Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di bawah tekanan jual menjelang perdagangan pekan ini. Sentimen negatif terus menghiasi pasar saham domestik, terutama setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas akhir pekan lalu. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berujung pada ketidakpastian global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi.
Investor pun mulai waspada. Jumat lalu, IHSG hanya naik tipis 0,22 poin ke level 8.235,49. Sementara itu, investor asing kembali melakukan net sell sebesar Rp694 miliar. Tekanan ini membuat IHSG berada persis di resistance MA20 di kisaran 8.437, menandakan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari pelemahan sebelumnya.
Saham Energi dan Emas Jadi Sorotan
Sentimen geopolitik menjadi fokus utama di awal pekan ini. Serangan terhadap Iran dan kemungkinan eskalasi konflik membuat jalur pengiriman energi global, khususnya Selat Hormuz, terganggu. Sejumlah kapal tanker dan LNG terpaksa mengubah rute atau menunda keberangkatan.
Lonjakan harga minyak mentah pun diprediksi bisa menyentuh level US$100 per barel jika situasi semakin memburuk. Kenaikan ini biasanya diikuti penguatan harga emas sebagai aset safe haven. Dalam konteks ini, saham-saham energi dan logam mulia menjadi incaran investor yang mencari keuntungan di tengah ketidakpastian.
Aset-aset seperti emas, Yen Jepang, dan Swiss Franc diprediksi tetap diminati. Sementara itu, mata uang dan ekuitas berisiko tinggi akan menghadapi volatilitas tajam di awal pekan ini.
Rekomendasi Saham Komoditas dari Kiwoom Sekuritas
Melihat kondisi pasar saat ini, Kiwoom Sekuritas mengeluarkan sejumlah rekomendasi saham berbasis komoditas yang berpotensi menghasilkan keuntungan di tengah gejolak geopolitik. Meski risikonya tinggi, saham-saham ini bisa menjadi pilihan trading jangka pendek bagi investor yang paham manajemen risiko.
Namun, sebelum masuk ke rekomendasi, penting untuk diingat bahwa semua ide trading ini bersifat spekulatif. Keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Berikut adalah saham-saham yang bisa dilirik hari ini:
1. AKRA
Saham ini bergerak di sektor energi dan memiliki potensi apresiasi seiring lonjakan harga minyak global.
- Entry Buy: 1.260 – 1.295
- Target Price: 1.335 – 1.375
- Support: 1.245 – 1.260
- Cut Loss: 1.235
2. ESSA
Perusahaan tambang ini menjadi salah satu saham komoditas yang menarik di tengah lonjakan harga logam.
- Entry Buy: 630 – 645
- Target Price: 665 – 685
- Support: 620 – 630
- Cut Loss: 610
3. MEDC
Saham emas ini memiliki fundamental kuat dan bisa menjadi pilihan di tengah permintaan emas yang meningkat.
- Entry Buy: 1.680 – 1.725
- Target Price: 1.780 – 1.835
- Support: 1.655 – 1.680
- Cut Loss: 1.645
4. TINS
Perusahaan timah ini juga masuk dalam radar investor karena prospeknya yang cerah di tengah kenaikan harga logam industri.
- Entry Buy: 4.480 – 4.600
- Target Price: 4.740 – 4.880
- Support: 4.420 – 4.480
- Cut Loss: 4.400
Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian
Investasi di tengah ketegangan geopolitik memang penuh tantangan. Namun, sektor komoditas kerap menjadi pemenang karena permintaan terhadap aset safe haven meningkat. Saham energi dan logam mulia, seperti yang direkomendasikan Kiwoom Sekuritas, bisa menjadi pilihan yang tepat.
Namun, penting untuk tidak gegabah. Gunakan prinsip money management yang ketat. Jangan terlalu memaksakan posisi dan selalu siapkan rencana keluar jika harga bergerak melawan ekspektasi.
Disclaimer
Rekomendasi saham di atas bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Semua keputusan investasi harus disesuaikan dengan kondisi pasar dan profil risiko individu. Data dan informasi yang disajikan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
