Beranda » Ekonomi Bisnis » Total Penyaluran Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri Tembus Rp320 Triliun Maret 2026

Total Penyaluran Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri Tembus Rp320 Triliun Maret 2026

Mandiri terus memperkokoh komitmennya dalam mendukung ekonomi hijau di Indonesia melalui integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah strategis ini tercermin dari capaian portofolio pembiayaan berkelanjutan yang menyentuh angka Rp320 triliun per Maret 2026.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,8% secara tahunan atau year on year. Pencapaian ini sekaligus menempatkan posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan pangsa pasar di atas 35% di antara tiga bank besar di tanah air.

Tiga Pilar Utama Strategi Keberlanjutan

Mandiri kini tidak lagi sekadar mengejar profitabilitas semata, melainkan menyeimbangkan aspek lingkungan dan sosial. Implementasi ini dijalankan melalui tiga pilar utama yang menjadi fondasi operasional perusahaan.

Berikut adalah rincian dari ketiga pilar tersebut:

  1. Sustainable Banking: Fokus pada penyaluran kredit ke sektor-sektor yang ramah lingkungan dan memiliki dampak sosial positif.
  2. : Upaya internal dalam menekan jejak karbon melalui efisiensi energi dan penggunaan ramah lingkungan.
  3. Sustainability Beyond Banking: Inisiatif yang melampaui layanan perbankan konvensional dengan memperkuat inklusi keuangan serta program tanggung jawab sosial.

Pilar Sustainable Banking menjadi kontributor terbesar dalam portofolio ini. Pembiayaan hijau tercatat sebesar Rp167 triliun, sementara portofolio sosial mencapai Rp153 triliun.

Rincian Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan

Pertumbuhan pembiayaan hijau sebesar 12,6% secara tahunan menjadi bukti nyata keseriusan dalam mendukung transisi energi. Sektor-sektor baru seperti green building dan pengelolaan sumber daya alam hayati mendapatkan perhatian khusus pada kuartal pertama tahun 2026.

Baca Juga:  Mandiri Dorong Agen untuk Percepat Inklusi Keuangan di Daerah Terpencil

Tabel di bawah ini merinci alokasi dana dari Green Bond Tahap II senilai Rp5 triliun yang telah disalurkan sepenuhnya:

Sektor Pembiayaan Alokasi Dana Persentase
Pengelolaan SDA Hayati Rp3,6 Triliun 72%
Transportasi Ramah Lingkungan Rp1,4 Triliun 28%
Total Rp5 Triliun 100%

Data di atas menunjukkan bahwa sektor pengelolaan sumber daya alam hayati mendominasi penggunaan dana hijau. Hal ini sejalan dengan ketentuan (OJK) yang mendorong pengembangan produk keuangan berkelanjutan di industri perbankan.

Inovasi Operasional dan Masa Depan Hijau

Selain pembiayaan, Bank Mandiri juga melakukan transformasi pada sisi operasional internal. Penggunaan kendaraan listrik dan hybrid kini menjadi standar baru dalam aktivitas operasional perusahaan.

Pemasangan panel surya di berbagai kantor serta penyediaan stasiun kendaraan listrik menjadi langkah nyata dalam menekan emisi. Digital carbon juga diterapkan untuk memantau emisi yang dihasilkan secara lebih terukur.

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam pilar Sustainable Operation:

  1. Optimalisasi green building untuk efisiensi penggunaan energi listrik.
  2. Penghitungan emisi Scope 3 yang mencakup perjalanan dinas dan penggunaan kertas.
  3. Pemasangan panel surya di gedung-gedung operasional utama.
  4. Penyediaan stasiun pengisian daya kendaraan listrik bagi karyawan dan nasabah.

Transisi menuju operasional yang lebih bersih ini didukung oleh sistem pelaporan yang transparan. Laporan Keberlanjutan 2025 yang diterbitkan telah disesuaikan dengan standar pelaporan global untuk memastikan akuntabilitas kepada pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Beberapa Fintech Lending Serahkan Izin Usaha, Ini Penjelasan OJK

Inklusi Keuangan dan Livin Planet

Pada pilar Sustainability Beyond Banking, Bank Mandiri memperkuat inklusi keuangan melalui platform digital Livin Merchant. Program ini membantu pelaku usaha kecil untuk lebih mudah mengakses layanan perbankan dan meningkatkan keuangan.

Inovasi terbaru yang dinantikan adalah peluncuran fitur Livin Planet. Fitur ini dirancang untuk segmen ritel agar dapat berpartisipasi dalam perdagangan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Kaca (SPE-GRK).

Kolaborasi dengan IDX Carbon menjadi kunci utama dalam memfasilitasi perdagangan karbon bagi nasabah ritel. Melalui fitur ini, nasabah dapat berkontribusi langsung dalam upaya pengurangan emisi karbon secara lebih personal dan mudah.

Optimisme terhadap kinerja masa depan tetap tinggi mengingat fundamental perusahaan yang solid. Kontribusi positif ini diharapkan mampu memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan.

Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan laporan kinerja per Maret 2026 dan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar serta kebijakan perusahaan. Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk berinvestasi, melainkan ringkasan informasi publik.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.