Beranda » Bantuan Sosial » Dana PIP Tak Bisa Cair karena Kendala KTP, Siswa SD di NTT Nekat Gantung Diri

Dana PIP Tak Bisa Cair karena Kendala KTP, Siswa SD di NTT Nekat Gantung Diri

Seorang siswa SD bernama Yohanes Bastian Roja (10) ditemukan tewas gantung diri di kebun milik neneknya di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tragis ini terjadi setelah () miliknya tak bisa dicairkan akibat kendala administrasi KTP sang ibu yang masih tercatat di kabupaten lain.

Temuan ini diungkap langsung oleh Bupati Ngada, Raymundus Bena, berdasarkan hasil investigasi tim yang diturunkan ke lapangan, Kamis (5/2/2026).

Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini.

Kendala Administrasi KTP Antar-Kabupaten Gagalkan Pencairan PIP

Secara administrasi, PIP tidak dapat dilakukan karena KTP ibunda korban masih tercatat sebagai penduduk Kabupaten Nagekeo. Padahal, keluarga tersebut sudah berdomisili di Kabupaten Ngada.

Kondisi ini membuat pihak terkait meminta sang ibu untuk kembali ke kampung asal dan mengurus perpindahan dokumen kependudukan terlebih dahulu.

Dua kakak korban dari pihak ayah yang berbeda telah lebih dulu diurus kepindahan administrasinya ke Kabupaten Ngada. Sementara itu, kakak ketiga hingga korban yang merupakan anak bungsu belum sempat diurus sehingga masih terkendala.

Bupati Raymundus Bena Ungkap Kronologi Permintaan PIP

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Yohanes diketahui kerap meminta ibunya untuk segera mencairkan guna memenuhi kebutuhan .

“Dia bertanya kapan PIP beasiswanya diurus dan mamanya bilang tunggu nanti pencairan ke bank di kabupaten,” ucap Raymundus kepada , Kamis (5/2).

Baca Juga:  Syarat Ekonomi dan Kriteria Penerima KIP Kuliah 2026 Berdasarkan DTSEN

Permintaan itu disampaikan berulang kali, namun jawaban yang diterima selalu sama.

“Sehingga diberitahu untuk pulang dan urus dulu itu (administrasi) di kampung. Terus ditanya lagi anaknya dan dijawab sama lagi kalau akan diurus. Sampai terakhir belum sempat urus, suatu hari itu dia tidak ke sekolah dan ke kebun neneknya,” jelas Raymundus.

Pada satu kesempatan, korban juga meminta ibunya membelikan buku dan pena. Permintaan itu pun tak bisa dipenuhi karena ketiadaan .

Kejadian di Hari Terakhir Korban

Pada hari kejadian, Yohanes tidak masuk sekolah dan pergi ke rumah neneknya di kebun.

Saat itu, sang nenek tidak berada di tempat sehingga korban berada seorang diri.

Beberapa warga yang melintas sempat menanyakan alasan korban tidak bersekolah. Yohanes hanya menjawab bahwa dirinya sedang sakit kepala.

Latar Belakang Keluarga, Yatim dan Diasuh Nenek

Berdasarkan temuan awal tim lapangan, Yohanes merupakan anak yatim. Ayahnya meninggal saat ia masih kecil.

Korban merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.

Dalam kesehariannya, Yohanes dirawat oleh sang nenek di rumah kebun dan sesekali mengunjungi ibunya di kampung halaman. Sang ibu tinggal di kampung berbeda bersama ayah tiri dan empat anak lainnya.

Fakta-fakta tersebut diduga menjadi salah satu faktor pendorong yang memengaruhi kondisi psikologis korban hingga mengambil keputusan mengakhiri hidupnya.

“Sehingga pengalaman-pengalaman inilah yang mungkin membuat anak ini traumatis dan juga dalam perjalanan diambil-alih oleh neneknya di kebun,” jelas Bupati Raymundus.

Baca Juga:  Cara Memastikan 5 Langkah Bansos PIP Tetap Cair Saat Naik Jenjang Pendidikan di 2026

Langkah Pemda Ngada, PIP Daerah dan Tertib Administrasi

Merespons tragedi ini, Bupati Ngada menegaskan bahwa beasiswa korban sebenarnya sudah tersedia namun sulit dicairkan karena permasalahan administrasi.

Hal ini akan menjadi perhatian serius ke depannya.

“Saya akan tegas dan melaksanakan rapat koordinasi untuk identifikasi benar-benar. Kalau masih ada masyarakat yang masa bodoh ya kita mesti tekan door to door,” ujar eks anggota DPRD Ngada dari PKB ini.

Lebih lanjut, Pemda Ngada juga menyiapkan Program Indonesia Pintar versi daerah serta penyediaan pakaian seragam bagi siswa yang membutuhkan.

Tindak Lanjut

Bupati Raymundus berencana langsung dalam acara adat kedukaan di makam korban yang dijadwalkan pada Minggu pekan ini.

Pemda Ngada akan melakukan identifikasi menyeluruh terhadap warga yang belum tertib administrasi kependudukan guna mencegah kendala serupa terulang di kemudian hari.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.