JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan positif skema securities crowdfunding (SCF) dengan total penghimpunan dana mencapai Rp1,85 triliun hingga Rabu, 28 Januari 2026.
Berdasarkan data OJK, per tanggal tersebut tercatat 17 efek baru dengan total dana dihimpun sebesar Rp35,40 miliar serta tujuh penerbit baru. Secara kumulatif, jumlah penerbitan efek telah mencapai 995 dari 592 penerbit dengan melibatkan 193.789 pemodal.
Salah satu platform SCF, FundEx, terus menggenjot pembiayaan dengan memperkuat kemitraan bersama International Global Network (IGN). Kemitraan yang telah berjalan lebih dari tiga tahun ini mendukung kebutuhan modal kerja IGN untuk penyelenggaraan berbagai event edukasi internasional. Terbaru, IGN menerbitkan Sukuk Tahap II 2026 melalui platform tersebut dengan nilai penghimpunan dana Rp2 miliar.
“FundEx membuka akses pendanaan yang lebih inklusif bagi pelaku usaha UKM, sekaligus menghadirkan peluang investasi yang terjangkau dan berdampak bagi masyarakat luas. Skema ini telah membuktikan diri sebagai solusi pendanaan yang efektif bagi banyak penerbit, termasuk IGN yang telah sukses menerbitkan enam efek berbentuk sukuk dengan kinerja lancar,” ujar Direktur FundEx Farid Nugraha dalam keterangan resmi pada Senin, 16 Februari 2026.
Farid menambahkan, rekam jejak kemitraan yang solid tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan investor yang terus tumbuh terhadap model urun dana efek. Kolaborasi semacam ini menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem bisnis yang saling mendukung.
Sementara itu, Direktur IGN Muhammad Fahrizal menyebut kolaborasi dengan FundEx berperan besar dalam akselerasi pertumbuhan perusahaannya. “Kami mengalami exponential growth setiap tahun dua sampai tiga kali, itu juga karena investasi yang dibantu FundEx. Pendanaan dari skema crowdfunding ini sangat vital untuk mendukung operasional dan rangkaian program edukasi internasional kami sepanjang tahun,” kata Fahrizal.
Pendanaan alternatif melalui SCF dinilai tidak hanya berfungsi sebagai sumber modal, tetapi juga memperkuat pondasi ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.



