TikTok secara resmi membantah rumor penutupan Tokopedia yang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Kabar tersebut mulai beredar setelah sebuah unggahan di platform X menyebut bahwa aplikasi Tokopedia akan dihapus dan digantikan oleh TikTok Shop sebagai platform terpisah.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai klarifikasi resmi TikTok dan kronologi rumor yang sempat membuat heboh pelaku e-commerce Tanah Air.
Kronologi Rumor Penutupan Tokopedia
Rumor ini bermula dari unggahan akun @ecommurz di platform X pada Kamis (29/1/2026).
Akun yang dikenal aktif membagikan informasi seputar dunia startup dan perusahaan rintisan itu mengklaim mendapat kabar dari orang dalam Tokopedia.
“Words from friends in Tokopedia, they going to kill Tokopedia app and TikTok Shop will have their own separated app,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu langsung menarik perhatian luas dan memicu spekulasi di kalangan pelaku bisnis digital maupun konsumen.
Bantahan Resmi TikTok
Merespons kabar yang semakin viral, Juru Bicara TikTok memberikan klarifikasi resmi kepada Kompas.com pada Rabu (4/2/2026).
“Kami mendengar rumor mengenai masa depan Tokopedia. Rumor tersebut tidak benar,” kata Juru Bicara TikTok.
Pernyataan itu secara tegas menepis spekulasi yang berkembang di media sosial selama hampir sepekan.
Komitmen TikTok Berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia
Lebih lanjut, TikTok menegaskan bahwa pihaknya justru terus menggelontorkan investasi untuk mengembangkan Tokopedia.
“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia,” lanjut Juru Bicara TikTok.
Tidak hanya soal investasi, TikTok juga memastikan bahwa Tokopedia akan tetap beroperasi secara penuh ke depannya.
“Tokopedia akan terus beroperasi penuh, dan fokus pada pengalaman pengguna dan pembeli untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang,” tegasnya.
Konteks Akuisisi TikTok dan Tokopedia
Perlu diketahui, TikTok resmi mengakuisisi saham mayoritas Tokopedia pada Desember 2023 melalui kesepakatan dengan GoTo Group.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi TikTok untuk memperkuat kehadiran TikTok Shop di pasar e-commerce Indonesia setelah sempat dilarang beroperasi oleh pemerintah.
Sejak akuisisi, operasional Tokopedia dan TikTok Shop berjalan berdampingan dalam ekosistem yang sama.
Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, menjadikannya sangat strategis bagi ekspansi bisnis TikTok di kawasan ini.
Tokopedia Tetap Beroperasi untuk Jangka Panjang
Berdasarkan pernyataan resmi tersebut, Tokopedia dipastikan tidak akan ditutup.
TikTok justru menekankan fokus pada peningkatan pengalaman pengguna dan pembeli sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang platform e-commerce tersebut.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.






