Kabar menggembirakan datang bagi Keluarga Penerima Manfaat yang menantikan pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan atau PKH tahap 2 tahun 2026. Kementerian Sosial saat ini tengah menggenjot percepatan penyaluran bantuan susulan yang mencakup termin 2 hingga termin 4 secara sekaligus.
Proses pengisian saldo bansos tersebut kini sudah memasuki gelombang keempat. Tercatat lebih dari 2 juta Keluarga Penerima Manfaat di seluruh wilayah Indonesia telah masuk dalam daftar penerima bantuan susulan ini.
Rincian Data Penyaluran Bansos PKH 2026
Berdasarkan data rekapitulasi resmi by name by address yang diproses oleh Kementerian Sosial, total Keluarga Penerima Manfaat yang masuk dalam daftar cair susulan mencapai 2.249.294 KPM. Penyaluran dana ini dilakukan melalui bank penyalur Himbara serta PT Pos Indonesia guna memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Berikut adalah rincian jumlah penerima berdasarkan bank penyalur yang terlibat dalam proses distribusi bantuan tahun 2026:
| Bank Penyalur | Jumlah KPM |
|---|---|
| Bank BNI | 940.961 |
| PT Pos Indonesia | 404.771 |
| Bank BRI | 327.088 |
| Bank BSI (Aceh) | 240.374 |
| Bank Mandiri | 136.100 |
Tabel di atas menunjukkan distribusi kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk mempermudah pemantauan. Data tersebut bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan sesuai dengan kebijakan teknis di lapangan.
Wilayah dan Bank Penyalur yang Sudah Cair
Proses pencairan dana bantuan ini tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah karena adanya perbedaan waktu verifikasi data. Pemahaman mengenai status bank penyalur menjadi kunci bagi penerima agar tidak terjadi penumpukan antrean di mesin ATM atau agen bank.
1. Pencairan melalui Bank BNI
Pemegang Kartu Keluarga Sejahtera Bank BNI mencatatkan arus pencairan yang cukup deras, terutama di wilayah Pulau Jawa. Beberapa daerah yang terpantau sudah menerima saldo masuk meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Malang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Karawang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, serta Kota Tangerang.
2. Pencairan melalui Bank BRI
Penyaluran dana susulan untuk pemegang kartu Bank BRI juga menunjukkan progres yang semakin meluas secara nasional. Wilayah yang telah melaporkan masuknya dana bantuan antara lain Kabupaten Tangerang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Subang, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sampang, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Grobogan, Kota Palembang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Demak, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lampung Selatan, Kota Medan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Lebak, Kabupaten Langkat, Kabupaten Blora, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Musi Banyuasin.
3. Pencairan melalui Bank BSI dan Bank Mandiri
Untuk pemegang KKS Bank BSI, distribusi dana terpantau sudah merata di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Sementara itu, bagi pemegang KKS Bank Mandiri, sistem saat ini masih dalam tahap antrean penyaluran meskipun kuota sebanyak 136.100 KPM sudah tercatat secara resmi.
Panduan Pengecekan bagi KPM Baru
Bagi penerima bantuan dengan KKS cetakan terbaru, status di dalam sistem seringkali menunjukkan variasi yang berbeda. Beberapa KPM mungkin melihat status sudah berubah menjadi Standing Instruction, namun sebagian lainnya masih berada pada tahap Surat Perintah Membayar.
Langkah Memastikan Status Pencairan
- Hubungi pendamping sosial di desa atau kelurahan setempat untuk mendapatkan informasi akurat mengenai status KPM.
- Manfaatkan aplikasi mobile banking resmi dari bank penyalur untuk memantau saldo secara berkala tanpa harus mendatangi ATM.
- Pastikan status di sistem sudah menunjukkan keterangan Standing Instruction sebelum melakukan penarikan tunai.
- Koordinasikan dengan pendamping sosial jika terdapat kendala teknis pada kartu atau saldo yang belum masuk.
- Hindari melakukan pengecekan di mesin ATM secara berulang jika status belum berubah menjadi cair untuk menghindari risiko kartu terblokir.
Pendamping sosial memiliki akses langsung ke sistem informasi kesejahteraan sosial yang memungkinkan pengecekan status secara real time. Langkah ini jauh lebih efisien dibandingkan harus bolak-balik ke mesin ATM atau kantor cabang bank.
Imbauan Penting bagi Penerima Bantuan
Penerima bantuan yang belum mendapatkan dana susulan, khususnya bagi pemegang KKS Bank Mandiri dan penerima baru, diharapkan tetap tenang dan bersabar. Proses distribusi dilakukan secara bertahap oleh pihak bank dan kementerian terkait.
Hindari melakukan pengecekan saldo pada jam-jam yang tidak wajar atau saat kondisi cuaca sedang tidak mendukung. Selalu utamakan informasi yang berasal dari kanal resmi pemerintah atau pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan program bansos. Segala bentuk pembaruan data atau informasi resmi hanya akan disampaikan melalui saluran komunikasi yang telah ditentukan oleh Kementerian Sosial.
Disclaimer: Data jumlah penerima dan wilayah pencairan di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan Kementerian Sosial dan proses verifikasi perbankan. Informasi ini disusun berdasarkan data terkini yang tersedia dan tidak menjamin pencairan di seluruh wilayah terjadi pada waktu yang bersamaan.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.



