 miliar dan kenaikan harga yang signifikan sebesar 5,42 persen.
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Mengikuti dengan net buy Rp 72 miliar dan penguatan harga sebesar 2,98 persen.
  3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Mendapatkan akumulasi asing sebesar Rp 54 miliar, dengan harga saham yang ditutup menguat 0,69 persen.
  4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Mencatatkan net buy Rp 38 miliar dan harga saham naik tipis 0,32 persen.
  5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Menutup daftar dengan net buy Rp 36 miliar dan lonjakan harga sebesar 5,14 persen.
Baca Juga:  Pasar Kripto Mengalami Pemulihan, Koin PEPE Teratas Daftar Kenaikan Harga 24 Jam Terakhir

Memahami pola transaksi asing memang memberikan wawasan tambahan dalam pengambilan keputusan investasi. Namun, perlu diingat bahwa aksi asing hanyalah salah satu dari sekian banyak variabel yang memengaruhi pergerakan harga saham di .

Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar

Keputusan investasi yang bijak tidak seharusnya hanya bergantung pada satu indikator saja. Mengikuti jejak investor asing bisa menjadi strategi, namun tetap harus diselaraskan dengan fundamental perusahaan dan profil risiko masing-masing.

3. Langkah Evaluasi Portofolio

  1. Analisis Fundamental: Pastikan kinerja emiten tetap solid meski sedang terjadi tekanan jual dari investor asing.
  2. Cek Tren Teknikal: Perhatikan level support dan resistance untuk menentukan titik masuk yang ideal saat terjadi fluktuasi harga.
  3. Diversifikasi Aset: Jangan menaruh seluruh modal pada satu sektor saja untuk meminimalisir dampak dari rotasi modal asing.
  4. Pantau Berita Terkini: Ikuti perkembangan makroekonomi dan kebijakan sektor terkait yang bisa memicu perubahan sentimen pasar secara mendadak.

Perlu dicatat bahwa data transaksi asing bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global maupun domestik. Informasi yang disajikan di atas merupakan rangkuman dari data perdagangan pada tanggal 6 Mei 2026 dan tidak bersifat sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pelaku pasar. Selalu lakukan riset mendalam sebelum mengeksekusi transaksi agar portofolio tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang terus berubah.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.