Ubisoft resmi membatalkan pengembangan Prince of Persia: The Sands of Time Remake sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang diumumkan pada Rabu (21/1/2026).
Perusahaan game asal Prancis itu juga membatalkan 5 proyek lain, menunda 7 game, menutup 2 studio, hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini soal apa saja yang berubah dalam strategi bisnis Ubisoft ke depan.
Selain Prince of Persia Remake yang sudah dinanti sejak diumumkan pada 2020, Ubisoft juga membatalkan tiga IP baru, satu game mobile, dan satu proyek yang belum pernah diungkap ke publik.
Sementara itu, tujuh game lain mengalami penundaan. Salah satunya diyakini adalah remake Assassin’s Creed Black Flag yang kini diperkirakan baru meluncur sebelum Maret 2027.
CEO Ubisoft Yves Guillemot menyebut langkah ini sebagai keputusan yang sulit tapi penting.
“Industri game AAA kini jauh lebih selektif dan mahal. Di sisi lain, game berkualitas tinggi memiliki potensi finansial yang belum pernah sebesar ini. Karena itu, kami melakukan reset besar untuk membangun fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Guillemot.
Restrukturisasi ini berdampak langsung pada operasional perusahaan. Ubisoft mengonfirmasi penutupan penuh Ubisoft Stockholm dan studio mobile Ubisoft Halifax.
PHK dan reorganisasi juga terjadi di Ubisoft Abu Dhabi, RedLynx, serta Massive Entertainment, studio pengembang The Division.
Selain itu, seluruh karyawan diwajibkan kembali bekerja dari kantor lima hari seminggu, meski tetap ada jatah remote working tahunan.
Ubisoft menurunkan target pendapatan tahun fiskal berjalan menjadi 1,5 miliar euro (sekitar Rp29,6 triliun), berkurang sekitar 330 juta euro (sekitar Rp6,5 triliun) dari proyeksi sebelumnya.
Angka ini berdasarkan laporan resmi Ubisoft per Januari 2026 dan dapat berubah sesuai kinerja kuartal berikutnya.
Sebagai fondasi strategi baru, Ubisoft merombak struktur pengembangan globalnya menjadi lima Creative House dengan fokus masing-masing:
| Creative House | Fokus | Franchise Utama |
|---|---|---|
| Vantage Studios | Franchise terbesar | Assassin’s Creed, Far Cry, Rainbow Six |
| Creative House 2 | Shooter | The Division, Ghost Recon, Splinter Cell |
| Creative House 3 | Live service | |
| Creative House 4 | Naratif dan fantasi | |
| Creative House 5 | Kasual dan keluarga | Just Dance, Uno, Hungry Shark, Ketchapp |
Struktur ini bertujuan agar setiap tim lebih fokus dan efisien, sebagaimana dihimpun dari WCCFTech.
Ke depan, fokus utama Ubisoft akan tertuju pada game open-world dan live-service. Franchise besar seperti Assassin’s Creed dan Far Cry tetap jadi prioritas di bawah Vantage Studios.
Meski Prince of Persia Remake dibatalkan, franchise ini masih berada di bawah Creative House 4. Artinya, Ubisoft belum sepenuhnya meninggalkan franchise tersebut.
Langkah reset ini akan menjadi ujian bagi Ubisoft dalam membuktikan bahwa restrukturisasi mampu mengembalikan perusahaan ke jalur pertumbuhan yang kompetitif.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/22/17030047/seperti-main-game-bisnis-ubisoft-juga-sedang-reset-dan-restart-
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.
