Pernahkah merasa konten bagus yang sudah dibuat susah payah tiba-tiba “tenggelam” tanpa sebab jelas di media sosial?
Fenomena itulah yang mendorong jutaan pengguna global mulai melirik UpScrolled, sebuah aplikasi media sosial asal Australia yang resmi diluncurkan pada Juni 2025 oleh Issam Hijazi. Platform ini mendadak viral di awal 2026 setelah perubahan kepemilikan TikTok di Amerika Serikat memicu gelombang eksodus pengguna ke platform alternatif.
Banyak yang menyebut UpScrolled sebagai “pengganti TikTok” karena pertumbuhannya yang eksplosif. Tapi benarkah klaim itu? Atau justru ada konteks yang sering terlewat di balik viralnya aplikasi ini? Artikel ini akan meluruskan isu yang beredar sekaligus membedah fakta dan data terkini seputar UpScrolled secara lengkap.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini untuk mendapatkan informasi yang aktual dan terpercaya. Sebagai apresiasi, di akhir artikel juga tersedia link Dana Kaget yang bisa langsung diklaim.
Apa Itu UpScrolled, Platform yang Mendadak Viral
UpScrolled adalah aplikasi media sosial berbasis di Sydney, Australia, yang dikembangkan oleh perusahaan Recursive Methods Pty Ltd. Platform ini mengusung konsep “transparent tech” dengan janji utama yang cukup berani, yaitu tanpa shadowban, tanpa manipulasi algoritma, dan tanpa sistem bayar-untuk-prioritas konten.
Nah, secara tampilan dan fungsionalitas, UpScrolled sering disebut sebagai gabungan antara Instagram dan X (Twitter). Pengguna bisa mengunggah foto, video, serta posting teks dalam satu feed yang terintegrasi. Dilansir dari Wikipedia, UpScrolled mendukung berbagai format konten mulai dari video berdurasi hingga 20 menit, carousel foto hingga 20 gambar, teks hingga 4.500 karakter, serta fitur Stories dan Direct Message.
Yang menarik, di situs resminya, UpScrolled secara eksplisit menyatakan:
“Every voice gets equal power. No shadowbans. No algorithmic games. No pay-to-play favoritism.”
Artinya, setiap konten punya kesempatan yang sama untuk dilihat tanpa ada intervensi algoritma tersembunyi. Pendekatan ini yang kemudian menarik perhatian kreator dan pengguna media sosial yang mulai jenuh dengan sistem distribusi konten di platform besar.
Siapa Issam Hijazi, Pendiri di Balik UpScrolled
Issam Hijazi adalah seorang developer berkebangsaan Palestina-Yordania-Australia yang lahir di Yordania. Sebelum mendirikan UpScrolled, Hijazi memiliki pengalaman profesional di perusahaan teknologi besar seperti IBM dan Oracle.
Hijazi mendirikan UpScrolled dengan dukungan dari Tech for Palestine, sebuah inkubator teknologi yang mendanai inisiatif pro-Palestina. Dalam wawancara dengan Rest of World, Hijazi menyatakan bahwa motivasi utamanya membangun platform ini adalah frustrasi terhadap sensor konten di platform media sosial besar.
Saat tampil sebagai pembicara pembuka di Web Summit Qatar pada Februari 2026, Hijazi mengkritik praktik perusahaan teknologi besar yang menurutnya menjual data pengguna demi keuntungan dan merancang sistem yang membuat pengguna ketagihan. Pernyataan ini semakin memperkuat posisi UpScrolled sebagai platform yang mengusung transparansi.
Kenapa UpScrolled Mendadak Ramai di Awal 2026
Momentum viral UpScrolled tidak terjadi begitu saja. Ada konteks besar yang melatarbelakanginya, terutama terkait dinamika yang terjadi di TikTok pada Januari 2026.
Perubahan Kepemilikan TikTok dan Gelombang Kepercayaan yang Retak
Pada akhir Januari 2026, TikTok resmi menyelesaikan restrukturisasi kepemilikannya di Amerika Serikat. Oracle, Silver Lake, dan MGX menjadi investor utama dengan kepemilikan mayoritas 50%, sementara ByteDance hanya memegang 19,9% saham di entitas TikTok yang beroperasi di AS.
Perubahan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pengguna. Beberapa masalah yang muncul pasca-restrukturisasi antara lain:
- Aplikasi mengalami gangguan teknis besar dengan lebih dari 36.000 laporan di Downdetector
- Tuduhan sensor konten pro-Palestina dan pembatasan topik tertentu
- Perubahan terms of service yang dinilai makin agresif
- Keluhan kreator soal konten baru yang sulit mendapat jangkauan
Berdasarkan laporan CBC News, beberapa kreator ternama termasuk jurnalis pemenang Emmy Bisan Owda bahkan melaporkan akunnya sempat dihapus oleh TikTok setelah perubahan kepemilikan. Meskipun TikTok membantah adanya sensor, kepercayaan sebagian pengguna sudah terlanjur retak.
Isu yang beredar soal TikTok “menyensor semua konten” sebenarnya perlu dilihat lebih proporsional. Yang terjadi lebih kompleks, yaitu kombinasi gangguan teknis, perubahan kebijakan, dan kekhawatiran soal arah baru platform. Bukan berarti seluruh konten disensor, tapi ketidakpastian itulah yang membuat banyak pengguna mencari alternatif.
Lonjakan 2.850% Download dalam Hitungan Hari
Hasilnya langsung terasa signifikan. Menurut data Sensor Tower yang dikutip Newsweek, UpScrolled mencatat lonjakan download sebesar 2.850% antara 22 hingga 24 Januari 2026. Sekitar 41.000 unduhan baru tercatat hanya dalam tiga hari, hampir setara sepertiga dari total unduhan sejak peluncuran.
UpScrolled bahkan sempat menduduki peringkat pertama kategori jejaring sosial di Apple App Store AS, mengalahkan Threads, WhatsApp, dan TikTok. Per 2 Februari 2026, platform ini telah menembus 2,5 juta pengguna global berdasarkan pernyataan Hijazi di Web Summit Qatar.
Fenomena ini mengingatkan pada momen eksodus pengguna X ke Bluesky. Bukan karena platform baru menawarkan fitur yang sempurna, tapi karena pengguna merasa “sudah cukup” dengan platform lama.
Satu catatan penting, istilah “pengguna” di sini merujuk pada akun terdaftar, bukan otomatis pengguna aktif harian. Angka 2,5 juta sebaiknya dipahami sebagai indikator adopsi awal, dan data retensi penggunanya belum tersedia secara publik.
Fitur Utama UpScrolled yang Membedakannya dari TikTok
UpScrolled tidak mencoba meniru konsep video pendek ala TikTok secara mentah-mentah. Justru di sinilah letak perbedaan paling mendasar antara kedua platform ini.
Format Konten Lebih Fleksibel
Berbeda dengan TikTok yang sangat berfokus pada video pendek vertikal, UpScrolled mendukung berbagai format konten dalam satu platform:
- Video hingga 20 menit untuk konten penjelasan, opini, atau edukasi yang butuh konteks lebih panjang
- Carousel foto hingga 20 gambar yang cocok untuk dokumentasi visual atau rangkaian cerita
- Teks hingga 4.500 karakter bagi pengguna yang lebih nyaman berbagi insight dalam bentuk tulisan
- Stories dan Direct Message untuk interaksi harian yang lebih kasual
- Hingga 5 hashtag per posting untuk meningkatkan discoverability konten
Pendekatan multi-format ini membuat UpScrolled terasa lebih fleksibel, terutama bagi kreator yang tidak ingin terpaku pada satu jenis konten saja.
Dual Feed, Kontrol Privasi, dan Moderasi Berbasis Manusia
Beberapa fitur UpScrolled dirancang dengan pendekatan yang lebih transparan dibandingkan kompetitor:
- Dual Feed memberi pilihan antara Following Feed (100% kronologis) dan Discover Feed (berbasis engagement nyata seperti like, komentar, reshare, ditambah faktor waktu dan sedikit unsur acak)
- Penanda konten AI membantu pengguna memahami apakah konten dibuat oleh kecerdasan buatan
- Penghapusan metadata lokasi dilakukan otomatis saat mengunggah foto, memberikan lapisan privasi tambahan
- Moderasi berbasis manusia dan sistem Topics membuat distribusi konten terasa lebih relevan
- Pencarian berbasis topik dan trending hashtag menjadikan UpScrolled mulai dipandang sebagai video search engine alternatif
Jadi, tidak seperti TikTok yang mengandalkan For You Page berbasis algoritma, UpScrolled mengembalikan kendali lebih besar ke tangan pengguna soal apa yang ingin dilihat.
Perbandingan UpScrolled vs TikTok
Sebelum memutuskan untuk mencoba atau bahkan pindah platform, ada baiknya melihat perbandingan langsung antara kedua aplikasi ini berdasarkan data yang tersedia hingga Februari 2026.
| Aspek | UpScrolled | TikTok |
|---|---|---|
| Tahun Rilis | Juni 2025 | 2016 (global 2017) |
| Basis | Sydney, Australia | Beijing, China (AS: joint venture) |
| Format Konten | Video, foto, teks, carousel, stories | Video pendek/panjang, foto, stories |
| Durasi Video Maks | 20 menit | 60 menit |
| Sistem Feed | Dual Feed (kronologis + discover) | For You Page (algoritma) |
| Shadowban | Klaim: tidak ada | Sering dikeluhkan pengguna |
| Fitur Editing Video | Masih dasar | Lengkap (efek, filter, sound viral) |
| Privasi Metadata | Otomatis dihapus | Tidak otomatis |
| Pengguna Global | ±2,5 juta (Feb 2026) | ±2 miliar |
| Monetisasi Kreator | Belum matang | TikTok Creator Fund, TikTok Shop |
| Versi Desktop | Belum ada (profil publik via browser) | Tersedia |
Data di atas dikompilasi dari berbagai sumber dan dapat berubah sesuai update terbaru dari masing-masing platform. Secara garis besar, TikTok masih jauh lebih matang dari sisi ekosistem dan fitur, tapi UpScrolled menawarkan pendekatan distribusi konten yang berbeda dan lebih transparan.
Kelebihan dan Kekurangan UpScrolled Saat Ini
Tidak ada platform yang sempurna, termasuk UpScrolled. Berikut gambaran objektif berdasarkan data dan ulasan pengguna yang sudah tersedia.
Kelebihan:
- Algoritma transparan tanpa shadowban, distribusi konten terasa lebih adil
- Feed kronologis yang menampilkan konten dari akun yang diikuti secara berurutan
- Multi-format konten dalam satu platform (video, foto, teks, carousel)
- Metadata lokasi otomatis dihapus untuk privasi lebih baik
- Penanda khusus untuk konten AI
- Interface yang familiar bagi pengguna Instagram dan X, adaptasi cukup cepat
Kekurangan:
- Belum ada dedicated video feed vertikal seperti TikTok
- Fitur editing video masih sangat dasar, belum ada efek, sound viral, atau template
- Direct Message masih basic
- Ekosistem kreator dan monetisasi belum matang
- Pernah mengalami crash server saat lonjakan pengguna
- Belum ada versi desktop penuh
- Tantangan moderasi konten seiring pertumbuhan pengguna yang masif
UpScrolled sendiri sudah mengakui bahwa sistem moderasinya sempat kewalahan mengikuti lonjakan pengguna. Tim pengembang menyatakan sedang bekerja sama dengan pakar hak digital untuk memperkuat tim Trust and Safety mereka.
Cara Download dan Daftar UpScrolled
Proses pendaftaran UpScrolled terbilang sederhana dan tidak memakan waktu lama. Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi melalui Apple App Store (minimal iOS 15) atau Google Play Store untuk Android
- Buka aplikasi dan pilih “Create Account” di halaman awal
- Isi data pendaftaran berupa username, email aktif, dan password
- Verifikasi email melalui kode atau link konfirmasi yang dikirimkan
- Atur profil dengan menambahkan foto, bio, dan minat
- Cek pengaturan privasi, metadata lokasi foto secara otomatis dihapus oleh sistem
- Mulai jelajahi feed dengan memilih Following Feed (kronologis) atau Discover
- Upload konten lewat tombol “+” dengan menambahkan Topic agar lebih mudah ditemukan
Saat ini belum ada versi desktop penuh, tapi profil publik tetap bisa diakses melalui browser. Bagi pengguna yang terbiasa dengan Instagram atau X, adaptasinya terasa cukup natural.
Jika mengalami kendala teknis seperti gagal verifikasi atau loading lambat, hal ini bisa terjadi karena lonjakan pengguna baru. Coba ulangi beberapa saat kemudian atau hubungi dukungan resmi melalui email [email protected] atau akun @Support di dalam aplikasi.
Jadi, Bisakah UpScrolled Benar-Benar Menggeser TikTok
Pertanyaan yang jujur membutuhkan jawaban yang jujur pula.
Dalam waktu dekat, UpScrolled belum bisa menggeser TikTok. Dari segi jumlah pengguna saja, perbandingannya masih sangat jauh, yaitu 2,5 juta berbanding sekitar 2 miliar pengguna global. Ekosistem kreator, fitur editing, monetisasi, dan infrastruktur TikTok jauh lebih matang.
Namun, UpScrolled punya sesuatu yang tidak dimiliki TikTok saat ini, yaitu momentum dan narasi yang tepat. Di saat kepercayaan sebagian pengguna terhadap platform besar mulai goyah, UpScrolled hadir dengan pesan transparansi dan keadilan distribusi konten.
Jaigris Hodson, associate professor dari Royal Roads University di Kanada, berpendapat bahwa efek jaringan (network effect) menjadi tantangan terbesar UpScrolled. Kecuali pertumbuhan eksplosif ini berlanjut, kemungkinan besar yang terjadi adalah efek serupa “Twitter vs X”, di mana masing-masing platform melayani segmen audiens yang berbeda.
Singkatnya, UpScrolled bukan “pembunuh TikTok” seperti yang banyak diklaim. Tapi platform ini punya potensi nyata menjadi ruang alternatif bagi kreator dan pengguna yang menginginkan kontrol lebih atas konten dan data mereka. Waktu yang akan membuktikan apakah UpScrolled bisa mempertahankan momentum ini atau menjadi tren sesaat seperti banyak platform alternatif sebelumnya.
Waspada Penipuan Mengatasnamakan UpScrolled
Seiring meningkatnya popularitas UpScrolled, potensi penipuan digital juga ikut naik. Beberapa hal yang perlu diwaspadai:
- Jangan download UpScrolled dari sumber selain Apple App Store dan Google Play Store resmi
- Waspada terhadap akun palsu yang mengatasnamakan UpScrolled dan meminta data pribadi atau pembayaran
- UpScrolled tidak pernah meminta informasi kartu kredit untuk pendaftaran akun dasar
- Jika menemukan konten mencurigakan atau akun palsu, gunakan fitur laporan di dalam aplikasi
Kontak resmi UpScrolled:
- Email dukungan: [email protected]
- Akun resmi di aplikasi: @Support
- Website resmi: upscrolled.com
- Pengembang: Recursive Methods Pty Ltd, Sydney, Australia
Jika mengalami kerugian akibat penipuan digital, laporkan ke pihak berwenang setempat. Untuk pengguna di Indonesia, pengaduan bisa dilakukan melalui situs lapor.go.id atau menghubungi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Penutup
UpScrolled bukan sekadar “TikTok versi lain” yang sering digambarkan di media sosial. Platform ini menawarkan pendekatan berbeda soal distribusi konten dan transparansi algoritma, di saat banyak pengguna mulai mempertanyakan arah platform media sosial besar. Apakah akan benar-benar menggeser TikTok? Itu masih tanda tanya besar yang jawabannya bergantung pada banyak faktor, mulai dari retensi pengguna, pengembangan fitur, hingga kemampuan infrastruktur.
Seluruh informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data dari sumber terpercaya termasuk Wikipedia, laporan Sensor Tower, serta media internasional seperti Al Jazeera dan CBC News per Februari 2026. Data dan kebijakan platform dapat berubah sewaktu-waktu, jadi pastikan selalu mengecek informasi terbaru dari sumber resmi masing-masing platform.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu memberikan gambaran yang jernih sebelum memutuskan untuk mencoba platform baru. Jika link Dana Kaget di bawah sudah habis atau tidak aktif, silakan cek artikel terbaru, karena di setiap artikel setiap hari tersedia link Dana Kaget baru. Jangan lupa join channel Telegram desakarangbendo.id untuk mendapatkan informasi berita terbaru dan link Dana Kaget baru setiap hari.
https://link.dana.id/danakaget?c=su3374j8l&r=hHrDkq&orderId=20260211101214299715010300166003763189662
UpScrolled bisa diunduh dan digunakan secara gratis melalui Apple App Store dan Google Play Store. Platform ini juga menawarkan opsi akun terverifikasi melalui in-app purchase, tapi fitur dasar sepenuhnya gratis.
UpScrolled tersedia secara global dan bisa diunduh dari Indonesia melalui App Store maupun Play Store. Namun, sebagian besar konten dan pengguna aktif saat ini masih didominasi oleh pasar Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa.
UpScrolled mengklaim secara resmi tidak menerapkan shadowban. Discover Feed-nya berbasis engagement nyata (like, komentar, reshare) ditambah faktor waktu. Namun karena platform masih relatif baru, klaim ini perlu dibuktikan seiring pertumbuhan pengguna dalam jangka panjang.
TikTok berfokus pada video pendek dengan algoritma For You Page, sementara UpScrolled mendukung multi-format (video, foto, teks) dengan Dual Feed kronologis dan berbasis engagement. UpScrolled juga lebih menekankan transparansi algoritma dan privasi data.
UpScrolled menyatakan menggunakan enkripsi untuk pesan dan penyimpanan, tidak menjual data ke pihak ketiga, serta menghapus metadata lokasi foto secara otomatis. Servernya di-host di Irlandia untuk perlindungan data. Namun, sebagai platform baru, kebijakan ini masih perlu dipantau perkembangannya.
Dukungan resmi bisa diakses melalui email [email protected] atau menghubungi akun @Support langsung di dalam aplikasi UpScrolled melalui fitur in-app chat.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.






