Beranda » Teknologi » Integrasi 2 fitur EDR dan Zero Trust pada Endpoint Central ManageEngine versi 2026

Integrasi 2 fitur EDR dan Zero Trust pada Endpoint Central ManageEngine versi 2026

ManageEngine baru saja melakukan langkah besar dalam memperkuat ekosistem keamanan siber melalui pembaruan signifikan pada platform Endpoint Central. Integrasi kemampuan Endpoint Detection and Response (EDR) serta Secure Private Access kini menjadi standar baru untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan sekaligus menghentikan ancaman sebelum menyebar luas ke seluruh jaringan perusahaan.

Pendekatan Zero Trust yang diterapkan memastikan setiap perangkat wajib melalui verifikasi keamanan ketat sebelum mendapatkan izin akses ke sumber daya internal. Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan perlindungan aset digital yang semakin rentan di tengah pola kerja modern yang semakin dinamis.

Tantangan Keamanan Siber di Era Digital

Transformasi digital yang berlangsung masif di membawa konsekuensi serius terhadap kerentanan data perusahaan. Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 3,64 miliar anomali trafik sepanjang periode Januari hingga Juli 2025, yang menjadi sinyal kuat adanya aktivitas serangan siber yang terus mengintai.

Serangan ini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan sudah terencana dengan target yang spesifik. Berikut adalah beberapa jenis ancaman yang paling sering menyerang infrastruktur TI saat ini:

  • Malware: Perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak atau mencuri data.
  • Ransomware: Serangan yang mengunci data perusahaan dan meminta tebusan untuk pemulihan.
  • Akses Tidak Sah: Upaya penyusupan oleh pihak luar menggunakan kredensial curian.
  • Eksploitasi Endpoint: Pemanfaatan celah keamanan pada , , atau workstation karyawan.

Peningkatan frekuensi serangan ini menuntut perusahaan untuk lebih sigap dalam mengadopsi pertahanan yang terintegrasi. Ketergantungan pada sistem yang terpisah justru sering kali menciptakan celah keamanan baru yang justru dimanfaatkan oleh para peretas.

Mengapa Endpoint Menjadi Titik Lemah Utama

Penerapan model kerja hybrid dan remote membuat perangkat endpoint menjadi pusat operasional sekaligus target utama serangan siber. Banyak perusahaan masih terjebak menggunakan berbagai perangkat lunak terpisah untuk mengelola manajemen perangkat, keamanan sistem, dan akses jarak jauh.

Baca Juga:  Performa Gahar Oppo Find X10 Bawa Chipset 2nm dan Kapasitas Baterai 8.000mAh di 2026

Kondisi ini menciptakan kompleksitas manajemen yang tinggi dan memperlambat respons terhadap insiden keamanan. Di sisi lain, penyerang kini semakin cerdas dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melancarkan serangan yang lebih canggih, masif, dan sulit dideteksi oleh sistem keamanan tradisional.

Untuk memahami perbedaan antara pendekatan keamanan tradisional dan pendekatan modern yang diusung oleh ManageEngine, perhatikan tabel berikut:

Pendekatan Tradisional Pendekatan Zero Trust & EDR
Verifikasi Akses Berbasis lokasi jaringan Verifikasi berkelanjutan
Deteksi Ancaman Reaktif (setelah terjadi) Proaktif (real-time)
Manajemen Tools Terpisah-pisah (Silo) Terintegrasi (Unified)
Respons Insiden Manual dan lambat Otomatis dan cepat

Tabel di atas menunjukkan bahwa integrasi EDR dan Zero Trust memberikan keunggulan kompetitif dalam menjaga integritas data. Perusahaan tidak lagi harus mengandalkan banyak dasbor untuk memantau kesehatan sistem, karena semuanya kini terpusat dalam satu platform yang lebih efisien.

Langkah Implementasi Keamanan Zero Trust

Mengadopsi sistem keamanan baru memerlukan perencanaan yang matang agar operasional bisnis tidak terganggu. Berikut adalah tahapan yang disarankan bagi tim TI untuk mulai mengintegrasikan kemampuan baru pada Endpoint Central:

1. Audit Inventaris Perangkat

Lakukan pemindaian menyeluruh terhadap semua perangkat yang terhubung ke jaringan perusahaan. Pastikan setiap laptop, smartphone, dan workstation terdaftar serta memiliki profil keamanan yang jelas.

2. Konfigurasi Kebijakan Akses

Tentukan hak akses berdasarkan peran dan kebutuhan pekerjaan. Terapkan prinsip akses paling rendah (least privilege) untuk meminimalisir jika terjadi kebocoran kredensial.

3. Aktivasi Fitur EDR

Aktifkan modul deteksi dan respons pada platform Endpoint Central untuk mulai memantau perilaku mencurigakan secara real-time. Pastikan sistem pelaporan otomatis sudah berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Laptop MacBook Paling Pas Buat Mahasiswa di Tahun 2026 Sesuai Budget dan Kebutuhan

4. Uji Coba Verifikasi Zero Trust

Lakukan akses dari berbagai lokasi dan perangkat untuk memastikan sistem verifikasi bekerja sesuai aturan. Evaluasi apakah ada kendala akses bagi karyawan yang sah dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.

5. Pemantauan dan Pembaruan Berkala

Pantau dasbor keamanan secara rutin untuk melihat laporan ancaman. Lakukan pembaruan rutin pada perangkat lunak dan kebijakan keamanan mengikuti perkembangan ancaman siber terbaru.

Transisi menuju sistem keamanan yang lebih ketat memang membutuhkan penyesuaian dari sisi teknis maupun budaya kerja. Namun, perlindungan aset perusahaan dari ancaman siber yang semakin canggih merupakan investasi yang tidak bisa ditunda lagi.

Penerapan teknologi yang tepat akan membantu tim TI dalam menghemat waktu operasional sekaligus meningkatkan postur keamanan secara keseluruhan. Dengan memusatkan manajemen perangkat dan keamanan dalam satu platform, perusahaan dapat bergerak lebih lincah tanpa harus mengorbankan yang krusial.

Disclaimer: Data, fitur, dan informasi yang tercantum dalam artikel ini merujuk pada pengumuman ManageEngine dan data statistik dari BSSN. Kondisi teknologi, kebijakan keamanan, serta ancaman siber bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Disarankan untuk selalu merujuk pada dokumentasi teknis terbaru dari penyedia layanan untuk implementasi di lingkungan perusahaan.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.