Beranda » Ekonomi Bisnis » BCA Expoversary 2026 Hadirkan Lebih dari 50 UMKM Binaan dan 28 Desa Wisata di ICE BSD

BCA Expoversary 2026 Hadirkan Lebih dari 50 UMKM Binaan dan 28 Desa Wisata di ICE BSD

PT Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan lebih dari 50 binaan dan 28 desa wisata dalam pameran BCA Expoversary 2026 yang berlangsung pada 5-8 Februari 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Ajang tahunan ini tidak sekadar menawarkan promo bunga dan diskon harga kepada pengunjung, melainkan juga menjadi panggung bagi pelaku UMKM dan desa binaan BCA untuk unjuk potensi di hadapan masyarakat luas.

Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai bagaimana BCA memanfaatkan Expoversary 2026 sebagai ajang kolaborasi yang berdampak.

UMKM Bangga Lokal Padati Hall 1-3 ICE BSD

Tercatat, lebih dari 50 UMKM binaan BCA yang dikenal dengan sebutan UMKM Bangga Lokal menempati tenant khusus di Hall 1-3, ICE BSD.

Pengunjung tampak memadati area tersebut selama event berlangsung.

Para pelaku UMKM ini mendapat kesempatan memamerkan produk lokal unggulan mereka, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga produk fesyen yang selama ini dikembangkan melalui program pendampingan BCA.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan komitmen perusahaan untuk terus membuka ruang bagi pelaku UMKM.

“Dan itu konsisten juga kita akan terus lanjutkan memberikan ruang untuk UMKM-UMKM,” kata Hera kepada , Jumat, 6 Februari 2026 di ICE BSD.

Lebih lanjut, Hera menilai UMKM memiliki potensi besar memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

Melalui UMKM, ia optimistis penyerapan tenaga kerja bakal meningkat dan roda makin bergulir.

Tak hanya itu, UMKM dinilai semakin banyak memberdayakan perempuan sebagai upaya peningkatan ekonomi .

“Artinya masih ada potensi yang sangat besar. Kita tidak melihat itu hanya sebuah UMKM. Tapi kita melihat bagaimana multiplier effect UMKM ini,” sambung Hera.

Kredit Berkelanjutan BCA untuk UMKM Capai 25 Persen

Sementara itu, dukungan BCA terhadap UMKM tidak berhenti pada pemberian panggung di event besar.

Hera mengungkapkan BCA memiliki postur kredit kepada sektor berkelanjutan, termasuk UMKM, sebesar 25% dari total kredit perseroan.

Baca Juga:  Cara Top Up DANA via BCA 2026, Dari BCA Mobile Sampai ATM dan Biaya Adminnya

Pencapaian tersebut menunjukkan masih ada potensi besar untuk memperluas pembiayaan kepada sektor ini.

Berikut gambaran dukungan pembiayaan BCA terhadap UMKM:

Bentuk Dukungan Detail
Porsi Kredit Sektor Berkelanjutan 25% dari total kredit BCA
Special Rate Bunga sekitar 3% selama 3 bulan
Promosi UMKM Kolaborasi dengan mitra kerja BCA agar UMKM punya akses pasar lebih luas

Data tersebut menunjukkan BCA tidak hanya mendukung UMKM lewat event, tetapi juga melalui skema pembiayaan dan akses pasar yang berkelanjutan.

Selain kredit, BCA juga secara konsisten mempromosikan UMKM kepada mitra kerjanya agar pelaku usaha kecil semakin tumbuh dan memiliki jangkauan lebih luas.

“Dan itu tentu akan membuat mereka terus memutar ekonominya dan termotivasi untuk terus membuat sesuatu karya yang lebih baik,” kata Hera.

28 Desa Binaan BCA Didorong Jadi Desa Wisata Mandiri

Di sisi lain, BCA Expoversary 2026 juga menjadi etalase bagi program pemberdayaan desa.

Hera merinci ada 28 desa binaan BCA yang dikembangkan untuk menjadi desa wisata mandiri.

Desa-desa ini tidak hanya dikenalkan dari sisi kulturnya, tetapi juga produk usaha lokalnya agar masyarakat sekitar semakin berdaya secara ekonomi.

Salah satu program unggulan BCA untuk desa binaan adalah Rumah Pangan Hidup yang sudah berjalan di lima titik di Indonesia.

Program ini dikembangkan agar desa semakin mandiri dalam kemampuan mengolah pangan sekaligus menahan laju inflasi bahan pangan seperti cabai, bawang, dan beras.

Desa Cikoneng Bukukan Pertumbuhan Penjualan Kopi 300 Persen

Salah satu kisah sukses yang menonjol adalah Desa Cikoneng.

Hera menyebutkan penjualan kopi dari desa binaan BCA ini tumbuh mencapai 300% berkat program pendampingan yang dijalankan.

Pertumbuhan tersebut membuktikan bahwa pembinaan desa secara langsung dapat mendorong lokal.

“Itu adalah program yang sebenarnya pilot project sejak tahun lalu. Jadi itu yang mudah-mudahan replikasi ini bisa dilakukan di banyak desa, di desa binaan BCA khususnya terlebih dahulu. Dan selain itu, mereka juga mengalami over supply, sehingga mereka bisa menjual itu ke pasar,” ungkap Hera.

Baca Juga:  Respons Terbaru Partai Golkar Terkait Wacana Perombakan Kabinet 2026 di Tangan Prabowo

Berikut perbandingan dampak program desa binaan BCA:

Indikator Detail
Jumlah Desa Binaan 28 desa wisata
Program Rumah Pangan Hidup Berjalan di 5 titik di Indonesia
Pertumbuhan Penjualan Kopi Desa Cikoneng 300%
Hasil Lain Over supply produk pangan, desa mampu menjual ke pasar

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa program binaan BCA berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi desa secara mandiri.

Desa Wisata Kampung Prai Ijing Raih Penghargaan ASEAN Tourism Awards 2026

Dalam BCA Expoversary 2026, BCA turut menampilkan Desa Wisata Kampung Prai Ijing dari Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Desa tersebut -baru ini meraih penghargaan ASEAN Tourism Sustainable Awards kategori Rural Product pada ajang ASEAN Tourism Awards (ATA) 2026.

Kampung Prai Ijing memiliki keunggulan arsitektur rumah adat khas Sumba dan tradisi tenun Sumba yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Penghargaan ini semakin menegaskan bahwa program desa binaan BCA mampu menghasilkan desa wisata berdaya saing internasional.

Booth Bakti BCA dan Bangga Lokal Buka Hingga 8 Februari 2026

Dengan berbagai penampilan produk dan budaya tersebut, Hera berharap pengunjung dapat mengunjungi booth Bakti BCA dan Bangga Lokal di BCA Expoversary 2026 yang masih berlangsung hingga 8 Februari 2026 di ICE BSD, Tangerang.

“Mumpung di sini kita menyediakan semuanya. Ada rumah, ada kendaraan, ada benda-benda yang dibutuhkan. Atau mau jalan-jalan juga ada, travel juga bisa,” pungkas Hera.

BCA Expoversary 2026 menjadi bukti bahwa komitmen perbankan terhadap UMKM dan desa binaan dapat diwujudkan secara konkret melalui kolaborasi, pembiayaan, dan pemberian akses pasar yang lebih luas.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.