Saham mana yang layak dibeli ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih naik-turun? Menjelang perdagangan Senin, 2 Februari 2026, BNI Sekuritas merilis enam rekomendasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan strategi buy on weakness dan speculative buy — di tengah tekanan jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp1,87 triliun yang menghantam saham-saham seperti TLKM, PTRO, BUMI, IMPC, dan BBNI.
Isu yang beredar soal pasar sudah “pulih sepenuhnya” setelah rebound 1,18% ke level 8.329,60 pada Jumat (30/1/2026) tidak sepenuhnya akurat. Faktanya, penguatan tersebut lebih bersifat technical rebound dan belum ditopang sentimen fundamental yang kuat — sehingga kehati-hatian tetap menjadi kunci. desakarangbendo.id merangkum analisis kondisi pasar terkini beserta enam saham pilihan lengkap dengan area beli, target harga, dan level cutloss sebagai referensi pengambilan keputusan investasi.
Nah, sebelum mengeksekusi transaksi hari ini, penting untuk memahami kondisi IHSG secara menyeluruh terlebih dahulu.
Kondisi IHSG Menjelang Perdagangan Senin, 2 Februari 2026
IHSG ditutup di level 8.329,60 pada Jumat (30/1/2026), naik 1,18% dari penutupan sebelumnya. Indeks LQ45 melesat lebih tinggi dengan kenaikan 2,52%, di mana 551 saham menguat, 194 melemah, dan 65 stagnan.
Menurut Herditya Wicaksana, analis PT MNC Sekuritas, “penguatan ini lebih bersifat technical rebound setelah IHSG melemah dua hari berturut-turut akibat dampak pengumuman MSCI dan downgrade indeks.” Secara sentimen, dukungan fundamental terhadap pasar masih minim.
Beberapa faktor yang perlu dicermati menjelang perdagangan hari ini:
- Aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp1,87 triliun
- Pergantian posisi Direktur Utama BEI yang sempat memicu sentimen negatif
- Rencana pemerintah menaikkan limit investasi di dana pensiun (dapen) dan asuransi
- Tekanan nilai tukar rupiah di posisi sekitar Rp16.765 per dolar AS
Dari sisi sektoral, transportasi memimpin kenaikan 6,14%, diikuti keuangan 3,05%, consumer non-siklikal 1,97%, dan teknologi 1,7%. Total nilai transaksi harian mencapai Rp41,7 triliun dengan volume 57,8 miliar saham dan frekuensi 3,4 juta kali — data ini berdasarkan catatan BEI per 30 Januari 2026 dan dapat berubah sesuai kondisi pasar terbaru.
Rekomendasi Saham Buy on Weakness Hari Ini
Strategi buy on weakness memanfaatkan momen koreksi harga untuk masuk di area beli yang lebih rendah, dengan harapan harga rebound ke target tertentu. Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, mengingatkan bahwa “IHSG masih rentan koreksi sepanjang belum menembus level resistance 8.420.” Level support saat ini berada di kisaran 8.050–8.220.
Berikut empat saham yang masuk radar dengan strategi ini.
BUMI — Peluang di Area 234–250
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu emiten yang terkena aksi jual asing pada Jumat lalu. Justru karena koreksi tersebut, area 234–250 membuka peluang entry bagi yang ingin memanfaatkan momentum rebound.
Level cutloss berada di bawah 226, sementara target harga di kisaran 270–280. Rasio risk-reward cukup menarik mengingat potensi kenaikan sekitar 8–20% dari area beli.
IMPC — Target Kenaikan ke 2.500–2.700
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) juga masuk daftar saham yang tertekan jual asing. Area beli optimal berada di rentang 2.120–2.260 dengan cutloss ketat di bawah 2.100.
Target kenaikan di 2.500–2.700 memberikan potensi upside yang cukup signifikan. Saham ini cocok untuk trading jangka pendek dengan manajemen risiko disiplin.
MEDC — Entry Ideal di 1.430–1.500
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebagai emiten sektor energi menawarkan peluang entry di area 1.430–1.500. Sektor energi memang hanya naik tipis 0,27% pada Jumat lalu, namun secara individual MEDC punya setup teknikal yang layak dicermati.
Cutloss ditetapkan di bawah 1.380 dengan target 1.570–1.600. Pergerakan harga komoditas energi global turut memengaruhi prospek saham ini ke depan.
RMKO — Potensi Rebound ke 1.115–1.175
Emiten berkode RMKO masuk rekomendasi buy on weakness dengan area beli di 925–1.010. Level cutloss berada di bawah 915.
Target rebound di 1.115–1.175 menunjukkan potensi kenaikan yang cukup besar dari area beli. Perlu dicermati bahwa spread antara entry dan cutloss relatif ketat, sehingga eksekusi harus presisi.
Rekomendasi Saham Speculative Buy
Berbeda dengan buy on weakness, strategi speculative buy lebih agresif — biasanya dilakukan pada saham yang menunjukkan sinyal breakout atau momentum teknikal positif. Risiko lebih tinggi, tetapi potensi keuntungannya juga lebih besar.
Liza Camelia Suryanata, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai IHSG berpotensi bergerak ke target 8.600 sebagai langkah awal sebelum mencoba menutup gap di resistance 8.700–8.873. Dengan skenario ini, dua saham berikut layak dicermati.
BREN — Target Ambisius 8.650–9.000
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi pilihan speculative buy dengan area masuk di 8.350–8.450. Sebagai emiten energi terbarukan berkapitalisasi besar di BEI, BREN punya volatilitas tinggi yang bisa dimanfaatkan untuk swing trading.
Cutloss ditetapkan di bawah 8.100 dengan target ambisius di 8.650–9.000. Selisih antara entry dan cutloss cukup lebar — alokasikan modal secara proporsional.
ENRG — Peluang Swing Trading Jangka Pendek
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) masuk radar speculative buy di area 1.255–1.265 dengan cutloss di bawah 1.210. Target harga berada di rentang 1.335–1.410.
Sebagai emiten sektor energi, pergerakan ENRG turut dipengaruhi dinamika harga minyak mentah global dan sentimen sektoral domestik. Strategi swing trading jangka pendek bisa diterapkan dengan disiplin.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham, Area Beli, dan Cutloss
Berikut rangkuman lengkap enam saham rekomendasi BNI Sekuritas untuk perdagangan 2 Februari 2026 beserta level teknikal penting yang perlu dicatat.
Semua data di atas berdasarkan catatan BNI Sekuritas per 30 Januari 2026 dan bersifat rekomendasi teknikal yang dapat berubah sesuai kondisi pasar. Keputusan investasi tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Tips Manajemen Risiko dan Waspada Penipuan Investasi
Trading di tengah volatilitas tinggi membutuhkan disiplin ekstra, bukan sekadar keberanian. Berikut beberapa prinsip manajemen risiko yang sebaiknya diterapkan:
- Tetapkan level cutloss SEBELUM membeli saham, bukan setelahnya
- Alokasikan maksimal 5–10% dari total modal per posisi trading
- Jangan melakukan average down tanpa analisis ulang yang matang
- Gunakan fitur trailing stop jika platform sekuritas menyediakannya
- Evaluasi portofolio secara berkala dan realisasikan keuntungan sesuai target
Satu hal yang tidak kalah penting — waspadai penipuan investasi. Modus yang sering beredar antara lain grup Telegram atau WhatsApp yang menjanjikan keuntungan pasti, akun media sosial mengatasnamakan analis terkenal, hingga platform investasi bodong yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jika menemukan penawaran investasi mencurigakan atau menjadi korban penipuan, berikut kontak resmi untuk pelaporan dan pengaduan:
- OJK (Otoritas Jasa Keuangan): Kontak 157, WhatsApp 081-157-157-157, email [email protected], website ojk.go.id
- Bursa Efek Indonesia (BEI): Call center (021) 515-0515, website idx.co.id
- Satgas Waspada Investasi OJK: Cek legalitas perusahaan sekuritas di waspadainvestasi.ojk.go.id
Pastikan hanya bertransaksi melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi OJK. Jangan pernah menyerahkan dana investasi ke pihak yang menjanjikan keuntungan pasti tanpa risiko — karena dalam dunia pasar modal, hal tersebut tidak ada.
Penutup
Pasar saham Indonesia tetap menyimpan peluang menarik meski diwarnai volatilitas dan tekanan jual asing di awal Februari 2026. Enam saham rekomendasi — BUMI, IMPC, MEDC, RMKO, BREN, dan ENRG — bisa menjadi pertimbangan trading hari ini, dengan catatan tetap menerapkan strategi yang disiplin dan cutloss yang ketat.
Seluruh rekomendasi dalam artikel ini bersifat informatif berdasarkan analisis teknikal BNI Sekuritas serta pandangan analis dari MNC Sekuritas dan Kiwoom Sekuritas Indonesia per 30 Januari 2026. Bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham tertentu, dan data yang disajikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar serta kebijakan regulator terkait.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih bijak. Terima kasih sudah membaca, dan semoga trading hari ini membawa hasil positif.
FAQ
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.
