Beranda » Pasar Modal » Cara Membandingkan 2 Saham Teknologi AI Agentik Salesforce dan ServiceNow di 2026

Cara Membandingkan 2 Saham Teknologi AI Agentik Salesforce dan ServiceNow di 2026

Membandingkan saham Salesforce dengan saham ServiceNow di tahun 2026 berarti meninjau dua taruhan besar pada tren yang sama, yaitu dominasi agen AI otonom dalam operasional korporat. Keduanya saat ini sedang berlomba menanamkan agentik ke dalam sistem yang digunakan oleh organisasi besar setiap hari untuk meningkatkan efisiensi.

Pasar finansial menghargai kedua perusahaan ini dengan cara yang sangat kontras. Salesforce kerap dipandang sebagai pilihan bernilai dengan valuasi yang lebih terjangkau, sementara ServiceNow menyandang status sebagai aset dengan valuasi di sektor perangkat lunak korporat.

Mekanisme Pendapatan dan Fokus Operasional

Kedua perusahaan ini menjual perangkat lunak berbasis langganan kepada korporasi besar, namun mereka menguasai bagian yang berbeda dari ekosistem bisnis. Salesforce berfokus pada lapisan yang menghadap langsung ke pelanggan, sedangkan ServiceNow bertindak sebagai mesin alur kerja internal.

1. Salesforce sebagai Raksasa Front Office

Salesforce mendominasi pasar manajemen hubungan pelanggan dengan menyediakan layanan penjualan, pemasaran, dan perdagangan. Perusahaan menutup tahun fiskal 2026 dengan pendapatan mencapai 41,5 miliar dolar AS dan memproyeksikan angka di atas 46 miliar dolar AS untuk tahun fiskal 2027. Basis pelanggan yang luas serta cadangan kas yang melimpah membuat narasi saham Salesforce bertumpu pada kemampuan perusahaan dalam memonetisasi lapisan dan integrasi AI terbaru.

2. ServiceNow sebagai Penggerak Back Office

ServiceNow memulai perjalanannya dari manajemen layanan TI sebelum merambah ke alur kerja sumber daya manusia, keamanan, dan operasional. Alih-alih mengelola interaksi pelanggan, perusahaan ini mengotomatiskan proses internal yang menjaga keberlangsungan sebuah organisasi. Panduan pendapatan langganan tahun 2026 berada di kisaran 15,7 miliar dolar AS dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 21 persen, didukung oleh loyalitas pelanggan yang tinggi.

Transisi menuju era menjadi pembeda utama dalam peta persaingan teknologi tahun 2026. Berikut adalah perbandingan mendalam mengenai bagaimana kedua raksasa ini mengimplementasikan teknologi tersebut ke dalam mereka.

Baca Juga:  Cara Mengetahui 7 Saham Pilihan Wall Street yang Mendapat Rekomendasi Beli Juni 2026

Pertarungan AI: Agentforce vs Now Assist

Narasi utama tahun 2026 adalah pergeseran dari AI generatif biasa menuju AI agentik yang mampu mengambil tindakan nyata. Masing-masing perusahaan memiliki produk andalan yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam adopsi pasar.

1. Keunggulan Agentforce

Agentforce milik Salesforce menyebarkan agen otonom untuk menangani tugas yang menghadap pelanggan maupun kebutuhan internal, semuanya dibangun di atas lapisan data CRM yang sudah ada. Pada kuartal pertama tahun fiskal 2027, pendapatan berulang tahunan dari lini ini mencapai 1,2 miliar dolar AS, melonjak lebih dari 205 persen secara tahunan. Kekuatan utamanya terletak pada akses langsung ke catatan pelanggan yang komprehensif.

2. Kekuatan Now Assist

Now Assist dari ServiceNow menanamkan kecerdasan buatan ke dalam alur kerja yang sudah terotomatisasi di bidang TI, HR, dan keamanan. Manajemen perusahaan telah menaikkan nilai kontrak Now Assist dari 1 miliar dolar AS menjadi 1,5 miliar dolar AS. Pelanggan yang membelanjakan lebih dari 1 juta dolar AS per tahun untuk layanan ini tumbuh lebih dari 130 persen, membuktikan bahwa agen mereka sangat efektif dalam proses internal yang tidak tersentuh oleh Salesforce.

Untuk memahami posisi kedua perusahaan ini dalam portofolio investasi, penting untuk melihat metrik kinerja keuangan yang menjadi dasar pertimbangan para analis pasar.

Metrik Kinerja Salesforce (CRM) ServiceNow (NOW)
Fokus Utama Front Office (CRM) Back Office (Workflow)
Pertumbuhan Pendapatan Satu digit tinggi – dua digit rendah Sekitar 21% – 22%
Operasi Di atas 34% Tertekan biaya akuisisi
Valuasi (Laba ke Depan) 13 – 14 kali Sekitar 25 kali
Bebas Sekitar 14,4 miliar dolar AS Fokus pada investasi pertumbuhan

Data di atas menunjukkan perbedaan strategi yang cukup tajam antara kedua perusahaan tersebut. Salesforce lebih mengutamakan profitabilitas dan pengembalian modal kepada pemegang saham, sementara ServiceNow lebih agresif dalam mengejar ekspansi pasar melalui akuisisi strategis.

Baca Juga:  Proyeksi Analis Terhadap Kinerja 4 Saham Perbankan Besar di Sepanjang Tahun 2026 Nanti

Analisis Kelayakan Investasi di Tahun 2026

Valuasi pasar menjadi titik perbedaan paling mencolok bagi investor yang ingin masuk ke sektor ini. ServiceNow diperdagangkan dengan premi tinggi karena pertumbuhan yang lebih cepat dan produk yang dianggap sangat lengket oleh pengguna korporat.

Sebaliknya, Salesforce menawarkan profil risiko yang berbeda dengan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan laba masa depan. Keputusan untuk memilih salah satu atau keduanya sangat bergantung pada profil risiko dan tujuan jangka panjang.

Kriteria Pemilihan Saham

  1. Fokus pada nilai: Memilih Salesforce jika mengutamakan margin tebal, arus kas yang kuat, dan valuasi yang lebih masuk akal.
  2. Fokus pada pertumbuhan: Memilih ServiceNow jika mengutamakan ekspansi pendapatan yang cepat dan dominasi di alur kerja internal yang krusial.
  3. Diversifikasi sektor: Mengkombinasikan keduanya untuk mendapatkan eksposur menyeluruh terhadap AI agentik di sisi front office dan back office.

Kesimpulannya, Salesforce dan ServiceNow sama-sama memegang posisi kunci dalam revolusi AI korporat. Salesforce menawarkan mahkota CRM dengan efisiensi operasional yang matang, sementara ServiceNow menawarkan pertumbuhan agresif melalui alur kerja internal yang mendalam. Tidak ada pilihan yang salah, namun pemahaman terhadap valuasi dan target pertumbuhan masing-masing perusahaan menjadi kunci utama dalam pengambilan keputusan investasi.


Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat informatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pasar global. Investasi di memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan modal. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil posisi keuangan.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.