Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau mengalami tekanan tipis pada penutupan perdagangan hari Jumat, 20 Februari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda melemah 6 poin atau sekitar 0,04 persen ke posisi Rp16.888 per USD. Kondisi ini terjadi di tengah sentimen pasar global yang cenderung berhati-hati pasca rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan performa kuat, sehingga memperkecil peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Meskipun rupiah mengalami koreksi harian, sentimen positif jangka panjang muncul dari Washington DC menyusul kesepakatan strategis antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Perjanjian bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance resmi diteken hari ini untuk memperkuat kerja sama perdagangan resiprokal. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa komitmen ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi stabilitas ekonomi nasional di masa depan melalui peningkatan investasi dan penurunan tarif dagang.
| Sumber Data | Posisi Penutupan (Per USD) | Perubahan/Keterangan |
|---|---|---|
| Bloomberg | Rp16.888 | Melemah 6 poin (0,04%) |
| Yahoo Finance | Rp16.870 | Melemah 9 poin |
| JISDOR (Bank Indonesia) | Rp16.885 | Kurs Referensi Bank Sentral |
Dinamika Global dan Kerja Sama Strategis RI-AS
Kondisi pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Januari yang bernada hawkish. Data tenaga kerja AS yang solid, di mana klaim pengangguran awal hanya sebesar 206 ribu, jauh di bawah perkiraan pasar, memberikan tenaga tambahan bagi dolar AS. Namun, pemerintah Indonesia merespons tantangan global ini dengan mempererat hubungan bilateral bersama Amerika Serikat melalui 11 Nota Kesepahaman (MoU) baru.
1. Pembentukan Dewan Ekonomi Permanen
Langkah pertama dalam perjanjian ini adalah pembentukan badan khusus yang akan mengawasi koordinasi ekonomi antara kedua negara secara berkelanjutan.
2. Penurunan Tarif Produk
Pemerintah kedua negara sepakat untuk memangkas tarif pada ribuan pos produk ekspor-impor guna meningkatkan volume perdagangan secara signifikan.
3. Komitmen Sektor Energi dan Penerbangan
Kerja sama ini mencakup kontrak pembelian energi serta pengadaan pesawat yang diharapkan dapat memperkuat infrastruktur transportasi dan ketahanan energi nasional.
4. Implementasi Regulasi Teknis
Pasca penandatanganan di Washington DC, jajaran menteri diinstruksikan segera menyusun kebijakan teknis agar dampak kesepakatan ini dapat langsung dirasakan oleh pelaku ekonomi di lapangan.
Selain faktor kerja sama bilateral, pelaku pasar saat ini sedang mencermati beberapa rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Jumat malam, antara lain:
- Pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat.
- Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk melihat laju inflasi.
- Indeks Manajer Pembelian Global S&P (PMI) sektor manufaktur dan jasa.
Kesimpulan
Pergerakan nilai tukar rupiah ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons rilis data ekonomi tersebut serta sejauh mana realisasi dari perjanjian perdagangan yang baru saja disepakati secara resmi oleh kedua kepala negara.
Disclaimer: Data nilai tukar mata uang bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar spot serta kebijakan moneter yang berlaku.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.



