Beranda » Ekonomi Bisnis » Dukungan Pembiayaan Hijau BRI Tembus 93,2 Triliun Rupiah untuk Ekonomi Berkelanjutan 2026

Dukungan Pembiayaan Hijau BRI Tembus 93,2 Triliun Rupiah untuk Ekonomi Berkelanjutan 2026

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) kini semakin mantap menancapkan komitmennya dalam mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan ke dalam seluruh lini bisnis dan operasional. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak sekadar mengejar angka finansial, melainkan juga memberikan dampak nyata bagi aspek sosial dan lingkungan.

Integrasi prinsip keberlanjutan ini menjadi fondasi utama bagi BRI untuk menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Dengan menyelaraskan operasional perusahaan bersama standar global dan regulasi domestik, posisi BRI sebagai lembaga keuangan yang inklusif dan bertanggung jawab semakin kokoh di mata investor serta masyarakat luas.

Komitmen BRI dalam Pembiayaan Berkelanjutan

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, BRI menegaskan bahwa seluruh inisiatif keberlanjutan telah dijalankan secara terstruktur. Hal ini mencakup pemenuhan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (), khususnya yang tertuang dalam POJK No. 51/POJK.03/2017.

Sebagai bentuk transparansi, perseroan telah memublikasikan Laporan Keberlanjutan 2025 serta menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) untuk periode 2026 hingga 2030. Dokumen ini menjadi panduan utama bagi manajemen dalam mengarahkan kebijakan kredit dan investasi agar tetap berada pada koridor ramah lingkungan dan sosial.

Berikut adalah rincian alokasi yang telah disalurkan oleh BRI hingga akhir tahun 2025:

Kategori Pembiayaan Nilai Penyaluran Persentase dari Total Kredit
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) Rp 93,2 Triliun 6,94%
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) Rp 718,7 Triliun 53,5%

Data di atas menunjukkan bahwa fokus BRI tidak hanya terbatas pada isu lingkungan, tetapi juga sangat kuat dalam mendukung sektor-sektor sosial. Selain penyaluran kredit, perseroan juga telah menerbitkan social bond senilai Rp 5 triliun untuk memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat luas.

Baca Juga:  Danantara Asset Management Resmi Akuisisi Seluruh Saham PNM Investment Management 2026

Langkah Strategis Penguatan Manajemen Risiko dan Inklusi

Upaya BRI dalam memperkuat ekosistem keuangan tidak berhenti pada penyaluran modal saja. Perseroan secara aktif melakukan analisis Climate Risk (CRST) sesuai panduan OJK untuk memitigasi risiko yang muncul akibat perubahan iklim.

Langkah ini didukung oleh penguatan inklusi keuangan yang masif di seluruh pelosok negeri. Aksesibilitas layanan keuangan menjadi prioritas utama agar masyarakat di daerah terpencil tetap bisa menikmati fasilitas dengan mudah dan aman.

Berikut adalah tahapan dan capaian BRI dalam memperluas jangkauan inklusi keuangan hingga akhir 2025:

  1. Optimalisasi Super App BRImo yang kini telah digunakan oleh 45,93 juta nasabah aktif.
  2. Perluasan jaringan Agen BRILink yang mencapai 1,19 juta titik untuk menjangkau nasabah di pelosok.
  3. Pemberdayaan komunitas melalui program Desa BRILiaN yang kini mencakup 5.245 desa binaan.
  4. Peningkatan total basis nasabah hingga menembus angka 140,5 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Integrasi teknologi dan pemberdayaan komunitas ini menjadi kunci sukses BRI dalam menjaga relevansi di tengah . Dengan ekosistem yang luas, setiap nasabah mendapatkan kemudahan akses yang setara, baik di pusat kota maupun di wilayah pedesaan.

Standar Global dan Pengakuan Internasional

BRI tidak hanya berfokus pada standar domestik, tetapi juga mengadopsi standar pelaporan internasional seperti IFRS Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan S2). Langkah ini diambil untuk meningkatkan standar tata kelola perusahaan agar setara dengan perusahaan global lainnya.

Baca Juga:  Strategi BTN Kumpulkan 800 Miliar Rupiah dari Penjualan Aset Bermasalah di Tahun 2026

Berbagai upaya tersebut membuahkan hasil manis berupa pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional. Konsistensi dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan membuat BRI menjadi satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang berhasil masuk dalam S&P Global Sustainability Yearbook selama empat tahun berturut-turut.

Berikut adalah daftar pencapaian peringkat ESG yang diraih oleh BRI:

  • Peringkat A dari ESG Rating.
  • Kategori Low Risk dari Sustainalytics.
  • Skor S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) pada persentil ke-92.

Capaian ini menjadi bukti bahwa strategi keberlanjutan yang diterapkan BRI telah diakui secara global. Ke depan, perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi yang inklusif sekaligus menjadi pelopor di nasional.


Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini merujuk pada laporan hingga akhir tahun 2025. Informasi mengenai kebijakan, angka pembiayaan, dan peringkat ESG dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika pasar, regulasi , serta laporan kinerja terbaru dari pihak terkait.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.