Beranda » Ekonomi Bisnis » CIMB Niaga Bagi Dividen 4,07 Triliun serta Perbarui Susunan Direksi pada RUPST 2026

CIMB Niaga Bagi Dividen 4,07 Triliun serta Perbarui Susunan Direksi pada RUPST 2026

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) baru saja menutup lembaran tahun buku 2025 dengan kabar menggembirakan bagi para pemegang saham. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Jumat (17/4/2026), perusahaan perbankan ini resmi mengumumkan pembagian dividen tunai dalam jumlah yang cukup signifikan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun lalu. Keputusan tersebut sekaligus menegaskan posisi CIMB Niaga dalam menjaga stabilitas fundamental di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Pembagian Dividen dan Kinerja Keuangan

CIMB Niaga memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar 60% dari total laba bersih tahun buku 2025. Secara nominal, angka ini mencapai Rp 4,07 triliun dari total laba bersih yang berhasil dibukukan perseroan sebesar Rp 6,78 triliun.

Sisa dari laba bersih tersebut tidak lantas dibagikan seluruhnya, melainkan dialokasikan sebagai laba ditahan. Dana ini nantinya akan digunakan untuk mendukung rencana ekspansi bisnis serta memperkuat struktur permodalan bank di masa mendatang.

Berikut adalah rincian ringkas mengenai alokasi Niaga untuk tahun buku 2025:

Keterangan Nominal (Triliun Rupiah)
Total Rp 6,78
Dividen Tunai (60%) Rp 4,07
Laba Ditahan (40%) Rp 2,71

Catatan: Data di atas berdasarkan hasil RUPST 17 April 2026 dan dapat mengalami penyesuaian teknis sesuai kebijakan perusahaan.

Pencapaian ini didorong oleh konsistensi performa yang terjaga sepanjang tahun. Manajemen menyatakan bahwa menjadi kunci utama dalam mempertahankan kesehatan fundamental bisnis serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Cara Memantau 4 Indikator Penting Laporan Keuangan NVDA Periode 20 Mei 2026 Mendatang

Perombakan Jajaran Manajemen dan Strategi Korporasi

Selain membahas pembagian laba, RUPST juga menjadi ajang untuk melakukan penyegaran di jajaran pengurus perseroan. Perubahan ini dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal dengan dukungan sumber daya manusia yang berpengalaman.

Perubahan struktur organisasi ini mencakup posisi strategis di level komisaris hingga direksi. Berikut adalah tahapan perubahan dan pengangkatan kembali jajaran :

  1. Pengangkatan kembali Didi Syafruddin Yahya sebagai Presiden Komisaris.
  2. Pengangkatan kembali Sri Widowati dan Farina J. Situmorang sebagai Komisaris Independen.
  3. Penunjukan kembali M. Quraish Shihab sebagai Ketua Dewan Pengawas (DPS).
  4. Pengangkatan Hamim Ilyas sebagai anggota DPS yang baru menggantikan Fathurrahman Djamil.
  5. Penunjukan Budiman Tanjung sebagai Direktur, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief of Network & Digital Banking.

Transisi kepemimpinan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Dengan komposisi baru, CIMB Niaga diharapkan mampu merespons tantangan digitalisasi perbankan dengan lebih lincah dan efektif.

Langkah Strategis Buyback Saham

Tidak hanya soal dividen dan manajemen, RUPST juga menyetujui rencana atau buyback. Langkah ini ditujukan untuk mendukung program remunerasi berbasis saham bagi pihak-pihak yang termasuk dalam kategori Material Risk Taker (MRT).

Berikut adalah rincian rencana buyback saham yang telah disetujui:

  • Jumlah maksimal saham: 220.000 lembar.
  • Estimasi nilai maksimal: Rp 480 juta.
  • Tujuan: Program remunerasi berbasis saham untuk manajemen.
Baca Juga:  Peringkat Kredit Bank Permata Naik ke Level Baa1 dengan Outlook Stabil di Tahun 2026

Selain agenda tersebut, perseroan juga melakukan pengkinian rencana aksi pemulihan atau recovery plan sesuai dengan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi perbankan yang berlaku guna menjaga ketahanan institusi.

Untuk memastikan transparansi ke depan, RUPST juga menunjuk kembali Jimmy Pangestu serta Kantor Akuntan Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC) sebagai auditor untuk tahun buku 2026. Seluruh rangkaian rapat ini dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan pertemuan fisik di Graha CIMB Niaga dengan partisipasi elektronik melalui platform eASY..

Keputusan-keputusan strategis ini mencerminkan komitmen CIMB Niaga dalam menjaga kepercayaan investor. Dengan fondasi yang kuat dan manajemen yang solid, perusahaan optimistis dapat terus tumbuh di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan didasarkan pada data hasil RUPST per 17 April 2026. Kebijakan dividen, perubahan manajemen, dan rencana aksi korporasi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan keputusan internal perusahaan dan regulasi otoritas terkait. Investasi saham memiliki risiko, sehingga disarankan untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.