Beranda » Ekonomi Bisnis » Harga Emas Turun ke US$ 4.988, Volume Transaksi Anjlok Saat Libur Presidents’ Day dan Imlek

Harga Emas Turun ke US$ 4.988, Volume Transaksi Anjlok Saat Libur Presidents’ Day dan Imlek

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (16/2/2026), tertekan aksi ambil untung dan minimnya volume transaksi akibat bersamaan di Amerika Serikat dan China.

Reuters menunjukkan harga emas spot turun 1,1% menjadi US$ 4.988,04 per ons troi pada pukul 03.59 GMT.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April terkoreksi 0,8% ke level US$ 5.006,60 per ons.

Untuk memahami faktor di balik pelemahan harga emas kali ini, simak penjelasan lengkap dari Kontan berikut ini.

Volume Transaksi Minim Saat Dua Pasar Besar Tutup

Pelemahan harga emas terjadi di tengah kondisi perdagangan yang sangat sepi.

Pasar keuangan Amerika Serikat tutup dalam rangka libur Presidents’ Day.

Di saat bersamaan, pasar China juga libur menyambut Tahun Baru .

Kombinasi libur di dua terbesar dunia ini membuat volume transaksi emas anjlok signifikan.

Kondisi pasar yang tipis memperbesar volatilitas harga, sehingga pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap aksi jual.

Analis KCM Trade Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas

Tim Waterer, Analis KCM Trade, mengungkapkan alasan di balik pelemahan harga emas.

“Harga emas terkoreksi karena kondisi perdagangan yang lebih sepi serta minimnya sentimen positif baru,” ujar Waterer dalam keterangan yang dikutip Reuters, Senin (16/2/2026).

Waterer menambahkan, kenaikan tajam pada sesi sebelumnya turut memicu aksi ambil untung dari sebagian pelaku pasar.

Lonjakan harga emas sebesar 2,5% pada Jumat lalu terjadi menyusul rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi.

Sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan setelah rally tersebut.

Data Inflasi AS Januari di Bawah Ekspektasi

Dari sisi fundamental, data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS menunjukkan kenaikan 0,2% pada Januari 2026.

Angka ini lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,3% pada Desember 2025.

Hasil tersebut juga sedikit di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan kenaikan 0,3%.

Berikut perbandingan data inflasi AS dalam beberapa bulan terakhir.

Periode CPI Bulanan Keterangan
Januari 2026 0,2% Di bawah ekspektasi
Desember 2025 0,3% Sesuai ekspektasi
Ekspektasi Januari 2026 0,3% Proyeksi ekonom

Data inflasi yang lebih rendah ini memberikan sentimen positif bagi emas pada Jumat, sebelum akhirnya terkoreksi pada Senin.

Proyeksi Suku Bunga The Fed Hingga Akhir 2026

Austan Goolsbee, Presiden The Federal Reserve Bank of Chicago, menyebut masih berpotensi turun meski inflasi sektor jasa tetap tinggi.

Pernyataan ini disampaikan menyusul rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.

Pelaku pasar kini memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga pada pertemuan 18 Maret 2026 mendatang.

Namun, pasar masih mengantisipasi pemangkasan suku bunga total 75 basis poin sepanjang tahun ini, berdasarkan data LSEG.

Potensi penurunan suku bunga pertama diperkirakan terjadi pada Juli 2026.

Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Potensi Emas Menuju US$ 6.000 dan Syaratnya

Waterer memproyeksikan harga emas berpotensi menyentuh level US$ 6.000 per ons sebelum akhir 2026.

Namun, pencapaian tersebut membutuhkan beberapa kondisi pendukung.

“Penguatan harga emas menuju level US$ 6.000 per ons sebelum akhir tahun kemungkinan membutuhkan pelemahan lanjutan dolar AS,” jelas Waterer.

Saat ini, indeks dolar AS masih bergerak relatif .

Pelemahan dolar akan membuat emas lebih murah bagi pemegang lain, sehingga mendorong permintaan.

Lebih lanjut, faktor geopolitik juga berpotensi menjadi katalis penguatan harga emas.

Dua pejabat AS kepada Reuters menyebut militer AS tengah bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer terhadap Iran, jika Presiden Donald Trump memberikan otorisasi.

Situasi ini berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih serius dan meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven.

Update Harga Perak, Platinum, dan Palladium

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan pada perdagangan Senin (16/2/2026).

Berikut pergerakan harga logam mulia pada perdagangan tersebut.

Logam Mulia Harga (per ons) Perubahan
Emas Spot US$ 4.988,04 -1,1%
Emas Berjangka (April) US$ 5.006,60 -0,8%
Spot US$ 74,50 -3,2%
Platinum Spot US$ 2.054,78 -0,4%
Palladium Spot US$ 1.682,44 -0,2%

Perak mencatat penurunan paling tajam di antara logam mulia lainnya.

Harga perak spot anjlok hingga 3,2% ke US$ 74,50 per ons setelah sempat melonjak 3% pada Jumat.

Tekanan serupa juga dialami platinum dan palladium, meski dengan persentase penurunan yang lebih moderat.

Pelaku pasar akan mencermati perkembangan sentimen saat pasar AS dan China kembali beroperasi normal.

Sumber: https://finansial.kontan.co.id/news/emas-dunia-anjlok-misterius-di-hari-libur-ada-apa-sebenarnya

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.