Beranda » Ekonomi Bisnis » Vaksin Dengue Bukan Hanya untuk Anak! PAPDI Perluas Rekomendasi hingga Usia 60 Tahun

Vaksin Dengue Bukan Hanya untuk Anak! PAPDI Perluas Rekomendasi hingga Usia 60 Tahun

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) memperbarui Jadwal Imunisasi Dewasa dengan memasukkan vaksinasi dengue untuk kelompok usia 19 hingga 60 tahun. ini mematahkan persepsi lama bahwa demam berdarah dengue hanya menjadi ancaman bagi anak-anak.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga merekomendasikan vaksin dengue bagi anak usia 4 hingga 18 tahun, sejalan dengan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dengan cakupan usia yang kini jauh lebih luas, vaksin dengue menjadi bagian penting dari strategi pencegahan komprehensif di samping upaya dasar seperti 3M Plus dan pengendalian vektor. Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.

Mengapa Orang Dewasa Juga Berisiko Tinggi Terkena Dengue?

Selama ini, persepsi yang berkembang di masyarakat adalah demam berdarah dengue lebih banyak menyerang anak-anak.

Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PP PAPDI, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Kelompok dewasa justru memiliki signifikan, terutama mereka yang aktif secara sosial dan memiliki mobilitas tinggi sehingga lebih berpeluang terpapar virus dengue.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena pada sebagian orang dewasa, dengue dapat menimbulkan komplikasi yang lebih berat. Risiko tersebut meningkat pada mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas.

Beberapa komorbiditas yang memperparah risiko komplikasi dengue pada orang dewasa antara lain:

  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Penyakit ginjal
  • Diabetes melitus
  • Penyakit paru-paru

“Vaksinasi dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi pencegahan dengue yang menyeluruh, sejalan dengan upaya dasar seperti 3M Plus dan pengendalian vektor,” ungkap Dr. Sukamto.

Berdasarkan Jadwal Imunisasi Dewasa PAPDI terbaru, vaksinasi dengue kini dapat diberikan kepada kelompok usia yang lebih luas, yaitu 19 hingga 60 tahun.

Dampak Sosial-Ekonomi Dengue pada Orang Dewasa

Lebih dari sekadar masalah kesehatan, dengue juga menimbulkan beban sosial-ekonomi yang tidak ringan bagi kelompok usia produktif.

“Dengue juga menimbulkan beban sosial-ekonomi. Saat orang dewasa jatuh sakit, bukan hanya produktivitas yang terganggu, tetapi juga keluarga ikut terdampak, termasuk kebutuhan pendampingan, biaya tambahan, hingga risiko penularan di lingkungan sekitar,” kata Dr. Sukamto.

Baca Juga:  Danamart Berhasil Kucurkan Dana ESG Senilai Rp 25 Miliar Selama Sepanjang Tahun 2026

Kondisi ini menjadi serius mengingat orang dewasa yang terinfeksi dengue tidak hanya kehilangan waktu kerja. ikutannya menjalar ke anggota keluarga yang harus mendampingi selama masa perawatan.

“Karena itu, upaya perlindungan perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih komprehensif,” tambahnya.

Vaksin Dengue untuk Anak Usia 4 hingga 18 Tahun

Dari perspektif anak, Prof. DR. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp. TKPS, Ketua Satgas Imunisasi Anak IDAI, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam melindungi anak dari dengue. Risiko penularan meningkat tajam terutama di musim hujan.

Pada demam berdarah dengue, terdapat fase kritis di mana kondisi anak dapat memburuk dengan cepat. Bila tidak segera dikenali dan ditangani, kondisi tersebut dapat berakibat fatal.

Dengue dapat menyerang siapa saja tanpa memandang latar belakang keluarga atau lingkungan tempat tinggal. Anak tetap dapat terinfeksi apabila ada penularan di sekitar rumah atau sekolah.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka mortalitas dengue tertinggi berada pada kelompok usia 5 hingga 14 tahun. Fakta ini memperkuat urgensi vaksinasi dengue bagi anak-anak.

“Orang tua perlu lebih waspada, memahami tanda dengue, dan segera mencari pertolongan medis ketika gejala mengarah pada tanda bahaya, seperti antara lain nyeri perut hebat dan perdarahan pada demam berdarah dengue,” jelas Prof. Hartono.

Lebih lanjut, Prof. Hartono menekankan bahwa orang tua juga dapat berkonsultasi ke dokter mengenai imunisasi dengue. Sejalan dengan persetujuan BPOM terbaru, imunisasi dengue direkomendasikan bagi anak-anak usia 4 hingga 18 tahun.

Dosis dan Cara Pemberian Vaksin Dengue

Berikut ringkasan rekomendasi vaksinasi dengue berdasarkan kelompok usia yang dikeluarkan oleh IDAI dan PAPDI.
Kategori Anak Dewasa
Usia 4 hingga 18 tahun 19 hingga 60 tahun
Jumlah Dosis 2 dosis 2 dosis
Interval Pemberian 3 bulan antara dosis 1 dan dosis 2 3 bulan antara dosis 1 dan dosis 2
Cara Pemberian Suntikan subkutan Suntikan subkutan
Lembaga Perekomendasi IDAI (Satgas Imunisasi Anak) PAPDI (Satgas Imunisasi Dewasa)
Perlu Tes Dengue Sebelumnya? Tidak diperlukan Tidak diperlukan

Data pada tabel di atas berdasarkan rekomendasi terbaru IDAI dan PAPDI serta persetujuan BPOM, dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kebijakan kesehatan.

Baca Juga:  Camilan Prebiotik Alami yang Mendukung Kesehatan Pencernaan dengan Baik

Vaksin dengue diberikan melalui suntikan subkutan sebanyak 2 dosis dengan interval 3 bulan. Vaksin ini tidak memerlukan tes dengue sebelumnya, sehingga proses vaksinasi menjadi lebih praktis.

Data Beban Dengue Indonesia di Tahun 2024

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyoroti besarnya beban dengue di Indonesia berdasarkan data terbaru.

“Beban dengue di Indonesia sangat besar. Pada tahun 2024 saja, lebih dari satu juta kasus rawat inap akibat dengue ditanggung oleh BPJS Kesehatan, dengan biaya hampir tiga triliun ,” ujar Andreas.

Angka tersebut belum mencakup beban emosional yang dialami keluarga terdampak serta konsekuensi yang lebih luas apabila terjadi wabah.

Berikut gambaran beban dengue di Indonesia pada tahun 2024.
Indikator Data 2024
Kasus rawat inap dengue (ditanggung BPJS Kesehatan) Lebih dari 1 juta kasus
Biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan Hampir Rp3 triliun
Kelompok usia dengan mortalitas tertinggi 5 hingga 14 tahun

Data di atas bersumber dari BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi PT Takeda Innovative Medicines.

“Karena itu, pencegahan menjadi sangat penting. Takeda berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dengue melalui kolaborasi, edukasi, dan solusi yang inovatif,” tambah Andreas.

Vaksinasi Sebagai Bagian dari Strategi Pencegahan Komprehensif

Dukungan dari berbagai sektor menjadi bagian penting dalam menekan angka kasus dengue di Indonesia.

Vaksinasi dengue bukan pengganti upaya pencegahan dasar, melainkan pelengkap yang memperkuat perlindungan secara menyeluruh. Langkah dasar seperti 3M Plus dan pengendalian vektor nyamuk tetap menjadi fondasi utama pencegahan demam berdarah dengue.

Dengan rekomendasi terbaru dari PAPDI dan IDAI, masyarakat kini memiliki opsi perlindungan tambahan yang dapat dikonsultasikan dengan dokter. Informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi dengue dapat diperoleh melalui fasilitas kesehatan terdekat.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.